Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Kuat Di Luar Lapuk Di Dalam


__ADS_3

Saat Sinta melewati kamar Juno dan Amora ia mencoba menguping. Tidak ada suara apapun dari dalam sana. Dia masih sangat penasaran dengan pasangan itu. Amora terlihat sangat tidak menyukai Juno, tapi dia juga sangat menikmati waktunya saat bersama Juno. Dia terlihat membenci Juno tapi saat ia pancing dekati Juno Amora malah terlihat tidak terima. Itu terlihat dari cara dia menatap Juno dan dia saat bersama, dia selalu berteriak mengatakan tidak menyukai Juno. Namun tetap memperlakukan Juno sebagai suaminya.


"Lihat saja besok. Aku mau lihat, seberapa kuat wanita arogan ini bisa mengalahkan egonya jika aku ganggu suaminya, apa dia masih bisa bersikap munafik!" ujar Sinta senyum penuh arti.


***


Keesokkan harinya Juno sudah bersiap akan berangkat kerja, Sinta yang melihat itu segera menghampiri Juno.


"Jun, bareng ya," pintanya.


Juno hanya mengangguk dan langsung membukakan pintu mobil untuk Sinta. Saat Juno membukakan pintu mobil tersebut, Sinta dengan berani menyentuh tangan Juno dan secara reflek Juno menariknya agar tak menyentuh Sinta. Sinta sengaja lakukan itu untuk memancing Amora. Amora melihat yang di lakukan Sinta. Dia berusaha menahan gejolak di hatinya. Entah kenapa dia merasa cemburu dan tak ikhlas saat Sinta menyentuh tangan suaminya.

__ADS_1


Sinta menatap Amora dengan senyum penuh kemenangan sedangkan amora balas menatapnya tajam. Dia kebetulan disana ikut mengantar Juno berangkat kerja, karena merasa tidak enak terhadap nenek Juno jikalau di rumahnya sendiri dia tidak akan mau lakukan itu. Dia akan terus mengabaikan Juno.


Juno mengecup kening Amora sebelum pergi. Itu membuat Amora kaget dan tidak bisa menghindar lagi. Juno buru-buru masuk mobil sebelum Amora tersadar, sedangkan Sinta sudah masuk mobil terlebih dahulu. Amora semakin kesal, apalagi gaya Sinta seolah sengaja memancing kekesalannya dari kemarin.


Amora terus memperhatikan mobil tersebut berlalu hilang hilang dari pandangannya.


"Perempuan j@l@ng itu mau apa, sih? Kayaknya sengaja," rutuk Amora kesal. Dia sangat membenci keberadaan Sinta di samping Juno yang seolah seperti sok tahu dan lebih memahami Juno dari pada dia. Apalagi saat Sinta terkadang terlihat mengejeknya saat Amora tidak bisa lakukan sesuatu sebaik dia. Mengingat itu semua membuat Amora rasanya ingin ******* gadis itu ke tanah biar puas hatinya.


Saat tengah larut dalam kekesalannya tiba-tiba dia di kagetkan oleh nenek Juno yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangnya. Nenek menyentuh lembut bahu Amora dengan senyuman hangat terulas di wajah tuanya yang masih tampak anggun di usia senja itu dengan sebagai tongkat untuk membantu beliau saat berjalan. Amora membalas senyum itu dengan hangat.


***

__ADS_1


Sampai lah mereka di sebuah ruang yang kelihatannya menjadi tempat penyimpanan barang-barang lama. Beliau membuka sebuah kotak dan mengeluarkan sesuatu dari sana. Seperti album foto.


Lalu ia mengajak Amora duduk di sampingnya di sebuah sofa yang ada di salah satu sudut ruangan tersebut.


"Ini adalah keluarga kami dahulu. Ini ayah Juno, dia seorang pengusaha sukses bersama dengan kakek Juno mereka menjadi tim yang hebat dalam bisnis. Ini adik Juno, si kembar Arasya dan Arasy, dan ini adalah ibu Juno, dan ini nenek dan Juno, kami berdua foto bersama terlihat agak memisahkan diri saat berfoto waktu itu. Entah ini firasat atau suatu kebetulan karena setelah foto ini musibah itu terjadi, hanya nenek dan Juno yang selamat, karena nenek dan Juno ketinggalan pesawat saat itu. Nenek harus tinggal untuk menemani Juno yang sedang sakit. Dan mereka berlima pergi sesuai jadwal karena tiket yang sudah di pesan jauh hari. Saat mendapat kabar berita tentang kecelakaan tersebut, Juno bahkan tidak mau bicara berbulan-bulan, semua berantakan, termasuk bisnis keluarga kami. Saat itulah ayah kamu datang Amora. Dia yang merupakan sahabat akrab ayah Juno terus datang menghibur dan mengunjungi Juno, hingga Juno mau bicara lagi. Dia terus meyakini Juno dan menyemangatinya dengan membawanya tinggal bersama kalian saat itu. Kamu ingatkan waktu Juno tinggal sama kamu waktu kalian kecil? Saat itulah Juno baru saja berduka, tapi setelah itu Juno bisa bangkit lagi dan semua usaha keluarga kami pun nenek serahkan kepada ayah kamu untuk mengolahnya. Juno semenjak itu menjadi sosok yang sangat posesif terhadap orang-orang terdekatnya. Dia rela lakukan apapun yang nenek dan papa kamu minta, termasuk menikahi kamu. Kamu tau, sebenarnya Juno dan Sinta saat itu seperti ada sebuah ikatan, namun Juno segera menampiknya jauh-jauh saat dia tau, dia akan di jodohkan dengan kamu saat dewasa nanti. Dia terus belajar mencintai kamu, hingga dia terlatih untuk mengerti kamu dalam keadaan apapun. Dan apapun yang kamu lakukan kepadanya, Juno akan tetap terima. Jadi, nenek mohon jaga Juno ya, nenek mohon jangan lukai dia, karena dia tidak akan menyadari. Dia tidak akan menyadari jika kau menyakitinya Amora. Nenek lihat dia selalu menerima apapun yang kamu lakukan kepadanya. Nenek takut jika seandainya kamu benar-benar tidak mencintai Juno maka itu akan membuat Juno kembali seperti dulu. Jika kau benar-benar tidak bisa menerima dia, pelan-pelan lah mengatakannya," ujar nenek Juno seolah memohon. Amora kaget saat mendengar itu semua, dia seolah menyadari jika nenek Juno mengetahui semua yang terjadi antara dia dan Juno selama ini.


"Dia ahli waris keturunan kami satu-satunya. Karena itu, dia harus tetap hidup dengan baik apapun yang terjadi. Setidaknya berikan dia seorang anak agar garis keturunan kami tidak putus. Dia tidak bisa melihat wanita lain lagi, dia hanya mencintai kamu seorang Amora. Karena itu hanya kamu yang bisa," terang nenek Juno seraya menggenggam tangan Amora, membuat Amora menelan salivanya yang terasa pahit.


"Nenek kadang merasa takut jika dia merasa tidak di terima. Bagaimana pun juga, keluarga kamu tidak lah sebanding dengan Juno. Dia hanya dokter muda yang baru merintis karir, dan kebetulan dokter di sana cukup baik hingga mau membimbing dia sampai dia bisa di berikan kepercayaan lebih oleh pihak rumah sakit. Juno sering kali mendapatkan keberuntungan seperti itu. Semua orang semenjak kematian ayah dan ibunya seolah selalu membujuk dia dan bersikap baik padanya, memperlakukan dia dengan istimewa. Jadi, karena itu nenek takut, jika suatu saat dia di tolak, itu akan sangat melukai dia. Nenek ... Takut ... Ibu mu menolaknya ... Atau pun kamu juga ingin menolaknya," tutur nenek lagi. Amora sungguh tidak sanggup berkata-kata lagi. Nenek Juno benar-benar seolah-olah tahu yang sebenarnya. Dia seperti memiliki ikatan batin yang sangat kuat terhadap Juno.


"Ah, apa yang nenek omongin, sih. Ini pasti karena nenek sering sakit-sakitan akhir-akhir ini. Jadi pikiran nenek suka ngelantur kemana-mana," kekeh nenek lagi. Amora hanya tersenyum kaku mendengarnya, dia mulai berpikir lagi.

__ADS_1


'Apa serapuh itu jiwa Juno? Dia kelihatan nyebelin selama ini. Malahan aku yang sering di aniayanya,' rutuk Amora membatin.


BERSAMBUNG...


__ADS_2