Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Penantian Anggota Baru


__ADS_3

Pagi ini Amora tampak sibuk menyiapkan keperluan Juno, dia mulai sering bangun pagi untuk melayani keperluan Juno. Dia hilir mudik mencari sesuatu keperluan suaminya itu dengan semangat. Dari sepatu, kaus kaki, pakaian lengkap yang siap Juno kenakan. Seragam putih kedokterannya, baju kemeja dan celana dasarnya semua sudah Amora siapkan. Dia tersenyum puas saat melihat semua beres ia kerjakan.


Kini saat nya ia membangunkan suaminya itu.


"Jun, bangun sayang. Kamu nggak berangkat kerja? Nanti telat ,loh," ujar Amora lembut di telinga Juno dengan kecupan manjanya membuat Juno perlahan terbangun dan mulai membuka matanya. Ia mengusap wajahnya dan melihat Amora di sampingnya tengah menatapnya dengan jarak yang dekat. Juno pun segera membawa istrinya itu ke pelukannya. Amora berteriak kaget karena mendapat serangan tiba-tiba itu. Dia membalas pelukan suaminya itu dengan ciuman keras di pipi Juno, Juno tersenyum mendapat perlakuan manis itu di pagi hari. Amora tersenyum senang dengan reaksi Juno.


Puas bermain-main akhirnya mereka segera menghentikan candaan mereka, karena mereka harus segera bersiap-siap lagi sekarang.


"Udah, kamu bangun lagi. Nanti kamu telat. Bukannya kamu ada poli umum pagi ini?" ujar Amora dengan kecupannya lagi. Juno tersenyum mendapatkan perlakuan manis begitu di pagi hari.


"Ahh... Jadi pengen tidur terus rasanya," ujar Juno seraya menggeliatkan tubuhnya khas seseorang yang bangun tidur.


"Hemmm... Bangun. Kamu harus kerja, kamu harus nafkahin aku dan nantinya juga anak kita .... Hmmm... Kapan ya aku hamil dan kita bisa punya anak." Amora mulai menghayal akan hal itu. Ia tidur terlentang di atas perut Juno. Juno mengelus lembut rambut istrinya itu sambil mendengar cerita Amora.


"Aku mau dia panggil aku bunda dan kamu ayah. Nanti kita akan buat dia jadi anak yang manis dan nggak nakal. Dia pasti pintar kayak kamu, dan cantik kayak aku ...." Juno hanya terkekeh mendengarnya seraya terus mengelus lembut kepala istrinya itu dan mencium tangannya. Amora yang malah terbawa perasaan dengan khayalannya sendiri terkekeh dan berbalik memeluk Juno dengan malu.


"Nanti suatu saat kita pasti punya anak. Sabar aja dulu, aku juga nggak sabar, punya anggota keluarga baru, aku capek berdua terus sama nenek selama ini. Aku pengen ada nama anggota baru di KK kita." Senyum Juno. Amora mengerti perasaan Juno, dia pasti sangat kesepian selama ini karena hidup tanpa keluarga nya.


"Sayang jangan sedih, sekarang kamu punya aku. Aku nggak akan ninggalin kamu, aku janji, apapun yang terjadi, walau kamu usir aku sekalipun, aku nggak akan pergi, aku akan tetap sama kamu, aku janji," ungkap Amora bersungguh-sungguh. Juno hanya tertawa mendengarnya dan mengecup sekilas bibir istrinya itu.

__ADS_1


"Udah, aku mau mandi lagi," Juno bangkit dan mulai bersiap-siap lagi. Amora hanya menatap suaminya itu dengan senyuman cantiknya dalam posisi masih berbaring di ranjang dengan baju tidurnya.


***


Selesai semua mereka berdua pun turun menuju meja makan untuk sarapan. Sudah ada ayah dan ibu Amora yang juga sudah menunggu untuk sarapan bersama. Amora terlihat begitu telaten menyiapkan setiap kebutuhan suaminya dari tadi. Dona hanya memperhatikannya dalam diam, sedangkan Kevin tampak senang dengan perubahan Amora.


"Hahaha ... Papa senang, kamu sekarang sudah mengerti dengan tanggung jawab kamu sebagai seorang istri. Kalau seperti ini kan enak di liatnya. Nanti kalau papa pergi papa nggak khawatir lagi ninggalin kalian di rumah," tutur Kevin dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya sedari tadi.


"Oh ya Juno. Malam ini kita ada acara ulang tahun pernikahan pemilik Jhonson Royal hotel. Jadi kita ke sana malam ini jam 8 malam, ya. Kalian berdua jangan lupa siap-siap juga,"


"Iya, Pa," jawab Juno dengan seulas senyum. Sedangkan ibu Amora masih tampak dingin tanpa suara.


"Itu hotel bintang 5 kan, Pah? Hmmm... Aku harus ke salon dulu nih buat siap-siap," tutur amora antusias Juno hanya tersenyum mendengar pernyataan Amora.


"Aku rajin mandi sekarang, cuman kalo kamu nggak ada di rumah baru aku nggak mandi," nyengir Amora yang membuat Juno dan ayahnya terkekeh mendengarnya. "Ya buat apa mandi toh aku juga di rumah seharian nggak ngapa-ngapain, kecuali aku keluar, baru aku cuci muka buat makeup-an," tambahnya lagi.


"Jorok tau nggak, nggak ngapa-ngapain juga tetap harus mandi," tukas Juno.


"Kebanyakan mandi itu bikin kulit kering karena sering kena sabun. Liat kulit aku, lembab dan halus, itu karena jarang kena sabun." Amora melakukan pembenaran.

__ADS_1


"Terserah kamu, yang penting kalo lagi sama aku kamu harus mandi," tutur Juno lagi seraya melahap makanannya.


"Dia dari dulu memang jorok, Jun. Papa pikir dapat jodoh dokter bisa bikin dia sadar kebersihan, ternyata nggak ngaruh juga," tutur Kevin mengundang tawa yang lainnya.


***


Setelah sarapan mereka semua pun segera berangkat kerja ke tempat masing-masing. Sekarang tinggal Amora dan ibunya saja di rumah. Ayah Amora memang sekarang sedang ambil alih semuanya karena ibu Amora hanya bekerja di saat suaminya sedang tidak ada saja. Jadi, jika ayah Amora sedang ada maka ia pun libur.


Amora dan ibunya tampak tengah mengobrol santai di ruang keluarga.


"Kamu kenapa tiba-tiba bisa akur sama Juno? Bukannya kemaren-kemaren kamu nggak suka sama dia?" tanya ibunya penasaran.


"Buat apa, Mah aku ngejar Horner lagi. Dia mau balikan sama Resti. Dia bilang sendiri kemaren di rumah sakit, lagian aku sama Juno juga udah terlanjur serahin semuanya sama dia." tutur Amora santai.


"Kamu benar-benar bisa lupain Horner?" tanya ibunya lagi seraya memegang kedua tangan putri kesayangannya itu.


"Nggak tau," ungkap Amora seraya tertunduk. Tapi ia segera mengangkat wajahnya dan menatap dalam mata ibunya "Tapi ... Akan aku coba, Mah. Aku nggak mau hidup di bayangan dia lagi. Mungkin belum sepenuhnya aku bisa, tapi akan aku coba buat kasih kesempatan buat Juno. Karena ... Dia baik dan dia juga udah nggak punya siapa-siapa lagi. Mungkin papa benar, Juno layak buat dapat kesempatan. Apa salah nya di coba, kan," tutur Amora lagi, ada gurat keraguan di wajahnya yang terlihat jelas. Ibunya mengangguk dengan expresi yang tampak masih meragukan pernyataan putrinya barusan.


"Mah, nyalon aja, yuk. Ntar di buru waktu lagi," ajak Amora.

__ADS_1


Di sambut anggukan oleh ibu nya. Mereka pun segera bersiap untuk ke salon dan bersiap-siap lagi. Pesta malam ini pasti akan di hadiri olah banyak para jutawan dan elite. Jadi Amora tidak mau kalah untuk itu, dia akan tampil maksimal malam ini.


BERSAMBUNG...


__ADS_2