Menikah Tanpa Hati

Menikah Tanpa Hati
52. Pertemuan Tak Terduga (2)


__ADS_3

Lala sudah mendapatkan harum manis 2 dan membeli beberapa jajanan yang tiba-tiba Ia inginkan. Namun saat hendak kembali kepada Pita, pandangannya teralihkan oleh seorang Ibu-ibu yang berjualan kue sambil menggendong seorang balita. Mungkin seusia Gara.


Lala yang penasaran pun mulai mendekat untuk membeli kue dan mungkin bisa berbincang dengan si penjual. Kebetulan kue yang dijual terlihat tinggal beberapa potong saja.


"Bu, saya ambil semua kuenya. Tolong bungkusin ya Bu. Totalnya berapa ya?", tanya Lala sambil merogoh tas selempangnya untuk mengambil dompet.


"20.000 saja Mbak", ucap si Ibu penjual kue.


Lala mengulurkan uangnya bersamaan dengan si Ibu penjual kue memberikan bungkusan kue. Tatapan keduanya bertemu, mereka sama-sama terkejut.


"La....", panggil Ibu itu berkaca-kaca.


"Tante", panggil Lala balik.


Meski penampilan penjual kue itu lusuh, hanya memakai daster batik yang warnanya mulai memudar. Tak ada riasan di wajahnya, rambut yang diikat asal. Tapi Lala masih bisa mengenali siapa wanita yang ada di hadapannya. Sungguh pemandangan yang membuatnya iba, hanya beberapa tahun tak bertemu keadaan Tantenya yang dulu kaya raya kini memprihatinkan. Lantas kemana harta peninggalan orangtuanya hingga istri dari Omnya yang serakah itu sampai berjualan kue.


Dan Lala bisa menebak, jika balita di gendongan Tante Rani itu adalah anak Lita.


Lalu kemana Lita?


Kemana Kak Dewa?


Apa yang terjadi dengan perusahaan Papanya?

__ADS_1


Apakah usaha yang Papanya rintis dulu telah hancur?


Apa yang sebenarnya terjadi?


Berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran Lala saat bertemu kembali dengan Tante Rani.


"Kenapa bisa?", tanya Lala sendu.


"Ceritanya panjang La. Mungkin ini Karma bagi kami, sudah menyakitimu", jawab Tante Rani sambil menangis tanpa suara.


"Nekkkk... atit....", keluh balita dalam gendongan Tante Rani.


Lala memang kecewa dengan mereka tapi nuraninya berkata lain saat mendengar balita itu merintih.


"Dia kenapa?", tanya Lala.


Perlahan Lala menyentuh kening balita perempuan itu.


"Awwww..... ini sangat panas Tan. Harus segera dibawa berobat", ucap Lala saat merasakan panas yang tinggi pada bocah itu.


Terlihat bocah itu semakin merintih dan menggigil. Lala pun memaksa mengantarkan Tante Rani membawa cucunya berobat. Ia pun sudah mengirimkan pesan pada Pita, jika Ia pergi mendadak ada urusan tiba-tiba.


Lala tak ingin mengganggu Pita menikmati masa-masa terakhirnya bersama Gara. Lebih baik Ia tak menceritakan pertemuannya dengan Tantenya saat ini. Ia ingin tahu lebih dulu apa yang terjadi dengan keluarganya itu. Ia tak rela perusahaan yang di rebut Omnya berakhir tanpa sisa.

__ADS_1


*****_______*****


Sementara itu Pita berjalan cepat tanpa menoleh, tujuannya hanya ingin segera menuju pintu keluar taman. Dan berharap supir Ayah Gara sudah tiba disana. Ia hanya bisa berjalan cepat, tak mungkin Ia berlari saat Gara ada dalam gendongannya.


Bahkan Ia melupakan Babysitter Gara, ternyata Mbak Siti segera paham situasi yang terjadi. Kebetulan barang yang Ia tata pun telah selesai. Melihat Pita berlalu dan di ikuti seorang Pria, Ia curiga itu mantan suami Pita yang jahat. Ia sedikit tahu tentang kisah Pita dari Bu Titin.


Braaaakkkkk......


Barang bawaan Mbak Siti terjatuh, Ia memang sengaja menabrak Adi. Agar pria itu tak dapat mengejar Pita.


"Hehhhh... Masnya kalo jalan tuh lihat-lihat. Jangan mandang lurus kedepan kaya kuda dipakein kacamata.


Tengok juga kanan kiri ada orang atau tidak", maki Mbak Siti sengaja.


"Maaf", ucap Adi tanpa menoleh pada babysitter Gara, hendak melanjutkan langkahnya mengejar Pita.


"Enak saja cuma minta maaf. Bantuin beresin barang-barang saya yang berceceran", perintah Mbak Siti.


Mau tak mau Adi membantu Siti terlebih dulu daripada di omeli lagi.


"Terimakasih", pamit Mbak Siti setelah memastikan Pita tak terlihat lagi.


Babysitter Gara itu segera berlalu agar tak keduluan Adi menemukan Pita.

__ADS_1


Pertemuan yang tak pernah terduga bagi Pita maupun Lala.


*****......*****


__ADS_2