
Maapkan diriku yang up nya agak lama.
Tapi sekarang aku sudah kembali dengan sejuta kerinduan padamu readers.
jangan lupa like dan komen ya, biar aku tau dimana letak kekuranganku.
aku gak bakal marah kok.
Sedari tadi, Tyo hanya sibuk memandangi wajah cantik gadis yang duduk disampingnya. Lelaki itu hanya sesekali memandangi layar Tv, selebihnya memandangi Wajah Dhea.
Dhea sebenarnya agak risih dipandangi seperti itu, tapi mau dikata apa lagi. lebih baik ia memfokuskan diri menonton sinetron kesukaannya itu.
"Uncle" ucapnya berani menatap wajah tampan Tyo.
"Hmm" jawab pria itu sambil menyingkirkan anak rambut Dhea kesamping telinga.
"Uncle gak bosan apa, liat liat muka Dhea dari tadi"
"Enggak" jawabnya cepat.
"Kenapa?"
"Kamu jelek"
"Ish uncle, Jelek tapi tetap diliatin"
"Ya karna jelek aja"
Dhea yang kesal,mengalihkan pandanganya kesamping.
Tyo tersenyum melihat Dhea seperti itu, dia mulai mengambil jari telunjuk Dhea dan mendekatkan kewajahnya.
Lelaki itu hendak memasukan jari telunjuk Dhea kedalam hidungnya,namun dengan cepat Dhea menarik kembali tangannya.
"Ishh uncle jorok deh" ucapnya kesal dengan tingkah Tyo.
"Hahah, cuma ngetes doank"
"Ngetes apa?" katanya bingung dengan jalan pikiran pria dihadapan nya saat ini.
"Gak ada"
Dhea dibuat semakin kesal dengan jawaban Tyo yang tidak jelas.
"Apasih uncle, gak jelas banget" ucap Dhea melipat tangan didepan dada.
Tyo semakin senang melihat wajah Dhea merajuk seperti sekarang. dan
Cup
Tyo mengecup sekilas bibir Dhea. tentu itu membuat Dhea terkejut, dan langsung menatap Tyo meminta penjelasan.
"Uncle ihh" Ucap Dhea sambil memukul pelan lengan kekar Tyo.
__ADS_1
"Saya suka" Katanya yang langsung mendapat tatapan horor dari Dhea.
"Uncle gak sopan"
"Saya kan suami kamu, jadi gak masalah donk" Ucap lelaki itu sambil menaik turunkan alisnya.
Dhea menjadi malu dengan ucapan Tyo barusan. namun dengan cepat ia merubah ekspresi wajahnya menjadi datar.
"Gak boleh" Ucapnya menantang.
Tyo menautkan kedua alis dan mengerutkan keningnya, "Kenapa"
"Kan Dhea belum kasi izin"
"Saya gak perlu izin kamu" Ucapnya sombong.
"Tetap gak boleh" katanya sambil menggerakan jari telunjuknya kekanan dan kekiri.
"Hmm baiklah, untuk hari ini tidak boleh tapi tidak untuk besok dan seterusnya" Ucapnya menatap intens mata Dhea.
Dhea bergidik setelah mendengar ucapan Tyo. "Titiknya gak boleh,uncle"
"Dhea kesal pokonya, gara gara uncle bibir Dhea udah jadi gak perawan kan" Katanya sambil memonyongkan bibirnya.
"Itu cuma kecupan, kalau kedepanya bakal lebih ekstrem sayang" ucap Tyo santai.
Dhea menganga tak percaya dengan ucapan Tyo. bisa bisa nya dia mengucapkan hal tak senonoh itu didepan anak kecil, pikir Dhea.
"Kenapa?ada yang salah? "
Dhea terkekeh setelah mendapat tatapan horor dari Pria didepanya. "iya bapak bapak, kan uncle uda tua"
"Tua tua gini tetap ganteng, cool, pokoknya the best" Ucap pria itu tak mau kalah.
"Hahah, pede bener. Tua mah tua aja, gak boleh ngehindar."
Tyo mendengus atas ucapan Dhea. Mana terima dia dikatai tua, dengan ketampanannya tiada tanding itu. Wanita mana coba yang tidak tertarik sedikitpun dengan dirinya, tentu saja tidak ada.
Detik kemudian Tyo tersenyum licik. Pria itu berniat mengerjai Dhea dangan ucapannya.
"Hmm, kalau uncle tua, brarti uncle udah boleh punya anak donk?" Tanya nya.
Dhea dengan polosnya menjawab dengan santai, "Tentu saja boleh, kan uncle udah tua."
"Oh boleh ya?"
"Ho'oh."
Tyo menggeser posisi duduknya kini semakin mendekat kearah Dhea. Tatapannya tak terlepas sedikitpun dari wajah gadis itu, kemudian dia membisikan sesuatu ke telinga Dhea.
"Kalau begitu mari kita buat Tyo junior, kan kamu istri saya."
Setelah mengucapkan itu, Tyo berlari meninggalkan Dhea yang saat ini Menganga selebar jengkol.
__ADS_1
"AYAH, UNCLE TYO MESUM!" Ucap Dhea setelah tersadar dari kebodohannya.
Tyo tertawa terbahak bahak mendengar teriakan Dhea. Dengan cepat ia berlari dan menutup pintu kamarnya rapat rapat. Pria itu takut bila singa kecilnya itu mengamuk sehingga melahap tubuhnya habis tak bersisa.
Dhea terus saja mengomel dengan dirinya sendiri atas kebodohannya tadi.
"Ihh ngeri gua dengernya."
"Masa gua disuru buat anak, kan gua masi kecil, hahah"
"Eh tapi kan ucul juga kalau misalnya ada dedek bayi"
"Eh bodoh banget si gua, mana mau gua disuru buat begituan"
"Hadeuh, pening deh"
Setelah lelah bergelut dengan pikiranya sendiri, Dhea mengambil benda pipih yang ada diatas meja dihadapanya.
Dhea terlihat sedang mengotak atik layar Hp tersebut. ia berniat menghubungi seseorang.
"Hallo, lo dimana Li" Ucapnya setelah panggilan telpon tersambung.
"Dirumah gua, emang kenapa dah? " Tanya Lia disebrang sana.
"Main main donk kerumah baru gua, bosen gua sendiri"
"Wih, dimane laki lu"
"Uncle Tyo tidur" Ucapnya berbohong. tidak mungkinkan kalau Dhea memberi tahu kalau dia dan Tyo baru saja bertengkar kecil kecilan.
"Owh yaudah, gua siap siap bentar,jangan lupa sharelok rumah baru lu"
Dhea melirik jam ditanganya.16.00.
"30 menit lu harus uda nyampe disini, gak pake lama"
"Suka suka lo deh, gua mah ngikut doank, udah cem babu lo aja gua" Ucap Lia pasrah disebrang sana.
"eh iya, gua nitip telur gulung yang dekat sekolah kita ya, lagi pengen gua" Ucap gadis itu sambil membayangkan nikmatnya telur gulung Fovorit dirinya dan Lia.
"Iya iya, gua usahain deh"
"Okeh deh, kalau gitu gua tutup telponya"
Telpon pun terputus.
Dhea menaruh Hpnya kembali diatas meja. sementara menunggu Lia datang, dia kembali sibuk menonton.
Like ye...
Komen juga.
Vote jangan lupa.
__ADS_1
Ajak juga teman teman and family kalian buat baca cerita ku ini ya.. 😄