
Mobil mulai memasuki pekarangan luas rumah Tyo. Tyo menghentikan mobilnya tepat didalam bagasi, lalu Dhea turun dan disusul Tyo disampingnya.
Pria itu menggandeng Dhea memasuki rumah, dan ketika rumah terbuka, mereka berdua dibuat terkejut dengan kedua pasangan suami istri yang telah duduk manis diruang tamu.
Sontak Dhea langsung berlari ke pelukan wanita itu yang tak lain adalah bundanya. Dia memeluk erat tubuh yang selama ini dirindukannya, dan berjanji tak ingin melepaskannya lagi.
Dhea kesal karena kedua orang tuanya datang tanpa memberi tahunya terlebih dahulu, tapi disisi lain ia juga merasa sangat senang akhirnya bisa berjumpa kembali.
Bahkan sekarang Dhea sudah menangis terharu di dalam dekapan sang bunda, tentu itu membuat Lisa khawatir dengan putrinya.
“Kamu kenapa menangis sayang?” tanya Bastian mewakilkan pertanyaan istrinya.
“Dhea rindu, hiks, hiks!”
“Tenang sayang, kami tidak akan pergi lagi.”ucap Lisa menenangkan.
Bastian menghampiri Dhea dan Lisa, lalu menyuruh Dhea masuk ke pelukannya. Dhea menurut, memeluk ayah nya begitu erat untuk menyampaikan perasaan rindunya selama beberapa bulan yang di tinggal jauh.
“Ayah jahat, ayah gak pernah rindu sama Dhea kan?” cemberut Dhea.
Tyo yang sedari tadi melihat drama kerinduan itu, memilih duduk dan mendengarkan kembali.
“Ayah sangat merindukanmu sayang, buktinya kami sudah kembali. Kamu senang bukan?” Bastian mencium lembut pucuk kepala Dhea lalu mengeratkan pelukannya.
“Ho'oh.” sahut Dhea yang mulai memejamkan mata dan tertidur di pelukan sang ayah.
__ADS_1
Bastian terus mengelus kepala Dhea dan tidak mengetahui kalau putrinya sudah tertidur nyenyak, hingga saat bunda bangkit dan ingin mengajak Dhea ke dapur terhenti karena melihat gadis itu sudah terlelap.
“Lah, udah tidur.” ucap Lisa.
“Biar saja begini,” kata Bastian lalu memanjangkan tubuh Dhea agar kepalanya bisa diletakan di pangkuanya.
Kini Dhea sudah benar benar tertidur sangking lelahnya menangis seharian, ia juga tak tahu kenapa belakangan ini dirinya selalu cengeng.
Kemarin, ketika dia melihat penjual koran yang ada di lampu merah saja Dhea menangis, dan setelahnya ia akan memberikan semua uang cash yang ada didalam dompetnya kepada si penjual koran tersebut. Benar-benar tidak tega melihat orang lain menderita.
“Gimana pekerjaan kamu Yo?” tanya Bastian membuka pembicaraan. Tangannya masih mengelus lembut pucuk kepala Dhea, sesekali ia menciumi nya.
“Baik baik aja Yah, dan ada perkembangan sedikit lah, hehe.” balas Tyo sambil terkekeh.
“Baguslah. Dhea nyusahin kamu gak?”
"Yo, kamu udah makan belum?" tanya Bastian.
"Udah yah, emang kenapa?"
"Saya belum makan yo, tadi niatnya mau makan waktu di bandara. Tapi si bunda mau cepat cepat ketemu sama Dhea."
"Kalau gitu kamu jagain Dhea dulu ya, biar ayah makan." lanjutnya lagi.
"Oke siap." ucap Tyo kemudian mendekat kearah Bastian, dia mengangkat tubuh Dhea dan membawanya kedalam kamar.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai mu sayang," ujar Tyo meletakkan lembut tubuh Dhea keatas ranjang dan menindihnya.
Kali ini, Tyo benar benar ingin meminta jatah setelah ditolak tadi.
Cup
Sebuah kecupan singkat mendarat di kening Dhea. Pria itu sengaja tidak mencium bibir Dhea karena takut ditolak lagi.
"Tenang ya sayang, hanya sebentar kok," bisik nya lembut tepat ditelinga wanita itu.
Kemudian Tyo mengangkat rok Dhea dan tak lupa membuka CD nya. Berbeda dengan Tyo, karena dia hanya membuka resleting celananya dan memasukan senjata pamungkasnya.
"Emm," Dhea menggeliat karna merasakan tubuhnya yang naik turun beraturan seirama dengan tubuh Tyo.
"Uncle, pelan pelan! Sakit!" ringisnya karena Tyo sedikit keras menghentakkan miliknya ke milik Dhea.
"I-iya sayang, sebentar lagi, ahh." Tyo merasakan kenikmatan setelah melakukan pelepasan.
Kemudian dia menurunkan rok Dhea dan menaikkan resleting celananya.
"Terima kasih sayang." mengecup kedua pipi Dhea lalu beranjak ke kamar mandi.
"Siap dipakai main tinggal." lirih Dhea kemudian melanjutkan mimpi indahnya.
Dirinya benar benar mengantuk hingga tak sadar sudah tidur selama 4 jam lamanya.
__ADS_1
Sementara Tyo, dia hanya membiarkan istrinya tidur, dan memilih berbincang bersama kedua mertuanya.