Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Cinta dan berbagi kasih yang sama


__ADS_3

Amora terbangun matahari sudah tinggi dan terang. Cahaya sudah masuk sangat menyilaukan matanya. Ia mencoba menutupi wajahnya dengan bantal agar cahaya matahari tak lagi menyilaukan, karena gorden yang sengaja kepala pelayan Ros sibak untuk membangunkan nyonya mudanya itu.


Ibu Amora sudah mulai jengah mengatasi tingkah Amora. Jadi ibunya meminta Ros untuk membangunkan Amora kembali. Dari pada pusing sendiri dengan tingkah Amora, ibunya lebih memilih untuk mengecek hotel dan restorannya saja, yang mana kebetulan suaminya pun sedang tidak ada. Itu jauh lebih bermanfaat dari pada berdebat dengan Amora yang sedang suka cari masalah sekarang.


Ros merupakan kepala pelayan sekaligus pengasuh Amora sejak kecil, karena Amora yang sudah dewasa ia pun di alihkan tugas menjadi pengatur segala macam bentuk kegiatan para pelayan di rumah Amora sekaligus untuk menjadi mata-mata ayah dan ibu Amora saat mereka tidak ada di samping Amora.


Amora mencoba menutupi wajahnya dengan selimut, tapi segera di tarik oleh Ros. Amora bangkit dengan kesal. Dia duduk dan menatap Ros dengan tatapan kesal. Rambut Amora yang ikal itu menutupi sebagian wajah cantiknya dengan mata yang separuh terpejam karena menahan silau sinar matahari.


"Suamimu bahkan biasanya sudah bangun dari pukul 5 tadi pagi. Dia berolahraga, sarapan dan membereskan semua sendiri. Apa kamu tidak malu dengan dia yang laki-laki tapi lebih telaten mengurus dirinya sendiri di bandingkan dengan kamu yang semua harus di layani pelayan, bahkan bangun pun kamu harus di ingatkan, mandi pun harus di paksakan baru mau. Kapan kamu bisa bersikap dewasa? Menjadi GM di hotel besar pun tidak bisa mendewasakan kamu. Menikah pun malah membuat tingkah kamu semakin parah. Kapan kamu bisa sadar?" omel Ros dengan gaya tenang tapi tatapannya tetap tajam menghunus kearah Amora. Amora tidak menjawabnya, dia langsung menghempaskan tubuhnya kembali ke ranjangnya.


"Aku ingin bercerai dari laki-laki itu. Aku tidak menyukainya, dia nyebelin! Bahkan semalam nggak pulang lagi dan nggak ngasih kabar," seru Amora membela sikapnya. Dan balik kesal karena semalam Juno kembali tak pulang dengan alasan menemani neneknya lagi, membuat dia semalam kembali tidak bisa tidur.


"Dia bahkan tidak kamu beri kesempatan untuk mendekat, aku yakin kamu tidak tau apa-apa tentang dia. Kamu sibuk dengan perasaan kamu sendiri. Jadi, wajar kalau dia tidak betah di rumah. Dia juga pengen pulang ke rumahnya,"


"Dan itu!" tunjuk Rossa pada koper milik Juno. "Dia bahkan tidak bisa menyimpan barang-barang miliknya di lemari karena kamu buang semua kalau dia keluarkan barang-barang dia. Bagaimana kalian bisa berkomunikasi kalau sikap kamu seperti orang kesetanan setiap sama dia," omel Ros lagi. "Kamu masih mengharapkan Horner? Dia sudah balikkan sama mantan istrinya, sebentar lagi pasti mereka akan nikah lagi. Terus kamu mengharapkan apa dari dia? Berharap jadi istri ke duanya? Apa kamu mau menjadi wanita ke tiga?" tambah Ros dengan tatapan kesal seraya berkacak pinggang menahan amarahnya terhadap majikan mudanya ini.

__ADS_1


Ros memang tahu segalanya karena dia stalker sejati di kehidupan Amora. Dia mata-mata handal walau dia kelihatannya hanya duduk di rumah, tapi dia bisa memberikan laporan detail kepada ayah Amora jika Kevin ayah Amora meminta laporan tentang apa saja yang Amora lakukan di luar sana. Karena itu selama ini Amora tidak bisa terlalu bebas.


"Setidaknya dia tau bagaimana cara nya buat nggak nyebelin, aku selalu tenang waktu sama dia, nggak kayak sama si bangsat itu, tiap ada dia aku selalu dibuatnya kesal," ucap Amora tidak mau kalah.


"Bisa atau tidaknya seorang laki-laki terhadap wanita, tergantung bagaimana wanitanya. Kalau wanitanya seperti babi luka kayak kamu, jelas dia bingung bagaimana caranya mendekat. Tiap kali dia mendekat kamu mengamuk tidak karuan," ucap Ros seraya menarik paksa selimut Amora.


"Sekarang bangun dan mulai lah bersikap seperti manusia normal. Jangan bersikap seperti orang gila begini. Sekarang ibu dan ayah kamu sudah tidak di sini. Jadi yang harus kamu hadapi sekarang adalah aku," ucap Ros menantang dan menarik Amora paksa agar segera bangkit dan membersihkan dirinya.


Amora bangkit dan melangkah ke kamar mandi dengan langkah yang terseret paksa. Ros masih memperhatikan tingkah majikan mudanya ini. Walau dia sangat menyayangi Amora tapi dia juga keras terhadap Amora.


Di kamar mandi Amora melihat Juno menyangkut peralatan mandinya pada sebuah bag gantung yang ia gantung semua jadi satu di dalam satu wadah itu. Dia tidak mencampurnya dengan peralatan Amora.



Lelaki itu walau terlihat suka memaksa Amora dan selalu bersikap menyebalkan. Tapi, dia masih tau malu dengan batasannya. Bahkan, pakaiannya masih ia simpan di koper dan tidak berani ia paksa simpan di lemari karena Amora menolaknya. Mulai ada rasa kasihan di hati Amora, tapi jika melihat semua anggota keluarga terus memaksa dia menerima Juno itu malah membuat dia kembali berbalik arah.

__ADS_1


"Biarin, dia juga nyebelin," gumam Amora lalu melanjutkan mandinya seraya menepis tas yang berisi perlengkapan mandi milik Juno itu hingga berayun.


***


Selesai mandi, Amora merasa sangat segar. Karena sudah beberapa hari ini bahkan Amora menolak untuk mandi karena ia ingin menghindari Juno. Dia berusaha membuat Juno ilfill dan tidak nyaman dengannya. Tapi, saat dia berusaha menjauhi Juno dia malah kadang merindukan lelaki itu juga. Namun, gengsi lah yang membuat dia berbalik arah.


Amora melirik ke tas koper besar berisi barang-barang milik Juno itu lagi. Juno sempat memindahkannya ke lemari tapi dengan kasarnya Amora membuang semua. Setelah Amora membuang semua barang-barang Juno dari dalam lemarinya, Juno tidak pernah lagi memasukkan barangnya kembali ke dalam lemari.


Walau ibu Amora sempat menegur Amora akan hal tersebut. Amora tetap tidak menggubrisnya. Dan Juno lebih memilih untuk mengalah.


Sekarang mau tidak mau Amora pun harus menurut. Semua orang mulai keras padanya. Memang selama ada orang tua Amora, Ros tidak begitu mengatur Amora karena dia segan terhadap ayah dan ibu Amora. Tapi saat orang tua Amora tidak ada maka Ros berperan penting dalam mengatur Amora. Ayah dan ibu Amora sangat jarang ada di rumah karena sibuk mengurus bisnis mereka yang ada di mana-mana bahkan di luar negeri.


Dan Amora sesekali di tugaskan untuk mengawasinya hanya jika ibunya benar-benar tidak sempat saja. Walau pekerjaan Amora kadang banyak di ambil alih oleh asisten dari pada ia kerjakan sendiri. Karena itu tidak lepas dari sikap Amora yang masih kurang dewasa dan sekarang semenjak ia menikah dengan Juno dia sudah tidak bekerja lagi. Semua sudah di ambil alih oleh ibunya sepenuhnya untuk sementara waktu hingga dia menemukan orang yang tepat sebagai pengganti Amora.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2