Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Baby sitter baru


__ADS_3

Tok...tok...


"Permisi pak!", sapa Arin yang baru masuk lewat pintu lorong penghubung.


"Masuk Rin!", sahut Azka yang saat ini sedang meminum kopi dan membaca koran.


"Permisi pak, di luar ada tamu. Katanya calon baby sitternya Dede Azki."


"Oh...udah datang?", kata mama saat keluar dari dapur. Azka bangkit dari duduknya bersamaan dengan mama yang mendekati putra tunggalnya itu.


"Suruh masuk saja Rin!", kata Azka.


"Baik pak. Mari Bu!", mama pun mengangguk. Selang beberapa menit, Arin mengantar seorang perempuan yang memakai seragam khas babysitter.


"Selamat siang, pak...Bu!", kata perempuan itu dengan sopan.


Nih bos gue? Cakep bener, mana masih muda lagi? Masa iya sih, nih nenek-nenek istrinya? Kayanya udah ngga bisa punya bayi kali seumuran tuh nenek! Batin babysitter itu.


"Siang! Perkenalkan dirimu!", pinta mama. Wajahnya berubah jadi sedikit garang, inget ya...sedikit. Sedang Azka, ia tetap pasang cool face, selain di depan istri dan keluarganya.


"Perkenalkan nama saya Ami."


"Kamu udah nikah Ami? Umur kamu berapa?", tanya mama. Interogasi mama ngga cukup soal nama.


"Belum, Bu. Usia saya dua puluh enam tahun", jawab Ami.


"Kamu belum nikah, udah punya pengalaman rawat anak?", tanya mama lagi.


"Alhamdulillah Bu, sudah lima tahun saya jadi babysitter. Hanya saja yang terakhir kemarin, mantan bos saya keluar negeri. Jadi saya memilih resign, cari pekerjaan di sini saja."


"Heum, begitu! Coba lihat sertifikat dan tanda pengenal dari yayasan kamu. Mau saya cocokan dulu!", kata mama. Ami pun memberikan selembar kertas yang membuktikan bahwa dirinya dari yayasan resmi. Mama membacanya dengan sangat teliti. Azka hanya menatap mamanya yang sibuk membaca.


Lain lagi dengan Ami, matanya menatap takjub pada majikannya yang tampan itu. Dalam hatinya, andaikata dia dijadikan simpanan pria semapan dan setampan itu pun tak menolak.


"Ehem! Oke! Mulai hari ini kamu bisa mulai bekerja. Ini, Pak Azka. Anak saya. Tugas kamu membantu menantu saya menjaga cucu saya, Azki. Tapi hanya membantu ya. Karena menantu saya dan bibik juga merawat Azki."


"Baik Bu!", sahut Ami.


"Ka, mama pulang ya. Nana sama Azki masih tidur."


"Iya ma. hati-hati di jalan. jangan ngebut."


"Iya, Ka. Dan kamu Ami, tolong bekerja sebaik-baiknya. Jangan coba-coba mengusik ketenangan keluarga anak saya. paham?", kata mama penuh penekanan.


Ami sedikit tersentak mendengar ancaman ibu bos nya. Sedang Azka sendiri juga bingung, kenapa mama bisa mengatakan hal itu.


"Oh iya Ami, itu kamar kamu di belakang. Dari dapur, kamu ke pintu keluar. Di sana ada kamar bibik. Kebetulan bibik sepertinya sedang menyetrika di belakang."

__ADS_1


"Baik pak! Terimakasih. Permisi!", Ami pun melenggang menuju ke belakang sesuai dengan instruksi bos nya.


Ami langsung menuju ke pintu yang di maksud. Di situ, ia bertemu dengan bibik yang di maksud bosnya.


"Siapa ya?", sapa Bibik.


"Saya Ami. Babysitter den Azki, bik!", kata Ami.


"Oh...!", sahut bibik. Dalam hatinya, bibik membatin. Masa baby sitter kok mukanya ngeselin gitu. nggak ada ramah-tamah nya sama sekali.


"Kamar ku yang mana ya bik?", tanya Ami.


"Itu yang pintu nya tertutup."


Tanpa mengucapkan terima kasih, Ami langsung masuk ke kamarnya. Dia meletakkan tas nya ke meja. Kamar nya tak terlalu besar. Hanya berisi lemari ,kasur ukuran kecil, meja dan kipas angin.


"Lumayan lah!", celetuk Ami. Bibik yang tak sengaja akan ke kamar mendengar celetuknya pun hanya menggeleng.


.


.


.


"Nanti pulang nya malem mas?", tanyaku .


"Ya mas belum tahu tepatnya jam berapa sayang!", kata Azka mengusap kepala ku lalu mengecup Azki.


"Iya sayangku!", Azka mengecup bibir istrinya sekilas. Pemandangan itu tertangkap oleh mata Ami.


Oh...itu istrinya pak Azka? Masih muda banget, cantik lagi! Batin Ami.


"Permisi pak, Bu!", sapa Ami menghampiri ku.


"Iya?", sahutku. Wajah Azka sudah kembali ke bentuk semula, dingin!


"Saya Ami, saya yang akan membantu anda menjaga den Azki", kata Ami tanpa canggung.


"Oh, iya mbak Ami. Eum, jangan panggil ibu dong. Saya belum setua itu", kataku. Dan bibik tiba-tiba menyela dibelakang Ami.


"Panggil saja non Nana, mbak Ami!", kata Bibik. Aku tersenyum mendengar bibik berkata demikian.


"Oh...baik, non Nana!", kata Ami.


"Ya udah sayang, mas jalan dulu."


Azka kembali mengecup puncak kepalaku dan juga Azki yang ada di gendonganku.

__ADS_1


"Hati-hati mas!"


"Iya sayang!"


"Bik, titip ya!", kata Azka pada bibik.


"Siap pak!", kata Bibik.


"Eum, mbak Ami mau kenalan sama Azki? nih...?", aku sodorkan Azki pada Ami. Aku hanya takut dia sungkan padaku.


"Ah, iya non."


Tangan Ami begitu lincah menggendong Azki kecil. Terlihat sekali dia sudah terbiasa mengurus bayi.


"Bibik, masak apa?", tanyaku.


"Sayur katuk, bakwan jagung, ayam goreng lengkuas non. Mau makan sekarang? Bibik siapin!"


"Ya deh Bik, Nana udah laper lagi."


"Sebentar, bibik siapin."


Bibik meninggalkan ku dengan Ami dan baby Az.


"Non Nana, maaf kalo lancang sepertinya non Nana masih muda sekali ya?", tanya Ami.


Aku tersenyum simpul.


"Iya, saya emang nikah muda. Tapi bukan gegara hamil duluan ya mbak. Kami nikah dulu baru punya anak."


Ami mengangguk.


"Maaf ya non, saya emang suka kepo. Sok akrab gitu non!", kata Ami.


"Ya ngga apa-apa lah mbak. Bagus itu!", kataku.


"Non, makan dulu!", teriak bibik.


"Aishhh si bibik ngga sopan amat sih manggil majikan kaya gitu!", celetuk Ami. Dan mungkin dia sengaja mengatakan seperti itu agar aku dengar.


"Hehehe biasa aja mbak. Bibik yang udah rawat aku dari kecil. Wajar lah. Bibik nganggep aku kaya cucunya sendiri. Nitip Azki dulu ya mbak. Mau makan lagi. Maklum busui, gampang laper!", kataku.


"I...iya Non!"


Ami memandangi bos nya yang masih ABG itu. Cantik! Wajar saja pak Azka mau meskipun dia masih begitu muda untuk di jadikan istri.


"Non, boleh ngga den Azki saya ajak ke taman samping!", kata Ami ijin.

__ADS_1


"Iya mba! Yang penting jangan keluar dulu ya. Banyak debu."


"Iya non!", kata Ami. Dia pun berlalu menuju ke taman sebelah.


__ADS_2