Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Kedatangan Yang Tak Terduga


__ADS_3

Juno tengah menikmati makan malamnya, tiba-tiba handphone nya berdering. Juno segera mengambil handphonenya yang berada tidak jauh darinya. Dia melihatnya ternyata itu adalah Kevin ayah mertuanya.


"Iya Pah!" jawab Juno.


"Amora kabur dari kemaren, Jun. Dia nekat nyusul kamu sendirian. Ini Papa baru tau pagi ini. Coba kamu susul dia ke bandara, ya," ucap Kevin terdengar panik. Belum sempat Juno menjawabnya, di luar sudah terdengar ketukan pintu.


"Bentar, Pah. Ada yang datang," tutur Juno. Ia pun melangkah untuk membuka pintu. Ada rasa penasaran di hati Juno siapa gerangan tamunya malam-malam begini. Mengingat dia tidak kenal siapapun selain Kevin di sini.


Saat ia membuka pintu, alangkah terkejutnya Juno melihat sosok tamunya. Seorang wanita cantik tengah berdiri di hadapannya dengan senyum merekah.


"Pah, Amora udah nyampe sini," lirih Juno dengan tatapan tidak percaya dan senyum sumringah Amora yang langsung memeluk Juno saat pintu terbuka. Juno langsung lupa dengan sambungan telponnya karena kaget dengan kemunculan Amora tiba-tiba.


"Jun, aku kangen," serunya yang langsung berhamburan ke pelukan Juno dengan tangis haru.


"Kamu kabur?!" tanya Juno melepaskan pelukan Amora dan menatap mata basah Amora tajam.


"Habis aku kangen kamu, tapi, papa nggak bolehin aku nyusul," kilah Amora manja dengan memanyunkan bibirnya.


"Kamu gila, ya. Pergi sejauh ini sendirian dalam keadaan hamil tua lagi. Kalo terjadi sesuatu gimana?" omel Juno seraya menyeka air mata istrinya itu, namun tatapannya tetap saja terlihat kesal dengan kenekatan Amora. Amora mulai terlihat kesal karena terus disudutkan.


"Kamu juga pergi tanpa izin aku. Apa kamu juga nggak mikirin keadaan aku waktu itu? Gimana aku dan bayi kita bisa bertahan! Kamu juga nggak mikirin kita, kan. Kalo aku sampe nekat nyusul kamu sekarang apa sesuatu yang berlebihan?" seru Amora karena merasa usahanya sejauh ini malah seperti tak di hargai.


Juno jadi tidak tega lagi mengomelinya. Dia segera membawa Amora kembali ke pelukannya.


"Kamu jahat, Jun. Kamu ninggalin aku sendirian melalui semua. Saat semua orang pergi ke dokter kandungan bersama suaminya aku malah sama mama papa. Saat semua orang senam hamil di dampingin suami, aku malah sama Ros kalo nggak mama. Kamu juga nggak tau gimana terpukulnya aku waktu tau kamu nggak ada. Kamu jahat, Jun!" Isak Amora histeris di pelukan Juno.

__ADS_1


"Iya, aku minta maaf," bujuk Juno seraya memeluknya erat hingga tangis Amora mereda.


***


Amora segera masuk dan Juno membawa barang bawaan Amora masuk. Dia menatap kesekeliling ruangan. Dia menyisir pandangannya ke setiap sudut ruang penginapan. Tidak ada yang berubah, semua masih disusun dengan cara yang sama. Amora membalikkan badannya menatap Juno yang masih diam menatapnya dengan tatapan datar.


"Semua masih sama kayak dulu, ya." tutur Amora. Juno hanya tersenyum tipis. Dia segera menuju kamar membawa barang bawaan Amora ke kamar. Dan di ikuti oleh Amora dari belakang yang terus di bawa kenangan honeymoon mereka dulu.



Amora duduk di pinggir ranjang dan di ikuti Juno setelah menaruh tas Amora di salah satu sudut ruangan kamar.


"Kamu nggak apa-apa kan, sepanjang perjalanan nggak terjadi turbulensi kan?" tanya Juno seraya mengelus lembut perut Amora.


"Ada 2 kali, tapi untungnya kru pesawat semuanya baik. Mereka semua selalu di samping aku dampingin aku saat itu terjadi. Mereka terus nenangin aku. Mereka semua baik kayak saudara sepanjang perjalanan," terang Amora dengan seulas senyuman. Juno pun tersenyum dan mengecup kening Amora hangat. Dan di balas Amora dengan kembali memeluk suaminya itu.


"Kamu baru juga nyampe, istirahat lah dulu," cegah Juno yang hendak bangkit


"Kamu bilang kangen kan? Kenapa sekarang malah berubah? Apa kamu punya wanita lain selama ini sebagai pengganti aku sampe kamu nolak aku kali ini?" tuding Amora kesal membuat Juno mengernyitkan keningnya.


"Demi tuhan aku nggak pernah macam-macam selama ini Amor ... " ucap Juno terputus yang segera di sumpal Amora mulutnya dengan ciuman tiba-tiba dari Amora. Juno tak bisa menghindarinya lagi, Amora bertindak sangat agresif padanya. Dia benar-benar tidak bisa di tahan lagi, walau Juno sudah berkali-kali mencoba mencegahnya, Amora tetap dengan aksinya. Dia malah semakin berani membuka pakaiannya dan juga pakaian Juno.


Juno benar-benar seperti di paksa Amora untuk menuntaskan h@sr@tnya malam ini juga tanpa menunggu besok. Bagi Amora dia sudah cukup lama menahan diri selama beberapa bulan ini, dan Juno harus membayarnya segera saat ini juga.


Dia terus memancing h@sr@t Juno dengan ke agresifannya. Juno yang memang sudah lama merindukannya tak bisa memunafikkan bahwa dia juga menginginkannya walau cara Amora terlihat agak berbahaya bagi kandungannya. Juno hanya bisa mengikuti keagresifan Amora yang membuat Juno seolah mati kutu jadinya karena sikap tak terkendali Amora, hingga mereka benar-benar menikmatinya sebagai malam yang panas untuk suasana dingin malam ini.

__ADS_1


Amora terus memacu malam ini dengan sangat liar, dia yang yang menguasai permainannya. Juno hanya bisa pasrah menatapnya seraya menikmati permainan Amora dengan terus mengendalikan Amora agar lebih berhati-hati.


Amora puas saat mendapati Juno bisa melampiaskan semua padanya malam ini. Sesuatu yang selalu gagal ia lakukan saat Juno sebelum pergi meninggalkannya dulu. Dia tersenyum menatap Juno sebelum ia melepaskan diri dari Juno. Juno pun tersenyum menatapnya dengan tatapan sayunya. Setelah beberapa saat menenangkan dirinya baru ia melepaskan dirinya dari Juno dan tidur di samping Juno yang segera menyelimuti tubuh istrinya itu. Amora kembali memeluk Juno erat.


"Kok agak sakitnya bagian perut aku waktu nyampe klimaksnya tadi," tutur Amora seraya memegangi perutnya.


Juno segera meraba perut Amora yang agak mengeras.


"Kamu pasti mengalami kontraksi, karena 0rg@sm3 bisa membuat ibu hamil mengalami kontraksi. Makanya hati-hati," nasehat Juno. Amora hanya tersenyum mendengar penjelasan Juno itu.


"Habis aku kangen sama kamu. Tapi, dia nggak apa-apa kan?" tanya Amora lagi terhadap janinnya.


"Nggak apa-apa kayaknya. Tapi lain kali hati-hati dan pelan. Jangan kayak tadi," nasehat Juno seraya mencubit hidung Amora. Amora pun tersenyum seraya memeluk Juno erat. Juno membalasnya dengan balas memeluk Amora. Mereka akhirnya bisa tertidur juga.


Setelah beberapa saat Juno kembali ingat jika dia harus memberitahu keadaan Amora pada mertuanya. Juno segera mengambil baju piyamanya untuk mencari handphonenya dan saat sudah dapat ia segera menelpon ayah mertuanya.


"Pah, Amora baik-baik saja. Sekarang dia lagi tidur," ujar Juno dari seberang telpon.


"Syukur lah, kalian tinggallah di situ beberapa hari lagi, jangan langsung pulang, nanti Amora kelelahan,"


"Iya, Pah,"


Setelah itu Juno pun segera mematikan sambungan telponnya dan kembali ke ranjang menghampiri Amora yang sudah tidur terlebih dahulu. Tidurnya terlihat sangat nyenyak. Juno terus menatap wajah cantik itu ia mengelus wajah istrinya dan mencium keningnya kembali.


"Aku janji nggak akan ninggalin kamu, sayang," bisik Juno hangat pada Amora yang tertidur.

__ADS_1


"Hmmm... Perempuan nakal," gumam Juno lagi dengan seulas senyum hangatnya di akhiri dengan kecupan hangat di kening Amora.


BERSAMBUNG...


__ADS_2