Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Manja akut


__ADS_3

Azka membopongku menuju rumah. Toko kami sudah tutup sejak tadi. Itulah artinya, bibik sendiri di rumah.


"Astagfirullah! Non Nana kenapa?" tanya bibik tergopoh-gopoh melihat ku di bopong Azka.


"Nanti aku ceritakan bik. Em...tolong buatin teh hangat ya bik buat Nana."


"Iya pak Azka!" sahut bibik.


"Apa kamu ingin sesuatu sayang?", tanya Azka padaku.


"Ngga Ka, aku hanya ingin istirahat saja."


"Ya udah kita ke kamar ya. Bik, nanti tolong anterin teh nya ke kamar kami."


"Iya pak. Oh iya kebetulan tadi bibik bikin talam, nanti bibik bawa deh ke kamar. Barangkali non Nana mau ngemil."


"Makasih bik!", ucap kami berdua.


Aku dan Azka pun menaiki tangga. Badanku yang mulai menggendut tak membuat Azka kepayahan mengangkat ku menuju kamar kami di lantai dua.


"Kamu ngga capek sayang? Aku kan berat sekarang?!", tanyaku sambil mengalungkan kedua tanganku di lehernya.


"Ngga sayang."


"Maaf ...!", kataku lirih.


Azka tak menanggapi ku sampai ia membaringkan ku di kasur kami.


Azka membenarkan posisi bantal untuk ku. Dan membuat posisi yang nyaman.


"Tidak ada yang perlu di maafkan dari mu sayang. Aku yang harus nya minta maaf, sudah lalai menjagamu?!"


Aku menggeleng pelan.


"Seandainya aku menunggu jawaban ijin dari mu, mungkin tidak akan seperti ini. Beruntung , anak kita baik-buruk saja. Aku ngga tahu apa yang akan terjadi padanya jika ...."


"Sssttt....sayang, ngga usah mikir seperti itu. Yang penting saat ini , kalian selamat. Itu kebahagiaan buat aku! Mulai saat ini, aku akan fokus pada kalian. Tidak akan memforsir tenaga ku hanya untuk bekerja. Kalian yang akan jadi prioritas hidup ku."

__ADS_1


"Tapi...kamu kan harus memenuhi kebutuhan kami!", kataku manyun.


Azka mencubit pipiku gemas.


"Insyaallah, kamu tidak akan kekurangan apa pun sayang. Aku memang ingin selalu bersama kalian, tapi bukan berarti aku tidak lagi bekerja. Aku hanya ingin quality time bersama kalian! Pekerjaan ku tidak lagi menyita waktu ku bersama kalian."


Aku jadi tersenyum senang.


"Makasih sayang!", aku memeluk dada bidang suami ku.


"Sama-sama sayang!",Azka mengecup puncak kepalaku.


"Permisi....!", kata bibik sambil membawakan teh panas dan kue talam buatannya.


"Makasih bik!", ucapku.


"Ya udah bibik ke bawah lagi. Kalau butuh apa-apa, panggil bibik aja ya!"


"Iya bik!"


Bibik pun keluar dari kamar kami.


"Habis solat.....!"


Azka menautkan alisnya.


"Habis solat? Iya, kenapa?", tanyanya.


Aku menggeleng.


" Nggak! Ya udah, aku mandi duluan Ka!", kataku.


"Perlu ku temani?", tanya Azka.


"Ngga usah! Aku bisa sendiri!"tolakku.


Aku mandi kilat karena memang sudah lewat dari jam sepuluh malam. Usai merapikan pakaian ku, aku pun keluar dari kamar mandi. Kulihat Azka juga tengah bersiap untuk mandi.

__ADS_1


"Solat berjamaah ya Na. Aku ngga lama!", kata Azka. Aku pun mengiyakan titahnya.


Sambil menunggu Azka mandi, aku memainkan ponsel yang sejak keluar dari taksi belum ku buka sama sekali.


Banyak panggilan dari Azka di menu riwayat panggilan ponsel ku.


Ternyata dia mencemaskan ku. Tapi Azka tak menceritakan bagaimana dia bisa menemukan ku.


Azka keluar dari kamar mandi sudah dengan kaos oblong tipis dan celana boxernya.


Dia berjalan melewati ku yang sedang fokus deng benda canggih yang pipih ini.


"Ponselnya di taroh dulu sayang. Kita solat dulu ya!"


"Iya!"


Kami berdua solat berjamaah malam ini. Usai memanjatkan doa pengampunan dan keselamatan kami pun kembali membaringkan diri.


Azka yang baru saja rebahan langsung ku peluk.


"Ada yang kangen sama Daddy ya?", tanya Azka padaku.


Panggilan kami masih belum stabil. Aku masih sering sebut namanya. Tanpa embel-embel mas atau apa gitu. Tapi setiap bercinta... namanya selalu saja terlontar dari bibirku.


"Apaan sih Ka!Aku cuma mau tidur di peluk aja. Ngga boleh?"


"Boleh. Jangankan cuma peluk, yang lain juga boleh....!"


"Kamu ihhh.....!", aku mencubit pinggang nya.


Azka terkekeh beberapa saat.


"Ya udah, puasin deh bobok manis di ketek aku?!"


"Iya.....!", sahutku cari aman. Benar saja, aku langsung mengantuk saat ada rasa nyaman.


"Good nite my beloved!"

__ADS_1


"Me too?!", sahut ku.Dan akhirnya kami benar-benar terlelap.


__ADS_2