Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak
Berdamai Dengan Keadaan


__ADS_3

Rasti membawa mereka bicara keluar ruangan rawat Raya karena takut membuat keributan di hadapan Raya yang baru sembuh. Hingga tibalah mereka di sebuah bangku panjang di taman di luar rumah sakit tapi masih dekat dari sana. Mereka berempat kini saling berhadapan. Walau Juno tampak lebih memilih untuk menjaga jarak dan tidak terlalu terlibat. Walau dia masih duduk di samping Amora. Dia lebih memilih untuk diam sebagai pendengar.


"Aku mau balikin semua barang-barang ini. Karena aku udah nggak mau nyimpannya. Karena jika di buang begitu saja juga sayang. Mau aku kasih ke orang-orang sekitar aku rasanya kurang pantas. Aku pasti masih lihat barang-barang ini nantinya waktu mereka pakek. Jadi, aku putuskan buat balikin ke kamu aja. Jadi, aku harap kalian jangan salah paham. Aku tidak akan mengganggu kehidupan kalian lagi, aku ingin memulai hidup baru ku bersama suamiku mulai saat ini," ungkap Amora.


"Rasti. Maaf untuk semua yang sudah terjadi. Aku nggak berniat rebut Horner, karena waktu itu yang aku tau kalian sudah pisah. Jadi, itulah kenapa aku mau menjalin hubungan bersamanya. Soal Raya juga aku tidak berniat mengambilnya dari mu, aku hanya menyukai anak pintar itu. Dia nyenengin buat di ajak main. Dan ... Kau Horner, semoga kau bisa menjadi kepala keluarga yang lebih bijak lagi, jangan ada Amora lain lagi didalam rumah tangga kalian yang kau undang masuk." Seketika Rasti memeluk Amora erat dengan tangisnya.


"Terimakasih Amora. Maaf jika selama ini aku udah kasar sama kamu. Aku doa in semoga kamu bahagia bersama suami mu juga ya!" tutur Rasti dengan tangis haru dan air mata bahagia. Juno menggenggam tangan Amora yang segera di sambut Amora dengan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu.


Setelah hari itu mereka sepakat untuk berdamai. Tidak akan ada lagi pertengkaran dan pertengkaran diantara mereka mulai saat ini.


"Oh, ya. 1 Minggu lagi kami akan menikah. Jika kalian tidak keberatan, datanglah. Setidaknya kamu bisa bertemu Raya hari itu. Karena dia selalu menanyakan kamu," ujar Rasti dan menatap Horner sekilas seolah meminta persetujuan Horner, Horner hanya tersenyum seolah menyetujuinya.


Amora menatap Juno seolah meminta persetujuan Juno. Juno hanya mengedikkan bahunya menyerahkan semua keputusan kepada Amora. Amora pun mengangguk setuju.


"Baiklah, aku akan tunggu kedatangan kamu dan dokter Juno juga," ujar Rasti antusias.


Setelah puas mengobrol mereka pun memutuskan untuk mengakhiri obrolan mereka. Karena hari yang sudah mulai semakin gelap. Mereka berpisah dan pergi dengan mobil masing-masing. Amora bersama Juno dan Rasti bersama Horner. Mereka sepakat untuk memulai lembaran baru lagi dengan hati tenang dan damai mulai saat ini.


***


"Makasih, ya. Kamu mau anterin aku nemuin Horner dan Rasti. Aku janji mulai saat ini aku akan rawat kamu dengan baik selayaknya seorang istri. Tapi, kamu juga kalo pulang jangan malam-malam lagi. Aku nggak bisa tidur kalo kamu nggak ada," pinta Amora manja seraya menggenggam tangan Juno berjalan sepanjang lorong rumah sakit itu.

__ADS_1


Dia cukup kaget dengan pernyataan Amora yang menyatakan jika Amora ternyata merindukannya selama ini. Konyol nya dia masih saja mencari masalah dengan menemui Horner.


"Emang bener ya, cewek itu rumit. Kayak kamu ...," tuding Juno.


"Kenapa?" tanya Amora masih tidak paham.


Juno hanya tersenyum tanpa penjelasan. Entah lah, Amora mungkin selama nya adalah Amora. Wanita yang takkan mudah mengakui kekalahannya, yang akan terus menentang jika di tentang walau itu tidak berguna. Juno menarik nafas panjang dan melepaskannya.


***


Selesai dengan perjalanan mereka Amora dan Juno langsung pulang ke kediaman Amora. Amora terus menggandeng tangan suaminya itu. Ros yang kebetulan melihatnya sedikit menurunkan kaca matanya seraya mengernyitkan keningnya, dia masih tidak percaya dengan yang ia lihat, rasanya baru tadi pagi mereka terdengar ribut, tapi pulang-pulang sudah mesra.


"Hmmmhh... Sudah lah yang penting mereka tidak bertengkar lagi," tuturnya seraya berlalu dan kembali mengatur para pelayan di rumah besar bak istana itu.


Sedangkan Amora sesampai nya di kamar langsung di gendong Juno ala bridalsmaid dan melemparnya begitu saja keranjang. Amora yang kaget tersenyum dan tertawa menyambut kedatangan suaminya yang menghampirinya seraya melepas kancing kemejanya dan mencium lembut kening istrinya itu. Amora menutup matanya menikmati sentuhan hangat itu.


Sesaat ia membalik keadaan dengan membalik Juno yang kini di bawahnya, ia duduk tepat dia atas perut sixpack suaminya itu seraya membuka seluruh pakaiannya hingga hanya menyisakan pakaian dalam nya saja.


Juno menyaksikan aksinya di depan matanya itu dengan senyuman menyeringai. Ia mulai menc*MB*UI istrinya itu. Ia menyentuh dada indah itu dan mulai menyusurinya sedangkan tangannya yang satu sibuk mencari kancing pengaitnya. ia pun membukanya ia Amora terlihat toples


Ia bangkit dan mulai menyusuri tubuh istrinya centi demi centi dengan berlahan kini mereka benar-benar tanpa sehelai benangpun bahkan tak untuk seutas selimut. Mereka benar-benar menikmatinya dengan liar dan penuh gairah yang membara.

__ADS_1


Amora yang sebelum ini selalu menahan desahannya kini malah menggemakannya hingga keseluruh ruangan kamar besar itu. Kamar yang cukup besar itu untuk cukup kedap agar tak membuat nya terdengar keluar. Hingga mereka bisa bebas lakukan apapun yang mereka suka saat di kamar.


******* Amora yang menggema membuat Juno semakin bergairah dan semakin tak terkendali. Mereka seperti dua ekor ular yang tengah di pertarungan sengit yang membara dan mengga*rahkan.


"Aku tidak tahan lagi," bisik Juno pada telinga Amora dengan mata yang terpejam.


"Lepaskan saja," bisik Amora dengan senyum menyeringai dan sesaat kemudian benar saja ia merasakan sesuatu yang tumpah dalam dirinya bersamaan dengannya juga. Mereka benar diambang surgawi yang nyata. Mereka menikmatinya dengan lenguhan panjang yang mengga*rahkan.


Juno berhenti dengan aksinya dan Amora masih memeluk suaminya erat, hingga berlahan mulai mengendur dan ia menatap wajah Juno yang kini bersimbah keringat begitu pula dengannya.


Sebelum Juno melepaskan istrinya itu, ia pun mengecupnya lembut dan bangkit dari tempat tidur mereka menuju kamar mandi. Amora menatap kepergian Juno dengan langkah lunglai nya. Amora tersenyum puas menatapnya. Ia terbaring sejenak mengistirahatkan dirinya sebentar dan untuk membuat apa yang ia lakukan bersama Juno barusan tak berakhir sia-sia ia pun mengganjalnya dengan bantal. Setelah beberapa saat ia rasa sudah cukup lama, ia pun bangkit dan menyusul Juno ke kamar mandi.


Juno tampak tengah berendam di bath-ub menikmati air hangat dan busanya. Amora membersihan dirinya di bawah shower terlebih dahulu sebelum akhirnya ia ikut berendam di bathtub bersama Juno. Juno menyambutnya dengan pelukan hangat.


Rendaman air hangat itu cukup membuat mereka kembali rileks dan menyegarkan diri mereka.


"Hari yang melelahkan," ungkap Juno seraya mengecup kening istrinya penuh cinta. Amora menyambutnya dengan kecupan hangat di bibir Juno.


Memang merupakan hari yang melelahkan untuk keduanya. Tapi berakhir dengan indah sekarang. Keduanya akan memulai lembaran yang lebih indah dan berwarna mulai saat ini. Tidak ada lagi pertengkaran yang akan membuat mereka terluka satu sama lain lagi. Amora pun berjanji akan memperlakukan suaminya dengan jauh lebih baik mulai saat ini.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2