
[Nana, jalan yuk!]
Ada sebuah pesan singkat dari nomor baru. Aku hanya membaca saja tanpa ingin membalasnya. Karena aku memang gak mengenal nya.
[Lagi apa sih Na? nie gue Aurel!]
Aku mengernyit kan alisku. Dan benar saja, foto profil aplikasi hijau itu berubah menjadi foto Aurel seperti biasanya.
[tiduran aja Rel. Wa Lo yang biasa kenapa?]
Akhirnya aku membalas chatnya.
[Ke blokir. Gampang ntr lah]
[Owh, paan Lo wa gue?]
[Main yuk Na. Kita udah lama lho ngga jalan.]
[Kemana?]
[Nonton kek apa ngafe gitu]
[Pengen sih, gue juga bete. Tapi laki gue lagi pergi, gimana gue ijinnya?]
[Ngapain ijin segala pergi juga sama gue..pasti laki lo maklumlah. lagian nonton ama ngafe aja keberatan]
[Iya sih, rel tapi gue kan harus ijin laki gue dulu]
[Serah Lo, gue tunggu di kafe Ceria ya Na!]
Tak ku balas lagi. Tumben Aurel maksa banget ya? Kata bukan Aurel deh. Dari pada penasaran, aku menghubungi nomor yang biasanya saja. Dan ternyata benar, nomor lama Aurel ngga bisa di hubungi.
Aku meng-screenshoot percakapan ku dengan Aurel. Tapi soal kalimat Aurel yang menyatakan tak perlu ijin suami tak ku kirim pada Azka.
Usai ku kirim, Azka tak langsung membacanya. Mungkin dia sedang meeting. Apalagi usai berhenti mengajar, dia fokus pada bisnisnya.
[Sayang, aku ijin pergi bentar ya. Sama Aurel kok!]
Tak ada jawaban apa pun dari Azka. Akhirnya ku putuskan untuk berpakaian rapi.
[Rel,.gue otw. ketemu di kafe ceria ya!]
[Okz. gpl y Na]
[Ye]
__ADS_1
Aku pun keluar dari rumah induk. Kulihat bibik dan yang lain sibuk melayani pengunjung toko kue kami.
"Mau kemana Na?", sapa bibik.
"Main sama Aurel bi!"
"Sudah ijin pak Azka belum?", tanya kak sisi.
"Udah kak sisi...!"
"Terus , di ijinin?", cerca sisi lagi.
"belum di balas sama azka. Mungkin masih meeting-meeting gitu lah ...maklum , orang sibuk!"
"Sibuk juga buat istri dan anaknya kali Na!", kata sisi.
"Heum...iya deh!"
"Ya udah hati-hati. Jangan malem-malem baliknya!", titah bibik.
"Ngga malem Bik, paling pagi heheheheh!"
"Sembarangan aja!", kata bibi cemberut.
"Walaikumsalam!", jawab mereka berdua. Aku sendiri menghentikan taksi yang lewat di depan toko.
"Kafe ceria ya pak!", kataku pada sopir taksi itu.
"Siap neng!", jawab si sopir sambil melakukan kendaraannya.
Perlahan taksi memasuki jalan raya. Bukan jalan gang ku tadi. Sesekali kunlirik ponselku. Ternyata belum di baca sama sekali cjatku oleh Azka.
Yang penting aku udah ijin, gumamku.
"Bapak lagi ga enak badan?", tanyaku.
"Eh, ngga neng. pusing dikit aja."
"Kenapa di paksain bawa mobil kalo lagi pusing mah..."
"Hehe saya kan wajib mencari nafkah neng!"
"Iya sih hehehe!"
"Neng masih sekolah?", tanya Si sopir.
__ADS_1
"Udah lulus, saya juga udah nikah pak!", kataku jujur.
"Nikah?", kata si sopir kaget.
"Iya!"
Si supir terdiam.
"Anak bapak kayaknya seumuran neng. Cuma ya...masih sibuk cari pekerjaan. Namanya lulusan SMK mah ya wajar susah cari kerja. yang sarjana aja banyak yang nganggur!", kata si sopir.
"Heum...anak bapak baru lulus juga, di SMk mana?"
"SMK Xxxx, perhotelan neng!"
"Owh ...!", aku mengambil kartu nama dari tasku.
"Ini pak, coba anak bapak suruh datang ke hotel ini. insya Allah ada kerjaan buat anak bapak."
Si sopir menerima kartu nama tersebut.
"Bhakti hotel!?", tanya si sopir.
"Iya, hotel suami saya. Coba aja melamar di sana, minta ketemu sama pak Azka. bilang acc dari Nana. Insyaallah di terima pak, jika memang pasion anak bapak di hotel!"
"Alhamdulillah. makasih neng!"
"Sama-sama pak!", ku lihat si sopir memasukan kartu nama itu ke kantong kemejamya. Wajahnya terlihat cerah tak muram seperti tadi.
Tiba-tiba di belakang mobil seperti ada motor yang mengikuti kami. Dan benar saja, motor itu menyalip taksi dan membuat taksi berhenti.
"Eh, ada apa ya pak?," tanyaku pada sopir taksi.
"Ngga tahu neng!", sahut si sopir. Belum selesai keterkejutan kami, tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan duduk di samping ku.
"Jalan pak!", pinta pria itu sambil menodongkan pisau di leher si sopir.
"Ka..kamu mau apa?", tanyaku tergagap.
"Jalan!", pinta pria itu pada si sopir dan tentu saja membuat si sopir menurut.
"Dan kamu! Diamlah! Jika tidak, pria tua di depan mu ini mati mengenaskan!"
Aku dan pak sopir sama-sama memberku.
Siapa dia???? Mau merampok atau apa???
__ADS_1