
"Gimana? lo uda pamit sama mami untuk nanti malam gak?" tanya Dhea kepada Lia yang duduk disampingnya.
Saat ini mereka bertiga, yakni Ray, Dhea, dan Lia sedang berada di mobil menuju ke sebuah Mall untuk berbelanja ria.
Ray yang awalnya menolak ikut, hanya bisa pasrah ketika dipaksa oleh kedua gadis itu.ia memilih menyerah dan menjadi supir dari nona nona muda tersebut.
"Hmm, semalam uda gua kasih tau terus awalnya mami nolak. Tapi karena gua bilang perginya sama elu akhirnya bisa deh," terang Lia.
"Terus mami gak tau kalau lo mau perginya bareng kak Ryan? "
"Enggak deng,"
"Ah elah, goblok banget sih. Nanti kalau mami khawatir gimana? " tanyanya geram dengan sahabatnya itu.
"Santai aja kali, kakak sepupu gua juga kerja di kantor paman Tyo jadi bakalan dijaga gua."
"Cowok atau cewek?" tanya Ray sambil melirik Lia dari kaca depan.
"Heheh, cowok kak."
"Aku sih pengen ikut, tapi karena uda buat janji mau gak mau harus datang deh," ucap Ray dengan wajah sedih. Ia menyesal telah mengiyakan ajakan temannya yang membuat dirinya tidak bisa ikut di acara kantor Tyo.
"Gak papa kak, lain kali kan kita masih bisa party bareng bareng."
Ray tersenyum kecil menanggapinya, "Iya deh."
"Eh btw, kak Ray liburnya sampai kapan ya? " tanya Lia penasaran sampai kapan Ray berada di Indonesia.
"Hmm, gak tau deh. Aku juga masi bingung sampai kapan liburnya, hehhe." ucap pria itu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Aish kok gak tau sih, emang gak ada grup kelas ya?" tanya Dhea yang juga heran melihat pamannya yang satu ini.
"Hehe, aku keluar daru grupnya. Ribut banget." ucap Ray yang masih fokus menyetir.
"Eh kak Ray, di save donk kontak aku. Nambah nambah penonton story, hahah." ucap Lia tertawa garing.
Dhea hanya menatap sinis sahabatnya itu.
Penonton story katanya, kontak udah mau penuh aja gak ada puas puasnya. batin Dhea.
Ya, Lia Dan Dhea merupakan salah satu selebgram yang cukup terkenal. Tentu saja bisa, sebab dengan kecantikan, mereka bisa menambahkan daya tarik viewers.
__ADS_1
"Nih, masukin aja nomor kamu dan langsung di P in ya." kata Ray sambil mengambil hp nya dari saku celana dan memberikan kepada Lia.
Lia menerima dan mulai membuka hp iPhone terbaru Ray yang tak memakai password.
"Kok gak dikunci kak?" tanya Lia.
"Males, heheh."
Lia membuka aplikasi WhatsApp Ray, seketika ia terkejut melihat ribuan pesan yang belum sama sekali dibaca oleh pemilik hpnya.
"Kak, kok banyak banget pesan pesannya. Trus banyak nomor yang gak dikenal, dan kayaknya cewek semua deh." Ucap Lia yang mulai mens rolling satu persatu pesan yang masuk ke ponsel Ray.
"Biasa, Kak Ray kan model disana." potong Dhea.
"Hah, model? sriusan?" tanya Lia tak percaya.
"Iya, Oma kemaren cerita kalau kak Ray uda jadi model sejak masih sma kelas 1 disana." balas Dhea yang mulai memainkan hpnya.
Dhea melihat ada satu notif pesan masuk dari Tyo.
Uncle Tyo
Kamu dimana?
Me
Lagi diperjalanan mau ke mall sama Lia dan Kak Ray.
Dhea menunggu jawaban Tyo namun tak kunjung dibalas. Hanya di read saja oleh Tyo. Gadis itu memilih meletakkan kembali hp nya ke dalam tas nya dan menatap kearah jalan.
"Wish, enak donk kak. Promosiin aku donk di instagram kakak, yayay." bujuk Lia memajukan tubuhnya untuk mendekat kearah Rat yang sedang menyetir.
"Hah?"
"Aku mau jadi selebgram kak."
"Bukanya lo uda selebgram ya, dengan followers 2 juta lebih?" tanya Dhea.
"Maunya banyakan lagi de."
"Maruk lo!"
__ADS_1
"Boleh kok, nanti aku Pm kan kamu ya." ucap Ray kemudian memarkirkan mobil diparkiran mall.
Kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki area mall yang tampak sedang ramai. Iyalah ramai, nama juga mall. Kalau sepi mah kuburan itu namanya. hahaha
"Kak Ray uda punya pacar gak sih?" tanya Lia disela sela berjalannya.
"Hehehe, belum sih. Males aja pacaran, tapi kalau kamu mau aku juga mau kok." ucap Ray terang terangan mengakui perasaannya.
Namun Lia hanya menganggap perkataan Ray sebagai candaan.
"Hihi, bisa aja kak Ray. Ntar aku baper kakak tanggung jawab yah."
"Hahah, aku kan serius ngomongnya,"
"Masa sih?"
"Udah udah, mending kita langsung beli keperluan nanti malam nya," ucapnya menengahi kebucinan dua orang didekatnya.
Dhea mengentikan langkahnya dan mendekat kearah Ray lalau berkata.
"Kakak kalau nembak Lia, nanti aja ya terus dia itu gak suka bunga tapi suka makanan." ucapnya berbisik tepat ditelinga Ray.
"Siap laksanakan," balas Ray semangat.
Lia yang sudah berjalan duluan didepan menyadari kalau tidak ada Dhea disampingnya. Lantas ia menoleh dan mendapati Dhea yang sedang berbisik ditelinga Ray.
"Woy woy, main tinggal aja." katanya tak suka.
"Udah yuk buruan, nanti keburu baju bajunya habis lagi." ucap Dhea beralasan.
"Yuk!"
Akhirnya mereka bertiga pergi ke salah satu toko baju terkenal yang ada di Mall tersebut. Ray senang melihat kedua wanita itu yang memilih pakaian dengan cepat.
Mereka berdua memang beda dari cewe cewe lainya.mereka tidak suka yang ribet, dan memilih langsung ke intinya saja.
Like.
Komen
Vote yang banyak banyak.
__ADS_1
Semoga kalian suka.