Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Napak Tilas Yang Menyenangkan


__ADS_3

Mereka menikmati waktu jalan-jalan mereka di pasar. Jika dulu mereka berjalan terpisah karena Amora yang masih tak menyukai Juno, namun kali ini mereka berjalan bergandengan sepanjang perjalanan mereka.



Jika dulu untuk belanja Amora harus menahan diri karena tidak memiliki cukup uang. Sekarang dia bisa belanja sepuasnya bersama Juno hingga tangan Juno penuh dengan kantong belanjaan Amora. Juno tidak bisa protes karena Amora sengaja melakukan itu untuk melampiaskan semua perbuatan Juno padanya. Juno memahami itu, Amora tengah cemburu pada Sinta.


"Kalo kamu habisin semua belanja kamu di desa kecil ini, kita bisa kelebihan bagasi pulang nanti dan kamu nggak bisa belanja lagi di Paris," ungkap Juno membuat Amora menghentikan aksinya yang belanja secara membabi buta sedari tadi.


Dia mulai berpikir lagi. Jika dia belanja sebanyak apapun di desa kecil ini tetap saja tidak akan sampai 4M lebih.


"Ok. Hari ini cukup. Tapi kita harus ke Paris habis ini dan aku mau belanja sebanyak kamu traktir Sinta bahkan lebih dari dia," senyum Amora penuh arti. Juno memicingkan matanya mendengarnya pernyataan Amora, dia pikir Amora sudah tidak akan cemburu lagi pada Sinta. Tapi ternyata Amora masih saja mencemburui Sinta.


"Dia udah nikah dan kita juga sebentar lagi punya anak, tapi kamu masih aja nggak mau kalah kayak anak kecil, cemburuan lagi." Sontak membuat Amora membalik badan dan menatap Juno tajam. Juno yang sudah kelelahan menenteng belanjaan Amora sedari tadi tidak memperdulikan tatapan mengerikan Amora padanya.


"Aku capek, lapar dan pengen istirahat. Kita cari restoran dekat sini yang bisa bikin kenyang dan enak. Kita bisa makan di sana. Kemaren aku makan di ....," Juno belum selesai bicara Amora sudah berjalan mendahuluinya dan menuju restoran kecil mereka dulu yang kebetulan tengah ada di hadapan mereka saat ini. Amora langsung masuk tanpa menunggu Juno menyelesaikan ucapannya.


"Aku mau Rosti yang ada di sini. Aku kangen sama Rosti di sini," serunya yang langsung mencari bangku kosong dan duduk. Juno hanya bisa menarik nafas panjang dengan tingkah Amora seharian ini.


Mereka kembali memesan Rosti seperti yang pernah mereka pesan dulu di sana. Amora memakannya dengan penuh kenikmatan dan kenangan saat ia bersama Juno dulu. Kenangan yang dulunya terasa sangat menyebalkan kini terasa sangat indah. Dia menatap Juno, dulu dia melihat lelaki ini dengan tatapan jijik dan kesal. Tapi, hari ini di tempat yang sama dia bahkan tidak bisa membayangkan dia bisa hidup tanpa lelaki ini. Baru di beberapa bulan saja dia sudah separuh gila.



***

__ADS_1


Setelah puas berbelanja Amora dan Juno segera pulang dengan bawaan yang seabrek. Juno yang sudah kelelahan mengikuti mau Amora seharian hanya diam sepanjang perjalanan. Dia hanya menjawab sekenanya saja, itu malah membuat Amora gemas dengan tingkah Juno. Dia terus menempel pada Juno yang cemberut dan menggodanya dengan tawa dan candanya.


Sesampainya di rumah Juno langsung membanting tubuhnya ke atas ranjang untuk melepaskan penatnya. Sedangkan Amora dengan manjanya ikut terbaring di samping Juno.


Tidak butuh waktu lama Juno sudah tertidur. Amora yang tidak tau hanya heran tiba-tiba Juno terdiam sedari tadi, tidak menjawab pernyataannya dengan 'hmmm' dan 'ya' lagi. Dia menoleh ke samping ternyata Juno sudah terlelap dengan nafas teratur khas orang yang tertidur.


Ia terus memperhatikan wajah tampan suaminya itu. Sudah lama dia tidak menatap wajah tampan itu, sekarang saat wajah itu kembali di tatapnya pesonanya masih sama dengan dulu. Ukiran wajah terindah yang pernah Amora lihat. Dia menyentuh wajah suaminya itu dan menangkupnya dengan tangan kanannya. Dia tersenyum dan mengecup lembut bibirnya yang tengah tertidur itu. Juno tidak bereaksi, mungkin karena Juno benar-benar sudah terlelap dan kelelahan.


"Aku sayang banget sama kamu, Jun. Jangan tinggalin aku lagi, ya. Cukup sekali ini kita jauhan, aku nggak mau lagi. Aku nggak sanggup, Jun." Gumam Amora yang tanpa sadar menitikkan air matanya. Saat menyadari ada air mata yang menetes dari matanya ia segera menyekanya dengan tawa kecil bahagia. Dia kembali mencium dan memeluk suaminya itu. Ia tertidur di samping Juno, dia juga kelelahan setelah seharian berkeliling bersama Juno di pasar tadi.


***


Saat bangun hari sudah mulai gelap dan Amora tidak mendapati Juno di sampingnya lagi. Dia segera bangkit perlahan, dia agak kesulitan dengan perut buncitnya itu. Hingga dia butuh waktu beberapa saat untuk bangun dan bersiap mencari sosok Juno.


Amora tidak mendapati Juno dimana-mana di penginapannya. Dia sudah berkeliling hingga dapur namun tetap tidak menemuinya. Hingga seseorang tiba-tiba membuka pintu dan ternyata itu adalah Juno.


"Dari luar cari angin segar, kebetulan ada David juga jadi kita lama ngobrol tadi," terang Juno seraya menghampiri Amora dan mencium keningnya serta mengelus perut Amora yang langsung di jawab tendangan kecil janinnya yang membuat kedua tertawa.


"Dia kesel kamu ninggalin kita tadi," terang Amora seraya mengelus perutnya.


"Iya, maaf. Tadi ayah bosen nungguin bunda kamu bangunnya kelamaan, sayang," tutur Juno dengan menyetarakan tingginya dengan perut Amora seolah tengah bicara pada bayi yang ada di perut Amora. Amora tertawa dan mengelus lembut kepala Juno.


"Aku udah bikin sesuatu buat kamu, kita makan dulu, ya," ajak Juno seraya menggandeng Amora menuju dapur. Amora dengan antusias segera mengikuti Juno ke dapur.

__ADS_1


Ternyata selama Amora tidur tadi Juno sudah menyiapkan makan malam untuk mereka. Terlihat omelet dan beberapa masakan sudah terhidang di atas meja. Amora dan Juno menikmatinya berdua.


Setelah selesai dengan makan malam, mereka duduk di depan perapian. Juno mulai menyalakan kerapian untuk menghangatkan malam mereka yang mulai terasa sangat dingin.



Amora terus memperhatikan Juno yang berusaha menyusun kayu perapian agar mudah di nyalakan. Jika dulu dia selalu menghindari Juno di kamar saat ini bahkan dia tidak bisa berpisah sebentar saja dengan Juno. Dia sangat takut kehilangan lelaki lembut ini. Bagi Amora tidak ada cinta yang sempurna seperti cinta Juno padanya. Mereka jatuh cinta sedari kecil dan tetap terjaga hingga saat ini.


"Nggak ada wine?" tanya Amora pada Juno yang baru selesai menyalakan perapian.


"Itu alkohol nggak bagus buat dia," ujar Juno seraya mengusap perut Amora. Amora tertawa mendengarnya, dia juga tau akan hal itu. Hanya saja dia ingin menggoda Juno untuk mengingatkan Juno akan kenangan masa lalu mereka dulu.


"Lagian aku nggak butuh itu lagi buat dapatin kamu," lanjut Juno yang membuat Amora mengernyitkan keningnya.


"OOO... Jadi itu bener akal-akalan kamu? Jadi itu bagian dari rencana kamu buat ngelakuin itu sama aku?" tuding Amora.


"Nggak. Itu emang beneran buat hangatin badan awalnya, nggak taunya kamu malah mabuk, ya udah. Aku hanya memanfaatkan kesempatan yang ada aja," kilah Juno. Amora hanya tertawa mendengar pembelaan Juno itu.


Sedangkan Juno masih menatap Amora dengan tatapan yang hangat. Hingga Amora sadar bahwa Juno tengah memperhatikannya tanpa mengalihkan pandangannya sedari tadi. Ia pun segera menghentikan tawanya dan menatap Juno balik yang di sambut Juno dengan memegang dagu Amora dan mendekatkan wajah mereka berlahan hingga perlahan bibir mereka mulai bersentuhan.


Malam itu mereka menghangat kan tubuh mereka bukan dengan wine lagi tapi dengan kehangatan mereka berdua di depan perapian.


Akhirnya bulan madu yang indah itu terwujud juga di malam itu. Takdir seolah mengembalikan mereka ke tempat itu kembali untuk mewujudkan apa yang pernah mereka buat berantakan di masa lalu. Walau dengan cara yang sedikit harus jaga-jaga karena Amora yang tengah hamil.

__ADS_1


Malam yang semakin larut tak terasa bagi mereka berdua, mereka berdua sudah tidak perduli apapun lagi. Mereka semakin larut dengan cumbuan mereka. Hingga Juno merasa mereka harus ke kamar sekarang, mereka tidak mungkin melakukannya di sana. Ia pun menggendong Amora ke kamar sama seperti dulu, namun kali ini Amora dalam keadaan sadar dan terus menatap Juno yang terus menatapnya juga yang tengah di gendongan Juno.


BERSAMBUNG...


__ADS_2