Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
mengobrol dengan aurel


__ADS_3

"Gue kangen banget sama Lo Na!"


"Gue juga Rel. Lo kok ngga bilang-bilang mau ke sini?"


Aku menggandeng tangan Aurel agar duduk di sofa. Tak lama kemudian, bibik membawakan minuman untuk kami.


"Iya, gue pengen bikin kejutan buat Lo. Gue mau minta maaf soal pertengkaran kita waktu itu."


"Iya, gue juga minta maaf. Bukan maksud gue bikin Lo ga nyaman. Gue cuma berharap Lo bahagia ja Rel. Apa pun keputusan Lo rel, sebagai temen gue bahagia buat Lo!"


Aurel tampak terdiam. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Aku tak ingin memancing Aurel dengan bahasan Vicky. Aku takut Aurel kembali marah padaku.


"Heum, iya na. Thanks!"


"Oh iya minum dulu gih!", Aurel pun meminumnya perlahan.


"Eh, ngomong-ngomong keponakan gue mana?", tanya Aurel.


"Itu, di teras samping. Sama mba Ami, babysitter Azki."


"Oh, namanya Azki? Azki anaknya pak Azka hahahah!"


"Hahaha iya lah anaknya azka, masa anaknya orang lewat."


"Gue mau ketemu dong!", rengek Aurel.


"Ngga boleh! Lo ke sini ga bawa apa-apa!"

__ADS_1


"Njir.... kejam amat si Mahmud! Gue udah bawa noh!", Aurel meletakkan hadiah nya yang cukup besar jika di tenteng. Iya, dia membelikan stroller. Gak kemahalan itu????


"What? Lo beliin Azki stroller? Itu kan mahal BESTie?!"


"Gue bukan orang susah ya Na!", kata Aurel melengos sambil berjalan menuju Azki berada. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya dan aku pun mengekor di belakangnya.


"Aishh...ganteng banget ponakan gue!", Aurel bermaksud mengambil Azki dari box nya tapi buru-buru di larang oleh Ami.


"Mba nya udah cuci tangan belum? Dari luar kan? Awas banyak kumannya!", cegah Ami. Aku menggaruk pelipis ku. Tak habis pikir dengan keberanian mba Ami pada tamu majikannya.


"Mba, aku tadi abis makan di toko depan. Udah cuci tangan juga kali. Aku juga tahu diri, kalo kotor apalagi sakit ga bakal mau deketin bayi. Gitu amat sih! Nemu di mana sih babysitter kaya gini?", sahut Aurel ketus.


"Hehehe....maap ya rel, mba Ami cuma nerapin kebiasaan yang Azka sampein ke kami. Kalo dari luar, di usaha kan jangan deketin Azki. gitu aja rel. Bukan maksud mba Ami larang Lo deketin Azki kok."


Aurel tampak mengangguk, sedang Ami masih saja memasang wajah juteknya.


Aku pun mengangkat Azki dari box nya. Lalu mendekatkan Azki pada Aurel. Wajah aurel berbinar. Sepertinya ia gemas sekali dengan Azki.


"Iiih...ganteng banget sih Azki! Mirip banget sama papanya! Jadi pengen cubit!", Aurel hendak mencubit pipi Azki, tapi lagi-lagi Ami berceleletuk.


"Jangan towel-towel pipi bayi. Kata orang tua jaman dulu mah, pamali cenah!", kata Ami.


Aurel kembali murung, dan aku cuma bisa menarik dalam-dalam. Entah apa masalah Ami sebenarnya.


"Ya udah mba Ami, mba Ami bantuin bibik aja di belakang. Azki sama aku dulu ga apa-apa!"


"Ya udah deh!", kata Ami sambil menghentakkan kakinya dari hadapan kami.

__ADS_1


"Gila! Lu nemu di mana sih babysitter model gitu? Belom sepulu menit, gue udah di bikin sewot aja sama tingkah nya!"


"Itu, rekomendasi mama mertua Rel. Tapi biar gitu, sejauh ini dia bagus merawat Azki."


"Heum!"


"Eh iya Lo kesini sama siapa?"


"Sendiri!"


"Emm...ngga di..."


"Kak Vicky ada kuliah pagi, abis itu siangnya ke kantor. Gue paling ketemu kalo malam aja."


Aku mengangguk paham. Tak ingin bertanya lebih, kecuali dia yang mengatakannya.


"Boleh gendong Azki kan?", tanya Aurel. Aku pun mengiyakan, lalu meletakkan Azki dengan hati-hati di pangkuan Aurel.


"Gimana rasanya jadi Mahmud Na? Baru kemarin ya kita ikut mos, eh... sekarang Lo udah jadi ibu-ibu. Mana sekarang bohay lagi. Tuh dada kaya nantang gitu!", Aurel cengengesan.


"Maklum lah namanya juga ibu menyusui!"


"Heum! Bukan karena pak Azka nih?", ledek Aurel.


"Heh! Anak gadis ngga usah mikir ke sono-sono ya!"


Aurel tertawa ,tapi entah kenapa aku mendengar tawanya sepertinya berbeda.

__ADS_1


"Gue cuma nanya Na!", kata Aurel sambil mengusap kepala Azki. Aku harap, Vicky tak berbuat macam-macam pada aurel mengingat Vicky pernah melecehkan ku. Tapi aku juga tidak mungkin mengatakan pada Aurel tentang kelakuan Vicky padaku. Selain karena nanti akan membuat kami kembali bertengkar, aku rasa Aurel lebih percaya pada kekasihnya itu.


__ADS_2