Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Mabuk yang Menggairahkan


__ADS_3

Di sisi lain Juno terlihat terlalu banyak minum bersama teman-temannya. Amora yang melihat gelagat mabuk dari Juno pun segera merebut gelas Juno. Juno menatap Amora dengan tatapan sayu.


"Udah, kamu mulai teler, tuh," tegur Amora. Ia pun meninggalkan Juno untuk menemui ayahnya.


"Pah, pulang, yuk. Juno udah mulai mabuk, tuh bareng teman-temannya," rengek Amora. Kevin pun menatap ke arah tempat Juno yang di tunjuk oleh Amora. Kevin pun segera permisi dengan teman-temannya untuk menghampiri menantunya itu.


"Udah, Jun," tegur mertuanya itu. Kali ini Juno menghentikan minumnya. Mereka pun segera bersiap untuk pulang. Juno yang mabuk mulai terlihat kacau tapi masih bisa menguasai dirinya walau matanya mulai berat. Ayah mertuanya pun mengambil alih untuk menyetir. Kali ini Amora dan Juno yang duduk di bangku penumpang.


Juno tipikal mabuk yang tidak banyak bicara, dia tidak mengatakan apapun kecuali Amora yang terus terlihat kesal karena Juno mabuk.


"Apaan sih, nggak bisa nolak apa, kan kamu tau itu alkohol. Aku nggak suka kamu biasa mabuk-mabukkan gitu, Jun," omel Amora. Juno hanya diam tak bergeming, dia tengah seperti orang ling-lung karena mabuk.


"Sudah, Amora. Toh Juno tidak mabuk setiap saat, hanya kali ini saja dia mabuk, kan. Tadi itu karena dia ngumpul sama Roki anaknya si empu pesta, mungkin mereka lagi buat pesta mereka pula tadi sama circle nya. Biarlah sesekali, Mor," ucap Kevin seraya tersenyum kearah Juno yang tampak tak perduli.


Dona yang melihat itu semakin tak menyukainya. Suami nya selalu membela Juno, dia terlihat sangat sulit menyalahkan Juno.


"Pah, nanti berhenti ke minimarket, ya. Ada yang mau mama beli," pinta Dona. Tak lama mobil mereka pun berhenti di sebuah minimarket. Ke in dan Dona pun masuk ke minimarket meninggalkan Amora dan Juno di mobil. Sesaat Juno menatap Amora yang masih tampak kesal itu.


"Aku cuman minum dikit, tapi terlalu keras aja tadi, makanya aku agak pusing," bela Juno pada dirinya sendiri. Seraya tangannya menyentuh paha mulus istrinya yang terbuka itu dan segera di tepis Amora. Juno tersenyum dan mendekati Amora dan langsung mencumbu bibir merah istrinya itu tanpa sempat Amora hentikan karena itu terjadi tiba-tiba. Amora berusaha menahan Juno tapi masih kalah kuat. Juno terus melakukannya dengan tangannya yang menyentuh dada Amora yang memang memakai pakaian terbuka dengan belahan dada rendah itu hingga dengan mudah ia menjangkaunya dan menyentuhnya dengan sekali singkap, Amora membelalakkan matanya dengan aksi Juno, apalagi ayah dan ibunya tampak semakin mendekati mobil mereka, Amora mulai panik dengan sekuat tenaga dia berusaha mendorong tubuh Juno yang semakin liar itu.

__ADS_1


"Jun, Papa datang," ujar Amora susah payah karena Juno yang masih saja dengan aksinya. Amora semakin panik saat ayahnya terlihat semakin mendekat. Dia mendorong Juno sekali lagi sekuat tenaga, dan di detik hampir mendekat Amora berhasil mendorong Juno dan segera membenahi gaunnya yang tersingkap. Dia kaget saat Juno terlihat meringis kesakitan karena sempat terantuk pada bagian keras sisi mobil. Amora pun segera menghampirinya.


"Maaf, sayang. Maaf," seru Amora tepat saat ayah dan ibunya baru masuk mobil.


"Ada, Amor?" tanya ayahnya bingung, begitu pula ibunya.


"Nggak, Pah. Ini Juno ke jatuh tadi," ucap Amora gugup seraya mengecek keadaan Juno yang masih meringis kesakitan itu.


"Makanya, hati-hati. Dia itu mabuk. Nggak apa-apa, kan?" tanya ayah Amora seraya menghidupkan lampu di dalam mobil.


"Nggak, Pah. Cuman ke jedut sedikit aja tadi," sanggah Amora cepat. Ayahnya pun langsung mematikan lampu tersebut kembali setelah memastikan semua baik-baik saja dan melanjutkan perjalanan pulang mereka.


***


Setelah sampai, Amora menarik Juno untuk keluar, Juno pun keluar dengan di seret oleh Amora. Kevin hanya tersenyum melihat tingkah ke duanya. Juno dengan sempoyongan berjalan mengikuti Amora yang terus menyeretnya menuju kamar mereka di lantai atas.


Butuh tenaga extra untuk Amora membawa Juno menuju kamar karena ia yang tengah mabuk. Juno seringkali terjatuh di anak tangga membuat Amora lama-lama menjadi kesal. Kevin yang memperhatikannya dari lantai bawah hanya tertawa seraya membuka jasnya dan memberikannya kepada istrinya.


"Mereka berdua itu tidak pernah berubah, masih saja suka ribut. Kalau mereka kakak adik pasti mereka kakak adik yang konyol sekali. Di nikahkan saja mereka masih suka ribut kayak anak kecil gitu," kekeh Kevin seraya membuka kancing lengan bajunya dan di tanggapi dingin oleh Dona. Dona segera menuju kamarnya sambil membawa jas suaminya itu dan di ikuti Kevin dari belakang.

__ADS_1


***


Di kamar Juno langsung melempar tubuhnya ke ranjang bahkan sepatu pun masih ia kenakan. Ia menatap Amora yang tengah kesulitan membuka kait kalungnya. Juno bangkit dan mendekatinya ia ambil alih tangan Amora yang tadinya sibuk membuka kait kalungnya. Kini Juno yang menggantikannya walau dengan wajah telernya. Karena dia juga mabuk, membuat ia kesulitan membuka pengait kalung tersebut, bukannya membuka Juno yang sedikit kesal itu malah menyentaknya hingga putus dan menaruhnya di atas meja rias Amora. Amora mengambil kalung berlian miliknya yang terputus dengan tatapan tidak percaya, mulutnya ternganga menatap kalungnya dan Juno yang tengah menyunggingkan senyum ke arah Amora. Amora menatap Juno geram.


"Kamu! Bukan bantuin malah ....," Pekik Amora terputus, karena di detik selanjutnya Juno menyumpal mulut Amora dengan ci*man yang liar dan kuat. Amora terbelalak nyaris kehilangan nafasnya, ia mendorong tubuh Juno dan bangkit dari kursinya, hingga kini ia terjatuh di pangkuan Juno yang kini gantian duduk di kursinya.


Juno menarik gaun Amora dengan satu tarikan, hingga gaun hitam milik Amora itu terlepas dan membuat Amora nyaris tak mengenakan apapun kecuali G-string kecil berwarna hitam tersebut. Itu membuat Juno bisa dengan bebas menjamah tubuh polosnya. Amora terdiam, ia merasa geram tapi juga tak bisa membantah jika ia tak bisa menolak sentuhan Juno pada tubuhnya.


Kini ia menikmati sentuhan liar itu bahkan terkesan membiarkannya dengan des@han kecil dari bibirnya. Ia meremas rambut Juno menahan gejolak di dada yang menderanya. Juno bangkit dan mengangkat tubuh istrinya itu ke ranjang.


Ia membuka jasnya dan membuangnya sembarangan, Amora membantu Juno membuka pengait gesper milik suaminya itu dan membukanya hingga kini mereka sama polos. Saat Amora mendekatkan wajahnya ke area pribadi milik Juno, Juno menahannya. Dan menggeleng. Meng-kode dengan telunjuknya bahwa dia tidak menginginkan itu. Amora pun mengurungkan niatnya. Juno membaringkan tubuh istrinya itu.


Amora tersenyum tipis, walau mabuk, Juno masih menjaga moralnya dalam berhubungan. Tentu sebagai seorang dokter ia sadar betul jika yang akan Amora lakukan tadi tidak baik untuk kesehatan Amora sendiri. Lelaki ini tetap menjaganya sepenuh hati walau dalam keadaan dia tak baik-baik saja. Amora memeluk suaminya itu hangat dan kembali fokus ke permainan liar mereka.


Kini mereka sama polos tak sehelai benangpun menutupi tubuh mereka. Amora tak ingin tinggal diam, ia membalikkan tubuh Juno dan balik menguasai permainannya. Ia menikmati wajah penuh h@srat suaminya itu, terlihat jelas sekarang. Sangat menggoda dengan tubuh atletis Juno yang menambah kesan seksi dan menggoda.


Tak butuh lama posisi itu sangat menguntungkan Amora, membuat ia cepat merasakan kepuasannya. Juno membalikkan tubuh Amora hingga membelakanginya dan mengangkat sedikit tubuh lemas Amora itu dan kini gantian ia yang menikmati puncak dari permainan gila mereka malam ini.


Benar-benar malam yang gila untuk keduanya. Juno yang setelah selesai biasanya ia akan ke kamar mandi tapi kali ini ia langsung tertidur terkulai lemas di samping Amora. Amora tersenyum dan menyelimuti tubuh suaminya itu seraya memeluknya dan mencium bahu polosnya dengan penuh cinta. Ia memeluk lekat tubuh Juno yang tengah tidur tertelungkup di sampingnya. Karena terlalu mabuk, kondisi fly barusan membuatnya langsung terlelap setelah itum

__ADS_1


Amora kini sangat mencintai pria yang sangat usil padanya ini. Ia membenahi posisi tidur Juno sebelum ia juga ikut tidur di sampingnya. Sesaat kantuk pun juga menyerangnya hingga ia pun tertidur.


BERSAMBUNG...


__ADS_2