Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Tania dan Bimo


__ADS_3

Sementara di hotel GARDEN, Tania sedang berusaha menghubungi seseorang. Tania sudah mencoba menghubungi orang tersebut hingga sepuluh kali namun tak kunjung di angkat. Ia terus mengumpat kesal, hingga telepon yang ke-11 barulah tersambung dengan orang di sebrang sana.


"*****... kau dari mana saja, heh? Aku sudah bosan menghubungimu terus tapi kau tak kunjung mengangkatnya." ucap Tania dengan suara tinggi.


"Hey sayang, aku sehabis dari toilet tadi makanya tidak ku angkat. Apakah kau sudah berada di Indonesia? " tanya Bimo.


Bimo adalah kekasih Tania. Mereka menjalin hubungan sejak 2 tahun yang lalu. Bedanya Bimo dan Tyo adalah, karna Tania mencintai Bimo sedangkan bersama Tyo, Tania tidak ada rasa sama sekali. Ia hanya berniat menghancurkan Tyo dan segala aset yang di milikinya.


Bimo berhubungan dengan Tania berawal dari sebagai rekan kerja. lama kelamaan mereka saling mencintai dan akhirnya menjalin hubungan di belakang Tyo. Bahkan hubungan mereka sudah lebih seperti suami dan istri karena mereka sudah sering melakukan hubungan badan.


Tania merahasiakan dari Bimo kalau dia sudah memiliki kekasih, yaitu Tyo. Tania tidak mau melibatkan Bimo dalam rencananya untuk menghancurkan Tyo.


"Aku sudah sampai sejak siang tadi, jadi datanglah kehotelku, SEKARANG! " tegasnya


"Oke baiklah, aku tahu kau sudah tidak sabar untuk menikmati ku, bukan?"


"Kau diam lah, segeralah datang karena aku paling tidak suka menunggu."


"Oke oke, aku otw. Segera kirimkan alamat hotelmu sekarang."


"Akan aku share lock." Ucap Tania, kemudian telepon pun terputus.


Tania meletakkan ponselnya di atas nakas dan berjalan ke lemari tempat pakaiannya berada. Ia mengambil sebuah lingerie tipis berwarna merah dan membawanya ke dalam kamar mandi. Dengan segera ia melepaskan piyama mandinya dan memakai lingerie seksi tersebut.


Kemudian ia merias dirinya di depan cermin. Wanita itu tidak mau mengecewakan kekasihnya sebab mereka akan bersenang senang untuk malam ini.


"Besok aku akan masuk ke neraka, jadi aku harus bersenang senang malam ini." ucap Tania sambil memandangi dirinya dari pantulan cermin yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Ia terus memandangi bentuk lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan menggoda. Kemudian ia mendengar seseorang memencet bel kamarnya. Tania tersenyum dan berjalan membuka pintu, dilihatnya Bimo sudah berdiri dihadapannya. Tanpa aba-aba ia langsung menarik tangan Bimo untuk masuk ke kamar dan mengunci pintunya.


"Sayang aku sangat merindukanmu." Ucap Tania dengan gaya menggoda sambil memeluk Tubuh Bimo.


Bimo tersenyum mesum. "Wah-wah, sepertinya kau sudah tidak sabar."


Bimo menarik tengkuk Tania dan mencium rakus bibir Tania. Tania membalas ciuman tersebut dan mereka saling berpangutan. Lama mereka berciuman, hingga Tania yang melepaskan ciuman itu terlebih dahulu. ia sengaja melakukanya karena kekurangan pasokan udara.


"Sebelum kita melakukanya, ada baiknya kita menikmati wine itu terlebih dahulu." ucap Bimo menunjuk pada dua botol wine yang ada di atas nakas. Tania mengangguk, dan berjalan mengambil wine tersebut. Tania menuangkan wine tersebut ke dalam 2 gelas kecil dan membawanya kehadapan Bimo yang saat ini sudah duduk di sofa panjang yang ada dikamar tersebut.


Tania sudah menghabiskan tiga gelas wine. Kesadarannya masih tersisa setengah dan setengahnya lagi hilang entah kemana.


Tapi wanita itu tetap memaksakan diri berjalan ke toilet untuk membuang air kecil.


Melihat Tania yang sudah masuk kedalam toilet, lantas membuat Bimo dengan cepat melancarkan aksinya. Pria itu mengeluarkan obat tidur dari saku celananya dan memasukan nya kedalam gelas kosong milik Tania, kemudian mengisinya dengan wine.


"Kau pikir aku tidak tahu kalau kau akan menikah besok pagi." seringaian licik terbit di bibirnya.


Bimo berkata lirih.


Bimo sudah mengetahui dari orang suruhannya kalau Tania sudah memiliki kekasih lain dan akan menikah besok pagi. Ia berniat menggagalkan rencana Tania karena ia tidak menginginkan Tania menjadi milik orang lain selain dirinya.


Bimo melihat Tania keluar dari toilet dan dengan cepat Bimo memasukan kembali sisa pil obat tidur tersebut.


Tania kembali duduk di bangkunya dan meneguk wine tersebut. Bimo yang melihat itupun langsung tersenyum puas.


Bimo melihat Tania bangkit dari duduknya dan berjalan menghampirinya. Tania duduk di atas pangkuan Bimo, ia menunjuk nunjuk dada bidang Bimo. Sepertinya Tania sudah mulai kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


"*Bagus, obat tidurnya sepertinya sudah mulai bereaksi"


"Akan ku pastikan kau tertidur sehari lamanya*"


Batin Bimo


"Sayang sepertinya kepala ku sangat pusing, dan aku sudah mulai mabuk." ujar Tania sambil menatap Bimo.


"Kau tidurlah supaya pusing mu menghilang" Bimo mengusap lembut punggung Tania.


"TIDAK! aku mau malam ini kita bersenang senang karena besok aku harus memulai dramaku yang sesungguhnya" Jujur Tania.


Bimo yang mendengar itu pun menampilkan senyum liciknya.


"Apakah kau besok akan menikah?" Tanya Bimo Berpura pura bodoh.


"Hmmm, aku akan menikah dengan sibodoh itu,"


"Kenapa kau mau menikahinya? apakah kau juga mencintainya? "


"TIDAK!! Aku tidak mencintainya, melainkan sangat-sangat membencinya"


"Oke baiklah kalau begitu aku mengampunimu. Tapi aku tidak akan membiarkanmu menikah denganya. Aku sangat tidak ingin jika ada orang selain aku yang menikmati tubuh indahmu ini." ucapnya. Jari telunjuknya dibuat bergerilya menyusuri setiap sisi area sensitif Tania.


Tanpa mendengar jawaban Tania, Bimo sudah lebih dulu mencium dan ******* bibir Tania. Tania tak menolak karena memang ini yang di inginkannya. kemudian Bimo menggendong Tania menuju Ranjang. Ia menidurkan Tania dengan masih menciumnya.


Tanganya tak tinggal diam. Ia sudah merobek kasar lingerie yg dikenakan oleh Tania lalu membuka seluruh kain yang melekat ditubuh wanita itu.

__ADS_1


Bimo tersenyum memandangi bentuk lekuk tubuh Tania yang sudah tidak menggunakan sehelai kain pun. Kemudian ia juga melepaskan seluruh pakaiannya.


Setelahnya, terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Mereka saling bercumbu dan menikmati malam yang indah.


__ADS_2