Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Menikahi Mantan Kekasih Ibu Tiriku
Wisnu


__ADS_3

"Kamu yang bilang, cuma aku yang kamu kenal di sini! Makanya kamu masuk seenaknya ke kamarku. Tapi ini buktinya, kamu mengenal Wisnu!", kata Azka. Orang-orang sudah mulai membubarkan diri. Mungkin memang karena sudah akan bersiap mengikuti pertemuan besar di hall sana.


"Benar itu Dara?", tanya Wisnu.


Dara menggeleng.


"Aku ngga tahu kamu di sini!", kata Dara dengan wajahnya yang meyakinkan.


"Cukup Dara! Mau kamu berbuat apa pun terserah kamu. Yang jelas, aku ngga pernah berbuat macam-macam padamu!", Azka menyeret kopernya menjauh dari Wisnu dan Dara. Setelah Azka pergi, keduanya pun kembali merencanakan ide baru.


"Gimana soal cctv itu!?", tanya Wisnu menunjuk dengan dagunya.


"Gue ngga tahu. Kenapa juga harus ada cctv di sini!", kata Dara memanyunkan bibirnya.


Tiba-tiba Vicky menghampiri mereka berdua.


"Udah gue urus!", kata Vicky. Wisnu yang tak mengenal Vicky pun menatap pria muda itu.


"Beneran?", tanya Dara antusias. Wisnu masih bingung di tempatnya.


"Oh iya, kenalin ini Vicky. Dia mewakili PT. Global menggantikan papanya."


"PT Global? Bukannya itu perusahaan yang lagi ketar ketir?" tanya Wisnu.

__ADS_1


"Iya kak. Dan di sini, aku mau belajar sekaligus bantu kak Dara."


Mata Wisnu menatap Dara dengan heran.


"Iya, dia memang kerja sama Ama gue buat dapetin Azka!"


"Wow???", hanya kata itu yang terlontar dari bibir Wisnu. Ia mendekapkan tangannya di dada.


"So...urus yang bagaimana ini?", tanya Wisnu pada Vicky.


"Cctv itu sudah di matikan sejak satu jam sebelum kita ke sini!", jawab Vicky.


''Oh ya?", tanya Dara dengan tidak percayanya.


"Hebat sekali partner kamu Ra!", puji Wisnu.


"Ya jelas, gue mau Azka dia mah istrinya Azka! Simpel kan? Satu tepuk dua lalat di dapat!", kata Dara.


"Kalian emang gila!", kata Wisnu.


"Lo aja yang ngga tahu rasanya cinta kaya gimana! Pacar Lo kan laki!", kata Dara dengan frontalnya. Sontak Vicky yang tadi bersikap biasa saja, kini malah merasa takut dengan sosok Wisnu.


"Diem Lo!", kata Wisnu kasar.

__ADS_1


"Iya, maap. Gue juga makasih ya tadi Lo udah bantu gue."


"Gue ngga bantu apa-apa!"


"Tapi rencana Lo tadi...?"


"Ssst ...gue udah aman sama Vicky. Oke, lain kali gue butuh bantuan Lo lagi."


"Acara udah mau mulai. Gue mau rapi-rapi dulu!", kata Dara meninggalkan Wisnu dan Vicky.


"Kak Wisnu duluan aja!", kata Vicky mempersilahkan Wisnu lebih dulu.


"Kenapa ngga bareng aja?", tanya Wisnu. Vicky nampak takut-takut melihat Wisnu. Dia lebih memilih berkelahi dengan penjaga dari pada harus berurusan dengan laki-laki yang juga suka batang.


"Saya mau ke toilet dulu!", kata Vicky.


"Oh! bukan karena takut saya kan? Gara-gara ucapan Dara tadi?", tembak Wisnu.


"Eum...ngga kok!", kata Vicky gugup.


"Kamu bukan selera saya Vik. Modelan Azka, baru bisa saya lirik!", Wisnu meninggalkan Vicky begitu saja. Mendadak bulu roman nya bergidik.


Apa reaksi Azka di sukai sesama batang???? Pikir Vicky. Dia menggelengkan kepalanya. Otaknya harus bisa berpikir jernih lagi untuk memikirkan langkah dan rencana selanjutnya.

__ADS_1


Azka memilih duduk di bangku depan yang lebih dekat dengan proyektor. Di bangku nya, tiba-tiba saja Wisnu turut bergabung. Masih ada dua orang dari perusahaan lain yang duduk di meja Azka.


__ADS_2