Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Perjalanan Pulang


__ADS_3

Hari ini Juno dan Amora sudah harus meninggalkan Swiss. Sebelumnya sesuai janjinya, Juno akan membawa Amora ke Prancis untuk berbelanja. Amora sangat senang, tapi tidak dengan Juno. Juno tau betul Amora sangat ahli dalam menghabiskan uang untuk berbelanja. Apalagi ini di landasi dari kekesalan Amora yang tidak mau kalah dari Sinta yang Juno belikan mobil dan rumah.


Sesampainya di kota Paris, Amora langsung menuju toko-toko langganannya yang terkenal dengan harga barangnya yang mentereng.


"Kamu yakin mau beli tas kecil ini 300 juta?" seru Juno membelalakkan matanya tidak percaya.


"Yakin!" jawab Amora dan menyerahkan tas tersebut untuk di belinya ke pada seorang pelayan yang mengikutinya sedari tadi.


"Kamu traktir orang lain nggak lihat harga, tapi sama aku kamu pelit banget," rutuk Amora.


"Ini bukan masalah pelit atau nggak. Kalau memang nggak butuh banget mending nggak usah. Toh apa yang aku punya semua juga jadi punya kamu. Aku kasih Sinta hampir 4 M tapi sisanya kan punya kita semua. Apa perlu kamu nggak mau kalah sampe segininya?" Amora menatap Juno.


"Iya, sangat perlu. Agar aku tau integritas aku jauh lebih penting dari pada Sinta di hadapan kamu. Kalo kamu nggak mau juga nggak apa-apa, aku bisa balikin semua. Dan itu artinya Sinta jauh lebih penting bagi kamu di bandingkan aku. Buktinya kamu mau belanjain Sinta di kota kecil itu dengan barang seharga 4M tapi aku di kota besar dan negara maju kayak gini nggak kamu izinin belanja 4M," sanggah Amora. Juno tidak bisa membantah lagi sekarang, dia lelah bila harus berdebat dengan perempuan yang tengah cemburu buta seperti Amora.


***


Selesai berbelanja mereka pun segera kembali ke hotel mereka. Dan bersiap untuk kepulangan mereka ke Indonesia keesokan harinya. Juno yang menyusun barang-barang jadi pusing sendiri dengan barang-barang mereka yang jadi seabrek karena ulah Amora. Semua barang-barang belanjaan Amora sudah terlalu banyak saat ini.



Juno tanpa berkata-kata menatap Amora tajam yang di balas Amora dengan senyuman santai tersungging dari bibir manisnya. Jika saja Amora tidak tengah hamil mungkin sudah lama dia tinggalkan saja dia di Paris agar dia tau repotnya mengurus bagasi di bandara dengan muatan lebih seperti ini.

__ADS_1


"Ini barang bisa aja di tolak pihak bandara karena udah terlalu over. Kalaupun bisa kita bakal bayar sewa beban bagasi lagi nanti nyampe bandara, yang pasti nggak murah," keluh Juno. "Kamu itu paling pinter bikin repot, tau nggak," omel Juno terus seraya mengemasi barang-barang mereka serapih mungkin agar tidak banyak memakan tempat, sedangkan Amora hanya duduk santai di Sofanya.


***


Saat mereka pulang Juno sengaja mengambil kelas utama karena sadar bawaan mereka yang banyak dan demi kenyamanan Amora juga. Mereka bisa lebih nyaman di kelas utama dengan fasilitas lengkap dan pelayanan yang istimewa dari pihak maskapai penerbangan.



Juno terus mengomel sejak keberangkatan mereka tadi. Karena Juno membayar biaya tambahan yang cukup mahal karena ulah Amora. Amora sama sekali tidak menunjukkan raut wajah penyesalan dan takut dengan kekesalan Juno. Baginya tidak ada hal yang lebih menakutkan dari pada di tinggal Juno berbulan-bulan tanpa kabar. Jadi, jika saat ini Juno terlihat kesal dan sering mengomel itu tidak apa-apa. Dia malah menyukai itu, dia suka mendengar Juno mengomelinya karena membuat dia merasa Juno ada di sampingnya. Oleh karena itu walau Juno terus mengomel dia tetap tersenyum tenang. Hingga Juno lelah dan tertidur sendiri di samping Amora.


"Aku senang kamu omelin dari pada kamu diemin kayak dulu. Ini jauh lebih nyaman bagi aku, dari pada nggak dengar suara kamu sama sekali," ungkap Amora seraya mengelus manja wajah Juno dengan jari lentiknya. Lalu ia mengecupnya lembut dan tertidur seraya terus memeluk lengan Juno.


***



Juno tiba-tiba teringat akan percakapannya bersama David tempo hari sebelum kedatangan Amora ke Swiss.


"Kamu ingat nggak? Kamu pernah bilang kalo waktu aku luka gara-gara kamu sambit guci waktu di kamar itu kamu biarin semua orang liat aku dalam keadaan nggak pakek pakaian," ujar Juno membuat Amora berpikir. Dan ia kembali ingat, ia tersenyum simpul sambil menikmati makanannya.


"Hmmm... Aku ingat. Terus David ngomong apa?" tanya Amora penasaran.

__ADS_1


"Dia bilang waktu itu yang pakein baju aku itu kamu, dan nggak ada orang lain di kamar waktu itu selain kamu sampai kamu selesai pakein aku pakaian. Kamu bohong kan dengan bilang di sana liatin aku dalam keadaan nggak pakek apa-apa sama semua orang?" lanjut Juno lagi yang membuat Amora tertawa.


"Emang. Aku bo'ongin kamu. Habis kamu nyebelin," jujur Amora. Juno pun tertawa mendengar pengakuan Amora.


"Gimana sih perasaan kamu sama aku waktu itu? Kamu itu nolak aku tapi kamu nggak pernah ngadu macam-macam sama orang lain tentang kita. Bahkan hanya kita yang tau kejadian sebenarnya di pernikahan kita," tanya Juno.


"Nggak tau. Aku benci sama kamu, cuman aku nggak mau orang lain ikut campur ataupun menghakimi kamu. Aku mau hajar kamu sendiri, dan nggak tau kenapa juga aku malas libatin orang lain dalam permasalahan kita. Mungkin juga kayak yang pernah kamu bilang. Mungkin aku sebenarnya sayang sama kamu, cuman kamu nyebelin dan aku gengsi buat ngaku," ungkap Amora dengan senyum dan tatapan hangatnya pada mata Juno. Yang di sambut Juno dengan senyuman hangat pula.


"Lalu kenapa kamu selingkuh sama Horner?" Seketika Amora hilang senyumnya.


"Karena aku kasihan dengan Raya. Rasti itu egois, tapi nggak tau kenapa aku nggak ngerasain perasaan apa-apa waktu sama Horner waktu itu, aku juga nggak yakin betul kalo aku masih sayang sama Horner waktu itu. Aku hanya kasihan dengan Raya yang pastinya,"


"Kalo sama aku?" tanya Juno balik.


"Nggak tau kenapa kalo sama kamu, walau kamu nyebelin, aku nyaman waktu kamu peluk aku saat kita tidur. Aku malah sempat ketempat nenek cuman buat aku nggak kepikiran kamu terus gara-gara kamu jarang pulang," aku Amora lagi. "Mungkin aku memang jatuh cinta sama kamu selama ini. Buktinya, aku bisa gila kehilangan kamu, tapi aku biasa aja waktu tau Horner akan nikah lagi sama Rasti." Juno tersenyum mendengar pernyataan Amora.


"Orang yang paling kita benci, bisa jadi orang yang paling kita sayang sebenarnya. Cuman karena kita lagi marah sama dia jadi perasaan kecewa kita bisa menutupi perasaan kita yang sebenarnya." Kali ini Amora menatap Juno dengan tatapan teduh, Juno menyambutnya dengan mengelus tangan istrinya itu dan menciumnya hangat. Amora pun tersenyum bahagia di perlakukan begitu hangat oleh Juno.


Tidak terasa waktu panggilan keberangkatan mereka sudah terdengar. Amora dan Juno pun kembali menuju pesawat mereka untuk melanjutkan perjalanan kepulangan mereka. Kali ini Juno sudah terlihat tidak kesal dan mengomel lagi. Dia menjaga Amora dengan sangat baik sepanjang perjalanan mereka. Bahkan ia menggengam tangan Amora erat saat ada turbulensi karena khawatir.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2