Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Kembali Pulang


__ADS_3

keesokan harinya, juno sudah bisa pulang. Dia hanya di rawat selama 2 hari karena Amora yang terus mendesak ingin pulang. Sesampainya penginapan juno melihat rumah yang berantakan dan bertambah berantakan karena kemarin amora habis membongkar barangnya untuk mencari nomer ayahnya. juno menatap tajam amora, amora hanya bisa tertunduk tak berani menatap juno dengan menggigit bibir bawahnya.


"Yaa tuhan ....," kesah Juno lemas dan menatap Amora tidak percaya, Amora membuat seisi kamar benar-benar berantakan.


"Kamu habis ngapain?" tanya Juno tak percaya. Tidak ada jawaban dari Amora. Ia langsung mengambil peralatan bersih-bersih karena dia yang tidak tahan melihat sesuatu yang berantakan.


Mereka pun segera membereskan kamar mereka yang berantakan. amora yang tidak biasa beres-beres membuat juno gemas dengan gaya menyapunya. juno pun segera mengambil sapu tersebut dari tangan amora.


"Dari tadi nggak selesai-selesai," sewot juno.


"Bagaimana kamu bisa urus aku, gini aja kamu nggak bisa. Beberes pun nggak bisa," umpat juno iseng.


"Aku nggak pernah di ajarin ngebabu, aku terbiasa di layani," umpat amora arogan.


"Sekarang! kamu harus belajar melayani," ucap Juno dengan senyum menyebalkan.


"Najis, kalo aku sadar, nggak akan aku Sudi," umpat Amora. Juno tertawa mendengar pernyataan Amora tersebut dan menghentikan kegiatannya sesaat.


"Tapi kamu juga nikmatinnya, buktinya kamu diam saja," ujar juno dengan senyum nakalnya masih terus menyapu serpihan pecahan keramik yang pecah.


"Kurang ajar, ya ...." kali ini amora bersiap menyerang juno, yang di sambut juno dengan menyerang balik amora hingga terjatuh keranjang. Tubuh Juno tepat menindih tubuh amora, membuat amora segera memberontak.


"Lepasin aku juno," pekik amora.

__ADS_1


Tapi juno tidak memperdulikannya dia malah langsung membungkam bibir Amora dengan ciuman yang entah kenapa malah membuat Amora terpaku, Juno pun semakin menjadi-jadi. dia terus melakukannya dengan lembut lalu semakin liar. Ia mulai berani menyentuh area pribadi Amora dan membuka pakaian Amora dengan sedikit memaksa.


otak Amora terus meminta menghentikannya tapi entah kenapa ada perasaan di hatinya yang juga menginginkannya. Hingga ia memberontak tapi Juno tetap bisa menyentuhnya. Juno semakin berani, ia mulai membuka pakaian mereka meski tak keseluruhan, hanya bagian bawahan saja. ia merasa Amora memberinya izin walau wajahnya terlihat sangat kesal dan terus memberontak tapi ia juga tidak terlalu memberontak.


hingga mereka benar-benar melakukan hubungan itu lagi, dengan sebagian pakaian yang masih mereka kenakan. Amora menatap wajah sayu Juno yang tengah menjamahnya. Juno tersenyum tanpa menghentikan aksinya. ia ******* bibir Amora yang segera di tepisnya dengan menggelengkan kepalanya, karena kedua tangannya tengah Juno tahan.


Juno tidak perduli, karena saat ini ia benar-benar sudah dalam kendali hasratnya yang gila, dia tengah menjamah wanita ini. saat Juno mulai dengan aksinya ada ******* kecil yang keluar dari bibir merah Amora seperti tengah menahan sesuatu, karena mungkin ia masih belum terbiasa. Juno pun memahami itu, dia melihat Amora memejamkan matanya menahan sesuatu, Juno dengan lembut memberinya sentuhan hangat agar amora tak terlalu merasakan itu. Amora terdiam melihat sikap Juno itu padanya.


sesaat Amora melihat Juno sebagai lelaki lembut yang dapat memahami perasaannya, padahal selama ini Juno selalu bersikap usil dan jahil padanya tanpa perduli semarah apapun dia. Akan tetapi sekarang Juno terlihat sangat pengertian padanya. entah suami semacam apa dia saat ini, Amora diam-diam malah pelan-pelan juga ikut menikmatinya, ******* yang tadinya menunjukkan ketidak nyamanan kini malah berganti menjadi ******* hasratnya. hingga mereka berdua benar-benar menikmatinya bersama dengan apa yang mereka lakukan. mereka pun bisa menuntaskannya bersamaan.


Amora merasakan kehangatan dalam dirinya menjalar bersamaan dengan tubuh Juno yang melemas menindihnya. Sesaat kesadaran amora pun kembali, ia membuka matanya dan segera mendorong tubuh Juno hingga terlepas darinya dan terlempar ke sampingnya.


Juno tersenyum penuh kepuasan lalu ia pun bangkit dari posisinya, ia mengambil celana panjangnya kembali dan ia kenakan lagi, sedangkan Amora langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Juno kembali mendekati Amora yang membuat Amora memundurkan tubuhnya, ia mencium Amora dengan cepat yang segera di tepis amora dengan tangannya tapi ia masih kalah cepat, juno masih sempat menyentuh pipi merah itu, yang langsung memerah karena malu akan apa yang barusan ia lakukan bersama Juno.


"Kamu hanya butuh mengakuinya, kalau kamu memang menikmatinya selama ini!" bisik Juno di telinga Amora yang membuat Amora melempari Juno dengan apa saja di sampingnya, Juno dengan cepat menutup kembali pintu kamar mandinya sebelum benda itu mendarat lagi ke kepalanya lagi.


"Juno brengsek!" pekik Amora sambil menarik selimut menutupi tubuhnya. tapi reaksi Juno malah tertawa keras di dalam kamar mandi, itu membuat Amora semakin kesal tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia sudah terlanjur melakukannya. ia kembali mengenakan pakaiannya.


"Apa yang barusan aku lakuin, sih?" ujar amora yang masih tampak tak percaya, ia masih bingung kenapa ia bisa sepasrah itu tadi.


selesai juno mandi, amora pun gantian ke kamar mandi. juno tersenyum melihat amora sekarang mau mandi, ternyata cara ini ampuh membuat dia mau rajin mandi.


***

__ADS_1


selesai membersihan diri masing-masing dan berpamitan kepada pemilik penginapan mereka pun segera berkemas bersiap untuk pulang. juno yang melihat amora tidak bisa mengemasi barang-barangnya segera turun tangan mengemasi barang-barang amora tanpa amora minta dan tanpa banyak bicara.


mereka berdua sebenarnya sebelum menikah merupakan musuh bebuyutan. jadi tidak heran kadang terlihat akrab, kadang juga mereka bisa bermusuhan. akan tetapi juno sudah lama menaruh hati pada amora. tingkah amora yang selalu memberontak membuat juno merasa semakin ingin menggodanya. hingga mereka menikah pertengkaran mereka semakin sering terjadi. apalagi saat ini amora memiliki kekasih dan malah di paksa menikah dengan juno. walau juno tampan di mata orang lain tapi sangat menyebalkan di mata amora.


selesai mengemas barang-barang milik amora juno langsung meninggalkan amora, amora pun terpaksa menyeret kopernya sendiri. dia terus keluar penginapan sambil menyeret kopernya dengan kasar, juno malah bersikap pura-pura tidak tahu.


Amora yang mengenakan dress pink selutut tampak cantik dengan jaket tebal dan syal rajutnya. Juno pun tampak tampan dengan celana jeans, sepatu boots dan jaket kulit tebalnya. Amora memperhatikan Juno, setelah apa yang mereka lakukan tadi dia malah merasakan sesuatu tiap kali melihat lelaki ini. dia terus membayangkan expresi wajah Juno tadi. tiba-tiba pikirannya semakin liar saja menerawang, dia segera menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya.


***


sebelum pergi mereka tidak lupa berpamitan pada David juga dan mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya. David pun ikut mengantar mereka hingga pinggir jalan sampai jemputan mereka datang. David dan pemiliki penginapan memberi mereka salam perpisahan yang hangat. mereka akan selalu ingat kenangan ini, kenangan unik yang manis.


sebelum masuk mobil juno menatap gunung Alpen yang memberinya banyak kenangan indah bersama Amora. ia menghela nafas panjang dengan memejamkan matanya merasakan hawa sejuk pegunungan ini untuk terakhir kalinya. setelah puas ia pun masuk ke dalam mobil dan langsung melaju ke tempat tujuan mereka.



Amora tampak terus buang muka dari Juno sedari tadi. dia benar-benar merasa di permainkan oleh Juno, dan ia bertambah kesal karena tidak berhasil mencegahnya untuk tidak terjadi. Juno pun tidak begitu peduli. Ia menatap jalanan dengan pemandangan indah desa kaki gunung Alpen yang bersih dan mempesona . Tampak beberapa petani sedang menggarap kebun mereka dengan segerombolan burung yang masih beterbangan mencoba mengumpulkan makanan lagi sebelum musim dingin benar-benar melenyapkan persediaan makanan mereka.


tanpa sepengetahuan Juno, Amora tengah memperhatikan pria jangkung itu lekat-lekat. Amora melihat ada tatapan sedih di mata Juno saat dia berdiam diri di waktu yang lama seperti itu. Juno sering kali begitu, dalam diam kadang dia sering kali terlihat menyimpan luka yang dalam. Amora tidak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran pria ini. Namun Amora dapat rasakan itu. Juno seperti menyimpan rasa sakitnya jauh di relung hati.


tapi saat kembali mengingat bagaimana juno padanya apalagi saat pria ini merenggut kesuciannya tanpa sepengetahuannya, membuat amora kembali kesal dan marah, ia pun kembali membuang muka dari juno. ia menatap keluar jendela kaca mobil.


__ADS_1


kini mereka sama-sama larut dalam pikiran masing-masing. walau jika di pikir-pikir ulang Juno memang berhak atas itu. akan tetapi tetap saja amora tak mengikhlaskannya untuk juno. ia masih memimpikannya akan menyerahkannya kepada seorang pria yang benar-benar ia inginkan, bukan pria yang ia benci dan membuat selalu kesal seperti Juno.


__ADS_2