Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Baby Az


__ADS_3

"Mas, mama sama papa udah tahu kalo aku udah melahirkan?", tanyaku saat kami sudah berada di ruang rawat.


Azka yang sedang memandangi putra nya pun mendadak terdiam.


"Astaghfirullah, mas lupa Na!", kata Azka menepuk keningnya sendiri.


"Ya Allah mas, kok bisa lupa sih?"


"Hehehe iya sayang, tadi panik banget. Yang mas pikirkan cuma kamu sama anak kita."


Aku menggeleng pelan.


Detik berlalu, Azka menghubungi mamanya. Tapi mamanya tak mengangkat telepon. Lalu ia menghubungi papanya.


[Assalamualaikum Ka, ada apa?]


[Walaikumsalam, papa lagi sibuk? Sama mama di situ?]


[Iya, lagi meeting sama klien. Mama mu juga nemenin. Lagi ngobrol sama istri nya klien papa]


[Em... itu pa...cucu papa udah lahir tadi sore]


[Oh...udah lahir, kapan?]


Azka menjauhkan ponselnya dari telinga. kok kayanya si papa ngga antusias cucunya lahir?


[Hallo pa?]


[Iya, apa Ka? Tadi bilang apa? Udah lahir? Eh....???]


Sekarang Azka benar-benar kembali menjauhkan ponselnya dari telinga. Pekikan papanya sungguh memekakan telinganya. Bisa-bisa mendadak tuli πŸ˜„


[Apa sih pa??]


[Kamu keterlaluan ya Ka! Kenapa baru kasih tahu papa sekarang?]


Iya, ini sudah hampir setengah sembilan malam.


[Maaf pa, aku lupa. Untung Nana ingetin buat hubungi mama. Tapi malah ngga di angkat telpon ke mamanya.]


[Mamamu kalo udah ngegosip emang suka lupa diri. Ya udah, di rumah sakit mana? Papa ke sana sekarang!]


[Iya pa. Ya udah , Azka tunggu! Assalamualaikum!]


[Walaikumsalam]


Di restoran tempat papa Azka menemui kliennya, dia menghampiri sang istri yang berbeda table.


"Ma, kita ke rumah sakit sekarang!", kata papa Azka.


"Ngapain?", tanya nya santai.


"Liat ponsel mama!", kata papanya lagi. Mama pun mengambil ponsel yang ada di clutch nya.


"Azka missed call mama banyak amat? Ada apa? Dia baik-baik aja kan?", mama mulai panik.


"Mereka baik-baik saja ma. Cucu kita udah lahir tadi sore. Keterlaluan si Azka tuh. Baru kasih tahu kita!", kata papa masih gemas karena anaknya malah lupa mengabari mereka.

__ADS_1


"Alhamdulillah, cucu kita udah lahir pa...??? Ayo kita ke sana!", mama begitu antusias mendengar kelahiran cucunya.


Usai berpamitan dengan kliennya, mereka berdua langsung menuju ke rumah sakit.


.


.


"Non, non Nana istirahat saja. Bibi yang jagain dedek bayinya. Nanti kalo Dede nya bangun minta susu, bibik bangunin non Nana."


"Iya bik!", jawabku. Ya, badanku rasanya sakit semua. Tulang dipergelangan tangan ku, lenganku pokoknya semua berasa rontok. Malah berasa tak bertulang. Lebay banget ngga sih??? πŸ˜… Tapi yang tahu rasanya lahiran normal ya kaya gitu lah pokoknya....


"Pak Azka mau pulang dulu? Biar non Nana sama si Dede bibik yang jaga!"


"Ngga Bik, aku disini saja. Bentar lagi mama sama papa juga ke sini kok."


Bibik pun mengangguk. Dia mengambil bangku lalu duduk di samping box bayiku.


"Sayang, kamu juga istirahat!", kataku pada suamiku. Azka tersenyum saat menghampiri ku.


"Iya, bentar lagi mas istirahat kok. Ngga enak kalo papa dan mama kesini kita semua tertidur."


Azka mengusap kepala ku dengan lembut. Setelah itu, ia mengecup nya dengan mesra. Si bibik sudah terdengar ngorok di samping box Dede, ya ... walaupun ngga kenceng sih. Tapi masih cukup terdengar.


"Makasih ya Na. Mas seneng banget hari ini!", katanya lagi sambil menggenggam tangan ku.


"Ini udah yang ke berapa kali kamu bilang makasih sama aku sih mas?"


Azka mengusap-usap pipiku yang terlihat membengkak. Ya, mungkin efek melahirkan juga kali.


Sungguh! Aku sama sekali tak menyangka jika kami bisa berada di posisi ini. Pernikahan kami yang hanya sebuah perjodohan justru mengikat kami dengan cinta yang tumbuh secara alami.


"Aku juga makasih lho mas. Kamu udah selalu bersabar menghadapi ku. Ingat ya, tanggung jawab merawat anak tidak hanya di aku. Kamu juga!", aku menowel hidungnya.


"Iya, kita akan sama-sama mendidik dan merawat anak kita."


"Em... ngomong-ngomong, anak kita udah di kasih nama belom?", tanyaku. Lagi-lagi Azka menepuk keningnya.


"Mas ngga kepikiran Na!"


Astaghfirullah! Ada ya bapak-bapak begini????


"Ada ide apa?", tanya Azka padaku.


"Aku mah ikut aja mas. Yang penting doanya yang terbaik buat anak kita."


Azka nampak berpikir sebentar.


"Azki," celetuk Azka.


"Heum? Bapaknya Azka, anaknya azki gitu???"


"Kenapa? Bagus kan? Katanya tadi terserah!", kata Azka manyun.


"Iya mas, boleh!", kataku sambil mengusap bahunya. Kalo dia ngambek, aku lagi gak bisa bujukin dia. Gimana coba??


"Tapi nama panjangnya, mas belum kepikiran!"

__ADS_1


"Tunggu papa coba, kali aja nanti papa punya ide buat kasih nama cucu pertamanya ini."


Azka melirik ku dengan pandangan yang sedikit aneh.


"Cucu pertama ya? Berati kemungkinan besar ada cucu kedua ketiga dan seterusnya dong???", ledek Azka padaku.


"Ngga usah mulai deh!", kataku manyun juga.


Azka terkekeh hingga kami tak tahu jika mama dan papa sudah masuk ke ruangan kami.


"Mama, papa. Kapan datang?", tanya Azka sambil berdiri di depanku.


"Barusan lah?!", sahut mama.


"Mana cucu kami?", tanya papa basa-basi tapi dia sendiri sudah menghampiri box Azki. Bibik yang terlalu lelah sampai tak menyadari kehadiran mama dan papa.


"Masyaallah, cucu kita cakep banget. Cowok kan Ka? na?", tanya mama girang.


"Iya ma!", jawabku singkat. Beliau pun langsung menghampiri ku. Mengecup kening ku, setelah itu papa pun melakukan hal yang sama.


"Makasih ya sayang, udah kasih kami cucu yang tampan."


"Iya ma, pa. Makasih ya sudah menyempatkan ke sini."


"Maaf kami baru datang. Suami mu itu, ngeselin! Masa baru ngasih tahu kami padahal kamu udah dari sore lahirannya."


"Ya udah sih ma, ngga usah ngomel terusan. Yang penting kan sekarang cucu sama membantu mama sehat walafiat. Lagian, kalo tadi mama di sini yang ada aku yang tambah panik. Kalo mama terserang panik lagi, aku yang bingung!"


"Hehehe iya juga sih!", kata mama.


"Siapa nama cucu papa Ka?"


"Azki. Baru dapat nama itu."


"Azki? Bagus sih! Tapi...kamu Azka, anakmu Azki. Apa ngga kaya kakak adik??", tanya papa.


"Biarin lah pa. Nanti kalo azki punya adik perempuan, Azka kasih nama azkiya. Kalo cowok lagi, Azkendra. Bagus kan???"


Mama papa dan aku hanya menggelengkan kepala kami.


"Jadi intinya siapa nih nama cucu mama?"


Semuanya diam dengan pemikiran masih-masing. Hingga akhirnya papa buka suara.


"Azki Pradipta Gustiawan Suryadi."


Aku, Azka dan mama menoleh kearah papa.


"Gustiawan?", tanya ku membeo.


"Iya, biar tetap ada nama ayah kamu Na", jelas papa.


Kami semua mengangguk setuju. Fix , kami memberikan nama terbaik versi kami buat cuci pertama di keluarga Gustiawan dan Bakti Suryadi.


****


πŸ§‘β€πŸΌπŸ§‘β€πŸΌπŸ§‘β€πŸΌπŸ§‘β€πŸΌπŸ§‘β€πŸΌπŸ§‘β€πŸΌ

__ADS_1


__ADS_2