Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Kebenaran


__ADS_3

Azka hanya melihat sekilas seseorang yang duduk di table yang sama dengannya. Sepertinya ia tak begitu memperhatikan Wisnu yang menatap nya begitu lekat.


Dua orang yang ada di depan azka menyapanya. Dan sesekali ia menyahuti ucapan rekan sesama pebisnis itu. Wisnu pun melakukan hal yang sama. Tapi tangan Azka tak bisa lepas begitu saja dari ponselnya.


"Sibuk sekali ya pak Azka?",tanya salah seorang pria yang duduk di hadapannya. Azka mendongak sebentar.


"Iya pak."


Azka tersenyum tipis. Lalu ia melanjutkan aktivitas nya yang asyik dengan benda pipihnya.


"Saya dengar anda sudah menikah pak Azka?",tanya orang yang berbeda.


"Ah, iya. Alhamdulillah sudah pak. Dan istri saya baru saja melahirkan."


"Oh, selamat kalo begitu!", katanya sambil mengulurkan tangannya pada Azka. Sedang Wisnu hanya menatap kagum pada azka.


"Terima kasih pak!"


"Heum, puasa lama dong pak Azka hahahah....", tawa salah seorang dari mereka.


Azka menyahuti nya dengan tersenyum tipis.


"Saya juga pernah mengalami kok tapi ya....gimana ya? Kalo ada kesempatan kaya sekarang nih, lagu jauh sama istri apalagi posisi nya lagi puasa ... sesekali 'jajan' ngga apa-apa lah. Lagi pula cuaca di sini cocok Hahahaha!"


"Jajan? Jajan gimana maksudnya?", Azka tak paham dengan ucapan senior pebisnis itu.


"Pak azka polos sekali? Maksud nya jajan di luar pak. Kan istri lagi ga bisa nyervis. Iya ngga hahahah!"

__ADS_1


Azka menggeleng heran. Kenapa setiap mendengar istri melahirkan, topik pembahasan nya tak jauh dari kata puasa yang menjurus ke hal seperti itu.


"Oh...saya tidak tertarik pak."


"Setia sekali pak Azka ini. Kalo belum beristri, saya pengen jadiin Pak Azka menantu saya. Cariin satu lagi yang kaya pak azka hehehhe!"


Gue yang ga mau punya mertua tukang jajan kaya lo! Batin Azka.


Meski ia berbicara dengan rekannya, nyatanya tangan Azka tak tinggal diam. Dia menghubungi anak IT di perusahaannya untuk meretas cctv hotel yang ia inap. Sekaligus ponsel Dara. Azka curiga jika dara melakukan semuanya tidak sendiri. Mungkin ia di bantu oleh orang lain.


Setelah ia mendapat jawaban oke dari anak buah nya, Azka lebih santai mendengar obrolan para pebisnis yang satu meja dengannya.


Tak lama kemudian, penyelenggara memulai acaranya. Banyak para pebisnis muda yang memaparkan semua idenya. Tapi sepertinya hari ini keberuntungan belum berpihak pada Azka. Hingga acara hampir berakhir, Azka belum bisa mendapatkan kesempatan untuk memaparkan proposal nya.


Ponsel yang Azka letakkan di meja pun bergetar. Ia melihat bukti-bukti yang anak buah nya kirim.


"Ada apa pak Azka?", tanya Wisnu tanpa dosa.


Dua rekannya sudah lebih dulu bangkit dari meja mereka.


"Kalian bersekongkol untuk menjebak ku!"


Wisnu mengernyitkan alisnya.


"Maksudnya apa?"


Tanpa menjawab apapun, Azka bangkit dan meninggalkan Wisnu yang bingung.

__ADS_1


Azka melangkah kan kakinya menghambat manajer hotel ini. Azka yang paham urusan perhotelan pun tak segan-segan mencari sang menejer.


"Pak Azka!", sapa menejer itu.


"Saya ingin bertemu dengan petugas yang berjaga di ruang cctv!"


"Tapi pak azka? Ada apa?", tanya si menejer.


Azka menghentikan langkahnya.


"Turuti perintah saya. Jika tidak, saya pastikan hotel ini hancur!", ancam Azka lagi.


Dengan patuh, sang menejer pun mengajak Azka ke ruang monitoring cctv. Ada dua petugas di sana. Salah satunya merasa terkejut dengan kehadiran azka.


"Siapa di antara kalian yang mematikan cctv di area kamar nomor Xxx?", tanya azka pada keduanya. Mereka berdua menggeleng pelan.


"Baiklah kalo begitu! Kalian tidak bisa di ajak kerjasama! Setelah ini, kalian tidak akan di terima bekerja di manapun!", ancam Azka.


"Dan anda pak menejer! Dalam setengah jam ke depan, hotel ini akan hancur!"


Azka meninggalkan ketiga pria itu.


"Ada apa ini?", tanya pak menejer.


"Saya ngga tahu pak!", jawab salah satunya. Tapi pria satu lagi bungkam.


"Kalian tahu dia siapa? Ancaman nya ngga main-main! Hotel ini bisa saja tinggal nama tahu ngga!"

__ADS_1


"Saya pelaku nya pak!", kata pria itu bangkit lalu mengejar Azka.


__ADS_2