Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Ambisi Dara


__ADS_3

"Apa ini Dara!", papa Dara melempar bukti bahwa Dara menjadi penanggung jawab kebebasan Vicky.


Dara meraih berkas itu yang ada di meja kantornya. Usai membacanya, dia juga melemparnua lagi.


"Kalo papa udah tahu, kenapa pake nanya sih pa?", tanya dara santai sambil jemarinya memainkan di keyboard laptopnya.


"Dara!", pekik papa dara. Ia menyugar rambutnya ke belakang. Dia tak habis pikir jika putri nya melakukan semua itu pada Vicky yang jelas-jelas sudah melakukan kejahatan.


"Ngga usah teriak kenapa sih Pa. Telinga dara masih normal!"


"Kamu kan tahu kesalahan Vicky itu berat. Ngapain kamu jadi penjamin nya sih? Dimana o**k kamu ?!"


"Ckkk...udah lah pa, ini urusan ku. Papa ngga usah ikut mikirin urusan ku."


"Gimana papa ngga mikirin Dara."


"Ssssttt...papa diem aja deh."


"Sebenarnya apa yang sedang kamu rencana kan Dara?"


"Rencana apa sih Pa?"


"Apa ini ada kaitannya dengan Azka?", tanya papa Dara.


"Heum!", sahut Dara santai.


"Ya ampun Dara! Ngapain sih kamu masih aja ngarepin Azka?"


"Dara akan melakukan apapun untuk memiliki Azka Pa."


"Azka sudah beristri Dara. Sadarlah sayang, semua yang kamu lakukan itu sia-sia."


"Dara baru memulai rencana Pa. belum terlihat hasilnya."


"Ya Allah Dara!"

__ADS_1


"Cukup Pa, memang selama ini apa yang papa lakukan untuk dara? Ngga ada kan? Makanya Azka sampai menikah sama bocah itu!"


"Ayolah Dara. Kamu itu cantik nak, sempurna! Banyak laki-laki di luaran sana yang menginginkan mu nak. Berhenti berharap sama Azka. Kalo memang dia ada sedikit saja perasaan sama kamu, udah dari dulu dia dekat sama kamu nak. Cukup! Cukup kamu menyingkirkan Bianca!"


Dara menatap nyalang papanya. Apa yang papanya tahu?


"Apa maksud papa?"


"Dara, papa tahu apa yang terjadi dengan Bianca saat itu. Tapi papa tutup mata. Oke, itu memang murni kecelakaan Dara. Dan kecelakaan itu terjadi karena ulah kamu juga kan? Please Dara, hentikan obsesi mu memilih Azka. Dia bukan laki-laki yang terbaik buat kamu."


"Cukup Pa! Dara tahu apa yang terbaik buat Dara! Dara cinta sama Azka Pa. Papa ngerti ngga sih???"


"Tapi Azka ngga punya perasaan apapun sama kamu nak. Ngga ada. Dia hanya menganggap kamu teman, tidak lebih."


"Terserah papa mau ngomong apa lah. Dara ngga peduli."


Dara bangkit dari kursinya. Melangkah keluar dari ruangannya. Belum sampai di pintu, papa dara kembali mengingatkan putrinya.


"Papa akan tetap mengawasi mu Nak. Jangan bertindak di luar batas kewajaran! Papa ngga mau kamu sampai melakukan hal yang merugikan orang lain, apalagi dirimu sendiri."


"Maaf Nona Dara, setengah jam lagi di adakan meeting dengan Bhakti Group."


Sekertaris Dara mengingatkan meeting itu pada Dara.


Bhakti Group? Azka yang ke sini? Atau Om Bhakti?


"Apa azka yang ke sini?",tanya Dara.


"Jika sesuai rencana awal, tuan Azka dan sekretaris nya nona."


"Heum. Baiklah! Siapkan berkas yang diperlukan."


"Baik nona. Nanti juga ada investor dari Singapura yang bergabung dalam meeting tersebut Nona."


"Oh ya? Baiklah! Atur saja!", kata Dara sambil melenggang pergi dari hadapan sekretarisnya itu.

__ADS_1


Dara menghubungi Vicky, dia ingin bertemu dengannya saat ini untuk memulai rencana.


[Lo dimana?]


[Di jalan]


[Ke kantor gue]


Setelah beberapa menit kemudian, mereka bertemu.


"Kak!", sapa Vicky.


"Lo udah ada rencana apa ?", tanya Dara pada Vicky.


"Gue mau mulai bikin Aurel percaya sama gue kak. Kalo dia udah percaya, gue lebih mudah ngendaliin dia. Selain itu...lebih mudah juga buat adu domba Aurel dan Nana."


"Apa keuntungannya buat gue?", tanya Dara.


"Hehehe santuy kak!"


"Ccckk! Gue ngga mau sia-sia ngeluarin Lo dari penjara."


"Kak Dara tenang aja. Setelah gue memecah belah Aurel dan Nana, pasti akan berimbas pada Nana. Dan...ya...Azka pasti juga akan kena dampaknya."


"Gue ngga kepikiran sampai arah sana sama apa yang Lo rencanakan Vick!"


"Ayolah Kak, percaya sama gue."


"Okey...by the way, gue masih ada meeting sama klien. Gue harap Lo ga kecewain gue ya Vicky!"


"Siap Kak!"


Dara pun meninggalkan Vicky. Sedangkan Vicky masih memutar otaknya agar rencananya berhasil.


Kira-kira apa rencana Vicky?

__ADS_1


__ADS_2