
Di pagi hari yang cerah, Dhea sudah bersiap dengan pakaian yang rapi, begitupun dengan Tyo.
Pagi ini, mereka berencana untuk pergi ke rumah sakit untuk mengecek kehamilan Dhea karena semalam Tyo sudah membuat janji dengan dokter pribadinya.
Sebenarnya Tyo bisa saja mendatangkan Dokter tersebut kerumahnya, hanya saja Dhea memaksa untuk pergi ke Rumah sakit. Alasannya adalah, agar mereka bisa sama seperti pasangan suami istri lainya. Yang pergi berdua bersama ke Rumah sakit untuk mengecek kondisi kandungan bayi mereka, sangatlah romantis.
"Pasangin donk sayang," pinta Tyo agar Dhea mau memasangkan dasinya.
Dengan senang hati Dhea memasangkan dasi Tyo. Dan setelahnya, dia berjinjit untuk mengecup bibir suaminya itu.
"I Love You Hubby," ucap Dhea sambil tersenyum manis.
"I Love You to, baby."
***
Setelah Tyo berangkat kekantor, Dhea langsung menuju ke kamar mandi. Dia melakukan aktifitas mandinya seperti biasa.
Saat ini dia benar benar bahagia. Bagaimana tidak? setelah dokter mengatakan kalau dia sedang mengandung Hasil buah cintanya dan Tyo.
Setelah selesai mandi, Dhea bergegas berpakaian. Ia mengenakan Rok Biru selutut, dipadukan dengan Kaos Gucci kesayangannya. Kemudian, dia turun ke lantai bawah hendak menonton.
Wanita itu membuka kulkas dan mengambil buah mangga yang sudah dipotong kecil kecil, dengan segelas susu putih dan membawanya ke ruang Televisi.
Saat ini Dhea ingin menonton Film Drama korea kesukaannya. Sudah lama sekali Dia tak menontonnya, dan jadilah sekarang adalah waktu yang tepat.
Ketika Dhea sedang asik menonton, tiba tiba bel pintu rumah berbunyi. Dia berpikir itu adalah Lia.
__ADS_1
Wanita itu melangkahkan kakinya menuju pintu dengan senyum yang masih merekah diwajahnya.
Dia membuka pintu, dan perlahan lahan senyum nya menghilang berubah menjadi ketakutan. Tubuhnya menggigil setengah mati melihat orang yang berdiri di depannya.
"Wah, Kenapa wajah mu berubah seperti itu? Dasar kau ini perempuan perebut Kekasih orang." Tania berkata seolah olah Dhea adalah orang ketika di antara mereka. Namun kenyataannya, adalah sebaliknya.
Ya! orang tersebut adalah Tania Frederic. mantan kekasih Tyo.
Dhea hanya bisa mematung, ia tak berniat membuka suara. Saat ini ia benar benar merasa ketakutan. Takut Tania melakukan hal yang tidak tidak sehingga membahayakan kandunganya.
"Tak menjawab juga rupanya!" Tania tersenyum licik. "Baiklah kalau begitu," katanya menatap tajam Dhea.
Tanpa aba aba, Tania mendekat kearah Dhea dan langsung menjambak Rambut panjang gadis itu. Dia dengan sadisnya terus menarik kuat rambut Dhea.
"Aww, sakit!" Rintih Dhea saat merasakan tarikan yang hampir membuat rambutnya terlepas dari kepalannya.
"Kak hiks hiks lepaskan, hiks, Sakit kak, lepasin kak."
Tania masih tetap bersemangat menjambak rambut Dhea.
Setelah puas, Dia menjatuhkan kuat tubuh Dhea kelantai. Dhea kembali merasakan sakit yang tidak biasa di bagian perutnya setelah didorong Tania.
"Aku tak akan mengampuni mu. Kau wanita kurang ajar, tak tahu malu!" ucap Tania emosi.
Tania yang masih Belum puas mendekat ke arah Dhea, dan Menginjak perut Dhea menggunakan sepatu ber-hak tinggi nya itu.
Dhea meringis dan merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian perutnya. Sungguh menyedihkan.
__ADS_1
Dhea melihat ada cairan merah yang keluar dari dalam roknya.
Tania sangat senang menyiksa Dhea. Setelah melihat gadis itu yang sudah tak berdaya, ia keluar dari rumah dengan santai dan wajah bahagia yang seperti baru saja memenangkan lotre.
Saat ini Dhea sudah benar benar tidak berdaya. Darah juga tak henti hentinya mengalir dari balik selangkangannya.
Dengan sisa kekuatannya ia berjalan dengan mengesot kearah Ruang televisi, tempat hp nya berada.
Dia berniat menghubungi Tyo untuk meminta bantuan pria itu.
Dhea sudah tak tahan lagi, ia ingin mati saja rasanya dari pada harus menahan rasa sakit yang teramat sangat didalam perutnya. Ia terus menangis tanpa henti henti.
setelah bersusah payah, akhirnya Dhea berhasil meraih hp yang terletak di atas meja dan segera menghubungi nomor Tyo.
"Angkat Hubby," lirihnya karena Tyo tak kunjung mengangkat telpon.
"Hallo....Hubby, hiks, hiks." ucap Dhea setelah panggilan tersambung.
"Kamu kenapa sayang? " tanya Tyo khawatir karna mendengar suara Dhea yang sangat sangat kecil sambil menangis.
"Hubby, sakit. Dhea hiks, udah gak tahan lagi, hiks."
"Kamu kenapa sayang?" Tyo benar benar takut dibuatnya, bahkan pria itu sudah belari karena terburu buru keluar dari kantornya.
"Tolong Dhea, Hubby!"
"Kamu tunggu aku ya...Sebentar lagi aku datang!" ucap Tyo lalu mematikan panggilannya. Dia masuk ke mobil bersama dengan Ryan. Dan segera melesat meninggalkan kantor menuju rumah.
__ADS_1