Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Pengaduan


__ADS_3

Seseorang berdiri di hadapan Amora dengan tatapan tak sukanya. Wanita cantik yang tampak lebih dewasa dari Amora jika di lihat dari perawakannya. Dandanannya terlihat lebih sederhana dan bersahaja. Rambut panjangnya ia ikat ekor kuda. Walau sederhana ia tetap terlihat bersih dan terawat.


"Ada apa, ya?" tanya nya dingin seolah tak menyukai kedatangan Amora.


"Aku mau jenguk Raya. Horner bilang dia sakit dan sedang di rawat," tutur Amora tenang dengan membawa sekeranjang buah yang ia peluk di depan dadanya. Si wanita menatap Amora dari kaki hingga kepala. Ia menarik nafas panjang sebelum memberi jalan Amora untuk masuk. Berat baginya untuk menerima Amora. Karena dia adalah Ratih mantan istri Horner dan ibu kandung Raya.


"Dia baru tidur, habis minum obat. Kemarin baru operasi lagi. Dia baru menjalani operasi atas pendarahan di kepalanya. Jadi, aku harap kedatangan kamu tidak membawa masalah. Kami sedang punya banyak masalah," tuturnya yang terdengar sinis walau ia terlihat tenang. Namun sorot matanya menggambarkan kegundahan yang teramat dalam.


Amora mengusap lembut rambut gadis kecil itu dan tersenyum.


"Dia sakit pun masih kau peralat untuk mendapatkan suamimu. Kau gunakan sakitnya untuk mendapatkan Horner kembali. Apa kau pikir kau cukup baik dan tulus sebagai seorang ibu?" Amora menatap wanita itu tajam dengan senyum yang dingin.


"Aku tidak memanfaatkan dia. Dia benar-benar merindukan ayahnya bersamanya. Dia selalu ingin ayahnya pulang seperti dulu. Kau tidak akan paham dengan perasaan orang lain, karena kau hanya mampu melihat semua dari sudut pandang mu. Kalau kau punya perasaan, tentu kau tidak akan datang ke sini, keruangan seorang pasien yang sakit untuk membahas sesuatu yang sudah selesai, bukan?" tuturnya lagi masih tampak emosional.


"Suamimu jauh lebih tampan dan muda dari ayah Raya. Lalu apalagi yang kau ingin kan dari keluarga kami? Percayalah, sekarang kau bukan lagi tengah jatuh cinta pada Horner, kau hanya takut merasa kalah. Kau tidak kalah, kau tetap di hati Horner. Kau tetap wanita istimewa bagi Horner. Tapi ... Jangan paksakan hubungan kalian saat ini. Kau hanya akan membuat suamimu terluka dengan sikapmu ini, nona Muda," tuturnya lagi dengan masih berusaha menyembunyikan emosinya. Amora mencium kening Raya cukup lama dengan memejamkan matanya.


"Kasian dia," tatap Amora kepada Raya yang masih tertidur lemas. Amora mengusap lembut kepala Raya lalu menatap tajam kearah si wanita itu lagi. "Ia memiliki ibu yang selalu memanfaatkan dia untuk kepentingannya. Tentu kau harus membuat anak mu untuk tetap hidup. Karena dulu kau bahkan pernah mendorong dia ke jalanan hingga terluka hanya agar kau bisa mendapat perhatian Horner dan membawanya pulang bersamamu. Kau wanita menyeramkan, bagaimana mungkin sekarang kau bisa berpura-pura menjadi wanita bijak yang bisa menasehati orang lain, kalau kau sendiri sangat picik," hunus Amora yang kini berdiri tepat beberapa centimeter dari hadapan Rasti mantan Horner dan akan menjadi calon istri Horner kembali.

__ADS_1


"Kau yang membuat aku segila itu dulu. Kau yang membuat aku hampir mencelakai anakku. Seandainya kau tidak datang, tentu permasalahan kami tidak akan serumit ini ... Aku mohon, pergilah. Dan biarkan kami dengan kehidupan kami. Kami hanya ingin memulai hubungan kami kembali. Mencoba memperbaiki semua yang salah pada kami dulu. Dan kau berbahagia lah bersama suamimu," kali ini Rasti berbicara dengan iringan air matanya.


"Jangan menyalahkan orang lain untuk kesalahanmu," tutur Amora sebelum pergi. ia mengambil tasnya dan bersiap akan pergi. Ia sekali lagi menatap Raya yang tengah tertidur dan menatap Rasti yang tengah buang muka dengan linangan air matanya.


Satu tahun lalu Rasti sempat mencelakai Raya putri kandungnya untuk mendapatkan Horner kembali. Hingga membuat Raya harus di rawat di rumah sakit karena ulah Rasti yang tiba-tiba mendorong Raya ke jalanan. Sejak saat itu Raya harus di rawat karena geger otak yang ia alami. Dia harus bolak-balik rumah sakit sejak saat itu. Dan hubungan Amora dan Horner pun berantakan, Rasti terus meminta Horner untuk kembali padanya dan memperbaiki segalanya.


Horner setuju, ia memutuskan Amora dan kembali kepada Rasti untuk merawat putri mereka yang sakit pasca kecelakaan itu. Sejak saat itu lah Amora seperti melihat Rasti sebagai wanita ambisius yang bisa lakukan apapun demi keinginannya dan Rasti cukup lihai bersandiwara menjadi wanita lugu yang bijak di hadapan Horner.


***


"Aku akan menemui suaminya. Dia tidak boleh mengganggu hubungan kami lagi," tutur Rasti membatin tanpa sempat Horner mencegahnya lagi.


***


Rasti terus mencari keberadaan Juno. Hingga ia berhasil menemui Juno tepat ia tengah berjalan di hadapannya.


"Dokter!" seru Rasti. Juno pun menoleh, dia melihat Rasti yang datang menghampirinya dengan separuh berlari.

__ADS_1


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Rasti. "Ini tentang istri anda," lanjutnya. Membuat Juno kaget sekaligus penasaran. Juno mengangguk dan meng-kode Rasti untuk mengikutinya dan membawa Rasti ke ruangannya.


"Tadi istri anda kemari, dia mendatangi kami. Tolong! Ingatkan dia, untuk menjauh. Saya tidak mau dia terus membayangi hubungan kami. Saya hanya menginginkan suami saya kembali. Bukannya dia juga sudah menikah. Tapi, kenapa dia tetap mengganggu kami. Tolong, minta dia untuk menjauh. Saya mohon dokter," ujar Rasti dengan mata berkaca-kaca dan menggenggam tangan Juno penuh harap yang membuat Juno kaget.


"Maaf, saya tidak tahu tentang itu," ujar Juno dengan expresi wajah kaget.


"Minta lah dia untuk menjauhi Horner, mereka tidak bisa bersama lagi. Aku hanya menginginkan keluarga ku utuh seperti dulu lagi. Aku mencintai dia, bukan karena harta, tapi ... Aku tidak bisa kehilangan suamaiku, dokter," kali ini Rasti sudah mulai terdengar terisak membuat Juno semakin bingung.


"Tenanglah, mereka tidak akan bersama lagi. Anda tau kan saya sudah menikahi Amora. Dia pasti hanya sekedar menjenguk anak anda saja. Jangan khawatir," tutur Juno mencoba menenangkan walau di dadanya juga tengah berkecamuk apalagi keadaannya belum begitu stabil paska sakitnya semalam.


"Tidak, kau harus memastikan dia tidak akan menemui Horner lagi, dokter. Kau harus lakukan itu. Kau suaminya kan? Kenapa kau seolah membiarkan mereka bertemu? Ayolah dokter cegah mereka," tutur Rasti masih memohon.


Juno tidak bisa berkata-kata lagi, di sisi lain dia benar-benar tidak punya cukup tenaga untuk bertengkar dengan Amora saat ini. Tapi, jika ia diamkan juga tidak bisa. Ini sudah menyangkut rumah tangga orang lain juga. Juno pun akhirnya bangkit dan mengikuti Rasti.


Pikiran yang kurang fokus dan tubuh yang masih lemas, Juno mengikuti Rasti dengan langkah agak gontai.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2