Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Tidak rela dilihat orang lain.


__ADS_3

Dhea berjalan dengan santainya memasuki Lift Karyawan menuju lantai paling atas gedung tersebut. Dia sudah tidak segugup dulu ka sewaktu usai malam dimana Tyo mengumumkan kalau dirinya adalah istri Tyo, ia sudah lebih pede.


Gadis itu juga sengaja tidak memberitahukan Tyo atas kedatanganya karena dirinya ingin makan siang bersama dengan pria itu. Saat ini ia benar benar lelah ditambah perutnya yang sedari tadi mengeluarkan suara suara merdu minta diisi.


Ting!


Pintu Lift terbuka membuat Dhea segera keluar dari dalam Lift, berjalan ke arah ruangan Tyo dan kemudian membuka pintu.


Ketik pintu terbuka, gadis itu heran karena tak menjumpai seorangpun didalamnya.


"Uncle Tyo kemana ya? " tanyanya sendiri.


"Nona Dhea." ucap Ryan dari belakang Dhea hingga membuat gadis itu terkejut setengah mati.


"Jklpnadqrz," ucapnya tak jelas.


"Apakah nona sedang mencari Bos Tyo?" tanya Ryan membuat Dhea segera menganggukkan kepala meski kesal dengan pria itu.


"Tuan Tyo ada diruang meeting tepat dilantai 15," terang Ryan.


"Okeh makasih atas infonya kak," kata Dhea lalu pergi begitu saja meninggalkan Ryan yang masih diam ditempatnya.


Setelah sampai ditempat tujuan, tak butuh waktu lama bagi Dhea menemukan ruangan meeting tersebut. Dengan segera, ia menekan knop pintu lalu,


"Uncle" ucapnya.


Hening


Ruangan yang tadinya ribut dibuat hening oleh suara khas milik Dhea. Jangan lupa juga tatapan semua orang yang ada di ruangan itu teralihkan kepadanya. Tentu saja hal itu seketika membuat Dhea takut.

__ADS_1


Dhea merutuki dirinya yang main masuk sembarangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Hening


Tyo yang sudah mengenal suara itu lantas menoleh kearah Dhea yang juga sedang menatapnya dengan tatapan sendu.


Pria itu melambaikan tangannya menyuruh Dhea datang kepadanya. Dengan malu malu, Dhea berjalan sambil terus menunduk mendekat kearah Tyo.


Saat sudah sampai dihadapan Tyo, ia dibuat terkejut karena tiba tiba Tyo menarik tangannya hingga jatuh kepangkuan Tyo. Dan itu semua tidak lepas dari pandangan semua orang yang ada disana.


Ia semakin dibuat merona kala Pria di hadapanya ini mengecup keningnya lalu mengusap lembut puncak kepalanya.


"Kamu kenapa, Emm?" suara lembut Khas Tyo membuat Dhea menjadi tak terkendalikan. Ingin sekali rasanya gadis itu menyembunyikan Tyo agar tidak bisa dilihat wanita lain kecuali dirinya.


"Capek," keluhnya menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Yasudah kamu imtidur aja yah," masih dengan suara lembutnya, pria itu terus mengusap lembut punggung gadisnya.


Semua orang disana dibuat kagum dengan sikap manis yang Tyo lakukan kepada Dhea. Mereka tidak menyangka kalau seorang singa jantan bisa takluk oleh seorang gadis yang bahkan jauh lebih muda dari umur mereka.


"Sangat beruntung sekali gadis itu bisa memiliki Pak Tyo." seperti itulah kira kira batin mereka.


"Tidur yah." masih terus menenangkan Dhea. Ia baru sadar kalau mereka sedang tidak berdua saja di ruangan itu.


Namun masih dengan santainya, ia menjentikkan jari dan detik kemudian semua orang yang berada di ruangan itu keluar dalam diam.


Kini tinggallah mereka berdua. Pria itu tersenyum kala mendengar nafas Dhea yang sudah teratur menandakan kalau dirinya sudah terlelap.


Ia heran kenapa bisa gadisnya itu kelelahan seperti ini. Tapi ya sudahlah, toh ia juga merasa begitu capek dan ikut menyusul Dhea ke alam mimpi sambil memeluk erat tubuh Dhea.

__ADS_1


Mereka tertidur dengan posisi Tyo yang duduk, dan Dhea berada dipangkuan sang suami.


***


Tyo mengerjapkan matanya karena mendengar suara keributan dari luar ruangan yang ditempatinya saat ini. Ingin rasanya ia membantai orang yang telah mengganggu tidurnya.


Pintu terbuka dan nampaklah Ryan dengan wajah cemasnya. Melakukan hormat, yaitu menunduk kearah Tyo dan dibalas anggukan oleh bosnya tersebut.


"Maaf pak, diluar ada Nona Tania yang terus saja memaksa ingin bertemu anda pak." Jelas Ryan.


Tyo menggeram marah. Bisa bisanya wanita tak tahu malu itu ingin menamapkan wajahnya kepada seorang Tyo lagi. Bukankah ia sudah diberi peringatan, tapi kenapa masih keras kepala.


"Usir paksa dia dari sini, saya tidak ingin Dhea tahu kalau dia datang ke kantor." ucap Tyo setengah berbisik. Merasa takut dengan suaranya itu bisa membangunkan Dhea.


"Baik pak." Ryan keluar dari ruangan dan beberapa menit kemudian sudah tidak terdengar lagi keributan dari luar.


"Sayang, aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan pernikahan kita," bisiknya lembut ditelinga Dhea.


Tak lupa juga ia meniup pelan telinga gadisnya itu, sehingga membuat Dhea menggeliat namun tidak bangun.


"Arghh!"erang Tyo karena merasa miliknya tidak sengaja bersentuhan dengan milik Dhea.


Pria itu baru menyadari kalau Dhea hanya memakai rok pendek dan menampakkan paha putih mulusnya.


Sungguh itu membuat Tyo tak bisa mengendalikan diri. Karna takut tak terkontrol, Ia menggendong tubuh gadisnya dan membawanya pulang ke rumah.


so, malam ini cukup sampai disini dulu ya.


Besok aku lanjut Up lagi, okey.

__ADS_1


Thanks atas dukungan kalian readers.


__ADS_2