Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Dengarkan Aku


__ADS_3

Amora mulai mengumpulkan ingatannya dengan apa yang terjadi padanya semalam. Dia ingat dia pergi ke klub, mabuk dan di hampiri 3 pria. Sesaat Amora mengingat semuanya. Dia menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuh polosnya. Dia ingat dia di bawa lelaki itu ke suatu ruang dan memaksanya meminum sesuatu.


Mengingat itu Amora mulai panik. Ya, itu lah yang ia ingat. Tapi juga ada Juno yang membawanya ke hotel dan memaksanya meminum sesuatu. Tapi, kenapa sekarang dia di rumah dan dalam keadaan seperti ini? Kalau memang pria-pria itu melakukan sesuatu padanya Juno tidak mungkin setenang itu pagi ini.


Amora semakin pusing dengan alur ingatannya membuat dia semakin pusing. Tapi ... Yang jelas dia kelihatannya berhubungan berkali-kali dengan seseorang, itu dapat ia rasakan sekarang dari area pribadinya yang terasa agak perih dan sakit, pasti ia lakukan berkali-kali. Apa mungkin dia sempat lakukan juga dengan ke lelaki itu?


"Nggak, nggak, nggak mungkin. Nggak mungkin aku lakuin sama mereka. Itu nggak mungkin dan nggak boleh," pikir Amora yang mulai ketakutan sendiri.


Eh, tapi jika dia lakukan dengan ketiga lelaki itu mana mungkin Juno mau menyentuhnya setelah itu. Pasti Juno akan jijik kan. Apa iya Juno mau bersamanya setelah bersama lelaki lain. Dia menemui Horner saja Juno marah besar, mustahil Juno mau menerima hal seperti ini setenang tadi.


"Argh...." Teriak Amora mulai pusing mengingatnya.


"Apa yang tejadi sih semalam?" sekelebat ia ingat memang Juno lah yang bersamanya bukan lelaki itu. Ia ingat Juno mengeluh dan marah padanya saat mereka bersama. Dia juga mulai ingat jika Juno sempat menyebutnya maniak.


"Semalam dia maki aku terus, kan. Dia juga marah-marah. Aku yakin aku cuman lakuin sama dia kan. Tapi gimana aku bisa lepas dari ke 3 berandalan itu?" Amora mengambil handphonenya. Dia memeriksa pesan yang ia kirim pada Juno.


Ia tersenyum saat melihat pesannya. Ternyata dia sempat memberitahu keberadaannya pada Juno semalam saat mabuk.


"Hmmm... Pasti dia nyusul aku semalam. Syukur lah aku bersamannya semalam, bukan berandalan itu," ucap Amora dengan seulas senyum. Dia mulai bangkit dari ranjangnya dan mulai memunguti pakaiannya dengan sedikit pusing di kepalanya.


Saat dia melirik ke nakasnya, dia melihat sekotak obat aneh. Dia mengambil obat itu dan mulai berpikir lagi. Sekarang dia paham kenapa dia bisa begini.


"Hmmm... Jadi gini ceritanya," ujar Amora seraya menggenggam botol obat yang Juno minum semalam dengan tatapan kesal. "Dasar gila," rutuk Amora dan membuang botol obat itu ke tempat sampah.


Selesai membersihan diri dia menuju walk in closednya untuk mengganti pakaiannya. Alangkah kagetnya dia saat mendapati ruangan itu sangat berantakan. Semua barang berhamburan karena Juno yang kelabakan mencari pakaiannya tadi pagi. Juno memang belum hapal dengan tempat penyimpanannya karena baru Amora simpan semua barangnya, dan di tambah lagi selama ini Amora lah yang selalu mengambilnya untuk Juno. Padahal baru saja beberapa hari lalu ia menyusun semuanya.

__ADS_1


"JUNO!!!" teriak Amora histeris.


***


Di rumah sakit Juno harus menghadapi satu masalah lain lagi. Yaitu Sinta, Sinta tiba-tiba tidak masuk pagi ini. Entah apa yang terjadi pada gadis itu setelah kejadian semalam dia kelihatannya memilih untuk menghindari dia sekarang. Karena pagi ini mendadak tidak bisa di hubungi dan di telpon kerumah pun nenek bilang dia sudah berangkat pagi tadi, tapi kenyataannya Sinta tidak ada di rumah sakit. Rasanya semua masalahnya sedang berada di puncaknya bagi Juno saat ini.


Juno mengusap wajahnya kasar seraya bersandar di sandaran kursinya. Dia lelah setelah dari poli umum, apalagi semalam dia juga kurang tidur karena mengurus Amora. Tiba-tiba pintu ruangan Juno di ketuk oleh seseorang.



"Masuk," sahut Juno dari dalam seraya membereskan mejanya yang sedikit berantakan. Ternyata itu adalah Amora. Juno seketika menghentikan kegiatannya, matanya terpaku menatap kedatangan Amora.


"Kamu lagi nggak sibuk, kan?" tanya Amora.


"Maaf soal semalam. Dan ... Maaf juga buat masalah aku sama Horner waktu itu. Sudah beberapa hari ini kamu diemin aku," ujar Amora dengan ragu-ragu. Juno mengernyitkan keningnya.


"Terus kenapa? Bukannya aku nggak penting? Kan ada laki-laki lain yang bisa pegang tangan kamu dan peluk mesra kamu di tempat aku kerja yang bisa buat kamu tenang dan kamu harapkan kehadirannya. Sangat berakhlak sekali kalian. Kalau bisa bercinta lah di depanku, aku juga mau lihat seperti apa kamu saat bergairah dan berhasrat. Nggak kayak sama aku, kamu lebih seperti manekin mati," rutuk Juno yang membuat Amora terdiam


"Kami memutuskan hubungan kami kemarin, dan berjanji tidak akan bertemu lagi. Aku berencana untuk bersama kamu dan dia akan bersama Rasti," tutur Amora.


"Lakukan apapun yang kalian suka, aku tidak perduli," tutur Juno dingin. Lalu mengambil stetoskop nya dan berlalu meninggalkan Amora yang terpaku melihat reaksi Juno barusan. Amora menyusul Juno keluar dan mengejar Juno dengan langkah panjangnya yang membuat Amora harus separuh berlari mengejarnya hingga berhasil menarik tangan Juno.


"Aku mau bicara, bisa kan? Jangan ngambekan kayak anak kecil kalah rembutan mainan gini," omel Amora, Juno segera menepis tangan Amora dan berlalu begitu saja.


"Ih, apaan sih dia," tutur Amora mulai kesal dan mulai lelah dengan sikap Juno. Amora mengambil botol minuman bekas di tempat sampah di sampingnya dan ....

__ADS_1


TUNG...


Tepat mendarat di kepala Juno. Juno terdiam sesaat hingga akhirnya ia pun berbalik menatap Amora dengan tatapan geram dan nafas yang tak beraturan menahan emosinya.


"Aku udah panggil kamu baik-baik tadi, tapi kamu yang sok-sokan. Kenapa tunggu aku teriak baru kamu mau balik, HAH? Apa kamu ...." teriak Amora terputus karena mulutnya sudah di dekap Juno dengan tangannya, ia mendorong Amora hingga ke sudut dinding. Amora tidak ke habisan akal, dia menggigit tangan Juno. Hingga Juno melepaskan nya karena kesakitan.


"Auwh...," ringis Juno seraya mengibas-ibaskan tangannya yang di gigit Amora.


"Kamu itu kayak anak anjing, tau nggak," rutuk Juno kesakitan.


"Aku itu lagi pengen nangis dari kemarin, tapi liat kamu malah buat aku kesal tau nggak, kamu bisa nggak ngertiin aku, aku butuh orang buat bisa nenangin aku, Horner kemarin bilang aku perusak rumah tangganya, hingga buat anak dan mantan istrinya kayak gitu. Dan semalam aku hampir di lecehin sama orang yang nggak aku kenal. Pagi ini aku bangun dalam keadaan sakit dan pusing, terus lihat sikap kamu nyebelin udah berhari-hari ini tambah bikin aku pengen marah, kesal dan NANGIS ...." teriak Amora mulai tidak tahan untuk tidak menangis.


"Kenapa kamu nggak ngerti-ngerti, sih. Aku juga udah capek, Juno. Apa semua yang nimpa aku masih belum cukup buat jadi hukuman bagi aku? Apa kamu akan benar-benar ninggalin aku demi Sinta? Harus berapa kali aku bilang kalo aku sama Horner udah nggak ada hubungan apapun lagi, JUNO!" seru Amora mulai putus asa. Juno mulai kasihan pada Amora yang sudah tersandar dengan rambut acak-acakan karena di acak-acakan nya tadi.


Dia berjalan mendekati Amora perlahan dan membenahi rambutnya yang berantakan. Ia membawa Amorake pelukannya. Amora pun menangis dengan keras di pelukan Juno seperti anak kecil. Juno terus mengusap kepala Amora dengan lembut. Hingga Amora tenang dan pelan-pelan tangisnya mengendur, perlahan tangan Amora terangkat membalas pelukan Juno dan mencium wangi aroma tubuh Juno.


"Semalam aku hampir gila kamu buat, aku ketakutan dan hampir bunuh orang karena kamu yang hampir jadi korban para bajingan itu semalam. Kamu nggak tau kan gimana takutnya aku semalam," bisik Juno pelan seraya terus mendekap istrinya itu. Amora hanya terdiam dalam tangisnya seraya mendekap erat tubuh Juno seakan tak ingin melepaskannya lagi.


Ini sudah cukup baginya. Dia tidak akan menyia-nyiakan suami terbaik dan tersabarnya ini lagi. Dia berjanji dia akan bersikap baik mulai saat ini.


"Maaf, aku janji nggak akan kayak gitu lagi. Tapi kamu jangan marah lagi," lirih Amora. Juno hanya tersenyum mendengarnya.


Kebetulan sudah jam makan siang. Juno pun mengajak Amora untuk makan siang di sebuah restoran. Juno melihat Amora sudah baikan. Dia tidak terlihat seperti pagi tadi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2