Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Ga profesional


__ADS_3

"Jalan aja pak!",bentak pria itu pada pak sopir.


"I...iya...!", jawabnya tergagap.


Mobil pun melaju kencang ke arah yang pria itu tunjukkan. Dengan sedikit keberanian yang tersisa, aku bertanya pada pria itu.


"Anda siapa dan apa mau anda?", tanyaku padanya. Pria yang hanya terlihat matanya saja melihat ke arahku.


"Aku hanya di suruh bos ku membawamu!"


"Bos? Bos siapa? Kalian jangan aneh deh. Aku bukan anak pejabat atau anak orang penting! Ngapain bawa-bawa aku?"


"Aku ngga peduli, yang penting bos ku meminta ku untuk membawamu!"


"Siapa bos mu?", tanyaku lagi.


"Heh! Bocah! Bisa diem ngga Lo, bawel banget kaya emak-emak!"


"Aku emang bentar lagi emak-emak! Nggak lihat perut ku mbelendung gini?", tanya ku. Pria itu menatapku intens.


"Heh! Masih bau kencur udah hamil!", kata pria itu mencebik.


"Hamil sama suami, masalahnya di mana?"


"Lo...tuh ...ih bawel amat sih bocah!", kata pria itu semakin kesal.


"Siapa bos mu? Dan dia mau apa sama aku?",


"Harrrhhggg! Diam Lo!", bentaknya padaku. Mau tak mau aku pun terdiam.


"Berhenti di sini pak!", titah pria itu. Taksi pun berhenti di sebuah jalan yang sepi.


"Dan Lo, sopir tua. Kalo Lo berani lapor polisi, gue jamin anak bini Lo besok tinggal nama. Paham!", kata pria itu. Pak sopir yang sudah berumur itu hanya mengangguk pasrah.


"Turun Lo!", pinta pria itu padaku.


"Bentar, aku bayar pak sopir dulu. Kasian kan!", aku menyodorkan selembar uang berwarna merah.


Awalnya pak sopir menolak tapi kupaksa agar ia menerima nya.


"Halah! Banyak drama Lo berdua! Turun!", bentaknya padaku.


Aku pun turun dari taksi di ikuti oleh pria yang tadi bersama ku di mobil. Dan setelah aku di luar serta taksi itu pergi, datang lah beberapa orang dengan tiga buah sepeda motor.


"Bawa target sana, bosen gue ngadepin bawel nya kaya emak-emak komplek!"

__ADS_1


"Hahaha...bocah aja takut Lo!", ledek rekan nya juga yang sama-sama memakai masker.


"Tunggu! Gue...mau di culik cerita nya?", tanyaku. Kelima orang itu sontak tertawa, kecuali pria yang bersama ku tadi.


"Menurut Lo?", sahut salah satunya.


"Salah sasaran kalo Lo pada nyulik gue. Gue bukan anak pejabat woi! Gue sama kaya kalian orang!", kataku sambil menunjuk wajah mereka dengan telunjukku.


"Berani banget Lo ya!?", sahut salah satu.


"Dah...bener kata Lo bro, bawelnya melebihi emak-emak komplek! Cabut ke markas buruan!"


Dua pria pria itu menuntunku.


"Wait...wait ...kita mau bertiga naik motor nya?", tanyaku.


"Iya, bawel banget sih. Kayanya sebagai penjahat gue ngga ada wibawa-wibawanya deh?!", kata si pria.


"Lo semua ngga lihat perut gue udah Semaju apa hah? Mana muat bonceng tiga???!!!", pekikku.


Keenam pria itu pun menyadari kondisi ku


perutku. Memang, wajahku tertutup masker tapi body ku yang masih ABG juga mereka tahu.


"Lo aja yang bawa!", kata salah satu.


"Ya udah gue pulang! Bye!!!", aku berjalan cepat menjauh dari mereka. Berharap ada orang yang melintas.


"Heh! Mau kabur kemana Lo !", kata pria yang tadi satu mobil dengan ku.


"Gue ngga mau berdesakan naik motor ya. Gue juga biasa bawa motor kaya begitu!", tantang ku.


"Hahahahah!", kata mereka kompak tertawa. Dan anehnya, kenapa daerah ini nggak di lintasi kendaraan lain sih!


"Lo semua ngga tahu, gue biasa pake motor gede!"


Ya Allah, apa mereka bisa ku bodohi? Atau jangan-jangan mereka itu penculik abal2? Hah! Siapa sih orang di balik penculikan gue. Nggak mutu banget deh!


"Udah, buruan bonceng sini!", bentak pria itu.


"Di bilang ga muat. Lo aja yang bertiga. Gue berdua Lo aja bang!", kata ku sambil naik ke motor salah satu orang itu.


"Nggak, gue ngga mau bawa orang hamil. Ntar kenapa-kenapa lagi!"


"Heh! Lo jadi penjahat manggung amat sih! Sini, gue yang bawa motor. Lo di belakang gue! Tapi awas Lo jangan *****-***** gue!", aku menyingkirkan pria itu.

__ADS_1


Aku seperti mengenal mereka? Tapi siapa????


Aku pun naik ke salah satu motor itu.


"Cepet naik, markas kalian di mana? Gue ngga kabur sebelum ketemu sama bos kalian! Buruan naik!!!", teriakku.


Sontak mereka semua terkejut, mungkin di balik masker mereka pun ternganga. Dan akhirnya pria yang tadi di taksi bersama ku, bonceng di belakang ku.


Aku mengikuti arah teman pria itu melaju. Ternyata mereka menuntut ku menuju sebuah rumah yang terlihat tak terurus.


Aku mematikan motor yang ku pakai.


"Makasih ya, udah berapa bulan gue ga pernah boleh bawa motor. Berkat kalian, gue bisa ngobatin kerinduan gue!", kata ku sendu.


"Kebanyakan drama Lo, udah masuk sana!", kata pria itu mendorong ku.


"Iya, ngga usah dorong-dorongan. Dosa Lo menganiaya ibu hamil!", kata ku ketus.


Gila nih cewek, gagal jadi pembalap kali ya! Bikin jantung gue mau copot aja bonceng nih bocah! Batin pria yang membonceng ku.


Aku pun masuk ke rumah itu. Bagian dalam tak seseram luarnya. Aku rasa, penculik ini benar-benar ngga ada profesional nya sama sekali. Mereka pun masih bocah kaya gue!


Terbersit ide jahil ku.


"Assalamualaikum!", aku mengucap salam saat masuk ke dalam rumah ini. Spontan mereka menjawab salam ku.


"Walaikumsalam!"


Aku menengok ke mereka, dam mereka justru terlihat serba salah.


"Astagfirullah!", aku memekik.


"Apaan sih Lo!", kata salah satu.


"Itu, ada cewe rambut panjang di situ!", kataku sambil menunjuk salah satu sudut dengan ekspresi yang ku buat senatural mungkin.


Mereka pun melihat ke arah yang sama. Ada yang terlihat bergidik ngeri.


"Ngga usah ngada-ada deh Lo!", bentak salah satu.


"Gue bisa lihat yang ga kasat mata!", kataku meyakinkan.


Ya Allah, maafkan aku bohong!Seperti nya mereka percaya padaku.


Tiba-tiba terdengar dering telepon mungkin milik salah satu dari mereka. Dan ku dengar ia menjawab panggilan itu, sambil melirikku.

__ADS_1


Siapa bos merek sih!!!!???


__ADS_2