Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Meluruskan


__ADS_3

Azka dan Alman menuju ke hotel xxxx. Azka menjelaskan pada Alex tentang peristiwa yang membuat nya murka saat ini. Alex tahu betul sepak terjang Dara yang dari dulu mengejar Azka. Apalagi usai meninggalnya Bianca! Gadis yang seumuran dengan Azka itu makin menjadi-jadi mengejar azka.


Kedua pria beda generasi itu masuk ke hotel. Pandangan orang-orang mendadak sinis pada azka. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat. Kebanyakan mereka harus nya sudah ada di kamar masing-masing. Tapi tidak sekarang. Mata-mata tajam menatap Azka dengan pandangan merendahkan.


"Ternyata, pewaris Bhakti Group itu menikahi bocah ya?"


"Lebih kerennya, yang di pacari ibunya, yang di nikahin anaknya!"


"Kasian nona Dara, harus mengalami hal memalukan seperti ini."


Alman menatap seseorang yang berjalan di sampingnya. Dia menangkap bisikan-bisikan orang yang membullynya tadi. Tapi tampaknya Azka masih bersikap santai hingga pada akhirnya ia bersuara.


Azka berdiri di lorong, di mana kejadian yang di tuduhkan padanya. Dimana koper Azka sekarang? Tentu di tempat yang aman.


"Selamat malam rekan semua!", Azka memulai pembahasan peristiwa yang sudah mempermalukan dirinya. Di saat yang sama, Vicky dan juga Wisnu keluar dari kamarnya masing-masing. Dara sendiri baru datang dari arah lorong lain.


Vicky nampak menelan ludahnya susah payah. Dia menyadari kehadiran Alman di sisi Azka.


Bagaimana bisa orang itu bertemu dengan azka? Apa yang sudah dia katakan pada Azka?


"Di sini, saya mau menyampaikan sesuatu. Saya mau meluruskan apa yang sudah terjadi tadi siang. Dengan lantang saya katakan, saya tidak pernah mencoba melecehkan Nona Andara. Soal bukti yang mengatakan jika saya melakukan nya, semua itu hanya rekayasa. Dan tentang cctv yang sengaja di matikan, itu ulah seseorang."


Azka melirik ke Alman. Tapi Alman sudah di briefing oleh Azka sebelumnya.


Vicky berusaha menghindar, ia mengendap-endap ingin keluar dari kerumunan yang sebenarnya tak terlalu cocok di anggap kerumunan. Hanya saja, sebagai seorang pebisnis, nama baik juga merupakan salah satu penunjang kesuksesan karir bisnis.


"Jangan ada yang pergi sebelum saya selesai bicara!", mata Azka langsung beralih pada Vicky yang sudah bersiap melangkah. Dara sendiri mulai ketar ketir menghadapi situasi. Vicky terdiam di tempatnya nya semula.


"Saya, di suruh oleh seseorang orang untuk mematikan cctv sejak pukul sebelas siang. Tepat nya saat pak Azka baru sampai di kamar ini. Saya tidak tahu alasannya kenapa, dia hanya membayar saya agar saya menuruti instruksi nya."

__ADS_1


Semua orang tercengang di sana.


"Lalu, apa hubungannya dengan pelecehan yang anda lakukan pada nona Dara?", tanya seseorang yang tinggal di kamar sebelah Wisnu.


Azka nampak menghela nafas nya.


"Saya meretas ponsel Dara!", jawab Azka sambil menatap tajam pada Dara. Dara terkesiap. Begitu juga Wisnu.


"Alasan tidak ada kamar lagi yang Dara bilang pada saya itu bulshit! Bahkan saya mengenal betul siapa pemilik hotel ini, karena saya juga berinvestasi di sini."


Semuanya mulai berbisik.


"Saya tahu percakapan antara nona Dara dan juga pak Wisnu yang sudah bersekongkol menjatuhkan saya di hadapan kalian semua!"


Semua mata kini beralih pada Dara dan Wisnu.


"Lalu seseorang yang menyuruh Alman mematikan cctv agar tidak ada bukti yang mengatakan bahwa saya tidak bersalah adalah dia!", Azka menunjuk ke Vicky yang tampak pucat.


Vicky membeku di tempatnya. Selang beberapa detik, tiga orang polisi menghampiri Vicky. Vicky yang terkejut pun berusaha lari, tapi polisi itu berhasil mencengkram bahu Vicky.


"Saya mendapat laporan atas tindakan tidak menyenangkan terhadap saudara Azka Pradipta yang sudah anda lakukan, maka kami akan membawa anda ke kantor. Silahkan beri penjelasan di kantor!", ujar polisi dengan tegas. Vicky menggeleng.


"Jangan pak!", Vicky mulai ketakutan. Dia trauma berada di hotel prodeo saat itu.


"Kak dara, tolong aku kak!", pekik Vicky yang sudah di seret oleh polisi.


"Tunggu pak!", Azka menghentikan polisi yang membawa Vicky.


"Kamu tidak kapok berurusan dengan saya Vicky! Dan untuk kali ini, jangan harap akan ada yang menjamur kebebasan mu! Camkan itu!"

__ADS_1


"Jangan pak, tolong jangan penjarakan saya lagi!", mohon Vicky. Tapi Azka mengibaskan tangannya agar polisi membawa Vicky pergi.


Sekarang, Azka menuju ke Dara dan Wisnu. Berbeda dengan Dara, Wisnu tampaknya lebih santai. Mungkin karena keterlibatannya tak terlalu penting.


"Kita sudah lama bersahabat sejak dulu Dara. Dan saat ini adalah puncak kekecewaan ku sama kamu! Aku sama sekali tak menyangka jika sahabat ku sendiri, bisa mempermalukan ku. Memfitnah ku!"


"Ka...sorry...tapi kamu tahu dari dulu aku cinta sama kamu Ka...!"


"Stop! Jangan pernah bicara seperti itu pada laki-laki yang sudah beristri! Dan maaf, untuk kali ini...aku juga tidak akan membiarkan mu begitu saja! Pak, bawa dia juga pak!", kata Azka pada polisi yang masih berada di sana.


"Ka...kamu ngga bisa kaya gini ke aku Ka!", teriak Dara saat lengannya di seret paksa.


"Kesempatan untuk mu sudah habis Dara!"


Suasana mulai berubah. Orang-orang yang tadi menghalangi Azka mulai meminta maaf satu per satu tak terkecuali Wisnu.


"Sorry ya Azka!", kata Wisnu. Azka yang sudah meretas ponsel Wisnu pun memilih mundur, lalu mengajak Alman pergi.


"Kamu ngga mau maafin aku?", tanya Wisnu.


Azka tak menjawab pertanyaan Wisnu. Justru dia merasa takut pada laki-laki yang menyukai sepertinya. Menjijikan!


"Aku maafkan! Ayo Alman kita pergi! Alex sudah menunggu di loby!", ajak azka pada Alman.


Wisnu yang bingung dengan sikap Azka pun mulai mencerna wajah Azka yang sepertinya tidak nyaman saat berhadapan dengan nya.


Apa azka juga tahu tentang kehidupan pribadinya yang menyukai batang????? Wisnu terbelalak lebar.


Sedang Azka dan Alman sudah berada di loby menemui Alex.

__ADS_1


******


Menuju End ya bos kuhhh...mau fokus ke Bertahan Atau Lepaskan dulu, makasih yang udah berkenan mampir ke cerita Nana dan Azka ini 😉🙏


__ADS_2