
Ujian akhir nasional sudah berakhir sejak dua hari yang lalu. Tapi Azka masih sibuk dengan urusan kantor nya. Dia berangkat pagi, pulang malam. Meskipun dia tetap memantau ku lewat ponselnya.
Aku merasa sangat bosan di rumah. Sejak kak sisi sakit, Bibik juga sibuk membantu dan mengawasi toko kue ku.
Ini sudah hari Jumat, tapi jam sembilan malam Azka belum juga pulang. Ku lihat chat darinya yang ia kirim sebelum magrib. Katanya, dia akan pulang telat. Toko kue pun sudah tutup.
"Non, ini omset hari ini."
Bibik menyerahakan tas kecil dan juga buku laporan omset toko kue peninggalan bunda.
"Makasih ya bik. Pasti bibik capek ya, bantuin di rumah. Udah gitu, bantuin di toko pula."
"Bibik malah seneng non. Di rumah kan udah selesai, kalau di depan ya...bibik sekalian cuci mata heheheh...."
"Ishhh....bibik mah ganjen!"
"Hahahha bercanda non."
"Ya udah bibik istirahat sana."
"Non udah makan?"
"Belom. Ntar aja nungguin Azka."
"Oh...ya udah atuh. bibik mau istirahat ya."
Bibik pun meninggalkan ku di ruang televisi. Azka masih belum pulang. Sesibuk apa sih dia sekarang? Aku mengusap perutku yang sekarang sedikit menonjol.
"Daddy mu lama banget ya nak?", aku bermonolog.
Tiba-tiba sepasang tangan kekar melingkar di bahuku.
Cup... sebuah kecupan mesra mendarat di puncak kepalaku.
"Ngapain disini? Nungguin aku?"
Azka memutar lalu duduk di samping ku.
"Kamu sibuk terus, aku kesepian!"
Azka memeluk ku erat.
"Maaf!", katanya sambil mengusap punggung ku.
"Sudah makan?"
Aku menggeleng.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Nunggu kamu lah!"
"Lain kali nggak usah nunggu aku , kasian anak kita yang di perut nih!", Azka mengusap perut ku dengan lembut.
"Tapi kami pengen makan di suapin Daddy....!", suaraku terdengar manja.
"Ya udah, kita makan. Kamu harus makan yang banyak ya, karena aku akan menyuapi mu!"
Azka menggandeng tanganku menuju meja makan.
"Perlu ku hangat kan?", tanya Azka sambil menuangkan air kedalam gelas ku.
"Nggak! Yang penting aku sama kamu aja sayang!"
Azka menatapku dengan pandangan penuh cinta.
"Aku akan selalu bersama mu. Makan lah....Aaaaa!", Azka menyuapkan nasi ke dalam mulutku.
"Kamu nggak makan ?"
"Nanti, kalau kamu sudah makan."
"Kenapa nggak barengan aja?", tawarku.
Aku tersenyum mendengar jawaban darinya.
"Mas...?!", dia mendongak menatap ku.
"Hem?"
"Ujian sudah selesai, aku....aku pengen refreshing mas. Kapan kamu ada waktu luang buatku? Akhir-akhir ini kamu semakin sibuk."
Sambil terus menyuapiku, dia menjawab.
"Besok kita liburan. Maaf.... seminggu ini, aku hanya ingin menyelesaikan pekerjaan ku. Agar kita bisa bebas berlibur, tidak memikirkan pekerjaan ku!"
"Benarkah?", tanyaku.
Dia mengangguk.
"Kemana kita akan berlibur?"
"Ke tempat yang adem, sejuk, nyaman dan jauh dari hiruk pikuk ibu kota."
"Beneran?"
__ADS_1
"Iya lah. Masa aku boongin istriku?"
"Makasih ya mas....!" ,aku reflek memeluk nya.
"Iya. Sama-sama. Maknanya, sekarang cepetan habiskan makan malam mu. Besok pagi kita berangkat!"
"Besok?", pekikku girang.
"Iya."
"Wah.... senang nya. Alhamdulillah!"
Azka meraih ku dalam pelukannya, mencium bibirku sebentar.
"Maafkan aku yang belum bisa membahagiakan mu ya sayang....!"
"Siapa bilang? Aku bahagia kok sama kamu mas."
"Iya, tapi....aku belum bisa fokus sama kamu."
"Aku tahu mas, kamu kerja kan buat aku dan anak kita juga."
"Ya udah, minum dulu. Habis itu kita ke kamar. Aku mau mandi."
"Nggak makan dulu?"
"Nanti , kalau sudah selesai makan kamu. Aku baru makan!", bisiknya di sisi telingaku.
"Ihhhh....mau....!"
"Dasar! Bocah tapi doyan begituan."
"Emang siapa yang ngajarin?"
"Siapa? Emang ada gitu yang ngajarin? Naluri kali neng....!"
"Tapi kan tergantung partner nya!"
"Iya...iya... ya udah, kita naik ya."
Aku pun mengangguk setuju. Kami berjalan beriringan menuju kamar kami di lantai atas.
Azka langsung menuju kamar mandi. Sambil menunggu dia mandi, aku berbaring di ranjang.
Lima menit sudah berlalu. Kantukku tak bisa lagi ku tahan. Adan akhirnya....aku tertidur.
Azka baru saja keluar dari kamar mandi. Dia hanya menggeleng melihat istri kecilnya sudah tertidur lelap.
__ADS_1
Puasa lagi deh...! Batin Azka.