
"Sayang, kok nggak di makan sih? Katanya tadi pengen?", tanya Azka padaku.
"Sekarang udah nggak pengen sayang...!"
Azka menggeleng pelan kepala nya.
"Terus, pengen apa sekarang?"
Tiba-tiba saja aku memeluk erat tubuh suamiku yang bahkan masih berkeringat.
"Pengen sama kamu terus!", aku menelusupkan wajahku di dadanya.
"Kamu jadi manja banget sih sayang, heum?", Azka mendekapku erat.
"Hari ini, kamu ngapain aja?"
"Bisalah mas. Ngapain lagi. Sebenarnya aku bosen di rumah terus. "
"Kan bisa belajar sayang, bentar lagi ujian kan? Bukannya kamu semangat banget mau ikut ujian?"
"Iya mas ,tapi aku jenuh."
"Mau ikut mas ke kantor?"
"Pasti lebih jenuh lagi."
"Terus maunya apa dong cantik???", Aska mengusap rambut ku lalu mencium nya.
"Nggak tahu kenapa, aku tuh pengen Deket terus sama kamu. Pengen giniin kamu!", aku mendusel di leher Azka.
"Sayang ...ish.... jangan begini. Mas belum mandi, masih bau asem!", kata Azka.
"tapi aku suka bau keringat mu mas?"
__ADS_1
"Hah? Gimana bisa?"
"Iya... aroma tubuh kamu tuh bikin aku nyaman",
Azka menggeleng kan kepalanya. Orang hamil emang aneh ya.
"Ya udah, terserah kamu. Sepuas kamu deh Na. Kalo udah puas, aku baru mandi."
"Bener???", tanyaku girang.
"Iya ...apa sih yang nggak buat istri kecil ku ini!"
"Kecil gini, bisa bikin anak kecil lho mas Azka ku sayang!"
Kami tertawa bersama.
Setelah beberapa waktu, akhirnya istri kecil Azka pun tertidur. Dengan perlahan namun pasti , Azka menuju kamar mandi. Usai bekerja, seharusnya ia membersihkan diri terlebih dulu. Tapi karena ulah sang istri, Azka harus menahan keinginan untuk mandi.
Lima belas menit kemudian, azka pun keluar dari kamar mandi. Tak lupa ia dirikan empat rakaat nya, padahal sudah jam sebelas malam.
Azka perlahan membuka amplop coklat yang bertuliskan namanya. Sudah ada beberapa lembar yang ia baca dan sudah ia pisahkan. Kini , ada sekitar sepuluh lembar yang belum dia sentuh.
Anisa, bagaimana bisa kamu menulis sebanyak ini? Batin Azka. Entah kenapa ia mendadak merindukan sosok Anisa. Perempuan yang cantik, lemah lembut dan tentunya Solehah.
Meskipun hati nya kini sudah terisi oleh Nana, terlebih ada buah hati di dalam rahim Nana kenyataan nya sosok Anisa tetap ada di sudut kecil hati Azka.
Azka mengambil selembar kertas itu. Lalu menyimpan sisanya. Mata Azka mulai membaca kata demi kata yang disusun rapi oleh almarhum Anisa.
*Teruntuk Azka.....
Bagaimana hari mu dengan putri cantik ku mas Azka? Dia sangat cantik dan menyenangkan bukan?
Aku tahu, kamu pasti mudah menjatuhkan hati mu padanya. Seperti yang ku tulis sebelumnya. Aku tidak akan pernah lupa untuk mengatakan padamu.
__ADS_1
Tolong, titip putri ku Najma.
Sebentar lagi dia tepat delapan belas tahun lho. Nana itu suka sekali yang berbau coklat. Entah itu makanan cokelat.Kue cokelat. Semua serba coklat.
Ada hal yang belum sempat aku turuti tentang permintaan nya.
Dia ingin pergi ke suatu tempat yang nyaman. Sejuk dan tentu saja indah.
Pasti yang ada di pikiran mu adalah puncak Bogor. Dan itu benar!
Nana ingin sekali berlibur ke sana. Hanya saja, keadaan ku yang tidak memungkinkan.
Permintaan Nana sederhana, hanya ingin menginap dan bersantai di sana menikmati kesejukan kota hujan. Dari kecil, Nana memang lebih suka ketenangan. Dia tidak suka keramaian.
Pasti, pernikahan kalian hanya di gelar akad nikah saja kan? Pasti benar tebakanku. Nana tidak suka kebisingan dan keramaian. Nana sudah terbiasa hanya bersama ku dan bibik. Tapi, dia tetap jadi sosok gadis yang ceria bukan?
Tolong mas, berikan hadiah terindah untuk putriku, istrimu!
Jangan biarkan ada air mata di pipinya setelah kepergian ku*.
Azka pun selesai membaca surat dari Anisa itu.
Istriku sebentar lagi delapan belas tahun. Kira-kira hadiah apa yang harus ku berikan padanya?
Apakah jalan-jalan ke puncak Bogor? Tapi mengingat usia kandungan nya masih rawan, memang bisa? Apalagi ujian akhir Nasional tinggal menghitung hari.
Azka merapikan kembali kertas itu ke amplop dari Anisa. Sekarang, ia merebahkan diri di samping istrinya.
Tak lupa, ia cium kening sang istri dan perut istrinya yang masih terlihat rata.
"Selamat istirahat anak Daddy...dan...istriku!"
Azka merebahkan diri lalu memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
*****
Maaf , mamak lagi konsen ke yang satunya karena lagi ikutan Crazy up Minggu ini. Jadi, maafkeun.... belum bisa rajin aplot. Terima kasih sebelumnya 🙏🙏🙏