Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Malam pertama


__ADS_3

Warning


21+


Yang masih dibawah umur, langsung skip aja. Takutnya disalah gunakan, awokawok.


"Uncle, kita mau kemana?" tanya Dhea. Tyo melajukan mobilnya berbeda arah dari jalan pulang menuju rumah.


"Kita ke Apartement uncle aja ya, itu sepertinya lebih baik di banding pulang ke rumah selarut ini. Jaraknya juga jauh bukan?" kata Tyo.


"Heem," mengangguk polos.


Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di Apartement Tyo dulu.


Tyo memang meninggalkan tempat itu, namun setiap hari pasti selalu ada orang suruhan Tyo yang datang untuk membersihkannya.


Sebelum itu, Dhea sempat mengarahkan pandangan menelusuri bagian sisi kanan gedung, sangat elegan. Sudah lama ia tidak kesini, membuat ia merindukan aktivitasnya dulu sewaktu bersama Tyo.


Tyo hanya tersenyum melihat Dhea. Lalu dengan tidak sabaran, ia menyatukan tangannya dengan jari jemari Dhea dan mulai berjalan memasuki lift lalu memencet angka tepat dimana lantai kamar Tyo berada.


Ceklek!


Bunyi suara pintu terbuka. Lantas Tyo langsung mengajak Dhea untuk masuk kedalam.


"Kamu mandi dulu ya, biar uncle pesenin makanan." katanya dibalas anggukan oleh Dhea.


Jarum jam yang tadi menunjukan pukul sembilan kini berputar ke angka sepuluh dan Dhea sudah selesai mandi.


Gadis itu sudah rapi mengenakan kaos Tyo yang kebesaran ditubuhnya. Ia juga tidak mengenakan bra dan lebih parahnya gadis itu meminjam CD Tyo untuk dipakai.


Ia sama sekali tidak membawa baju dan di rumah ini juga tidak ada baju untuk perempuan. Yang ada hanya sisa baju Tyo yang mungkin ketinggalan atau apalah itu.


Dhea meraih ponselnya dan terdapat banyak pesan masuk dari Lia. Melihat itu membuatnya tersenyum sambil memberikan balasan kepada Lia.


Dhea tahu ia salah karena tidak jadi datang menemui sahabatnya itu. Tapi kan ia tidak bisa datang karena telah terjadinya insiden penculikan paksa, jadi bukan salahnya kan.


Setelah mengetikan pesan permohonan maaf, Dhea menaruh kembali hpnya dia tas nakas dan turun kelantai bawah.


Dhea memandang Tyo yang sedang duduk dimeja makan sambil memainkan ponselnya. pria itu sedang memberi pesan kepada Mami kalau Dhea sudah ada bersamanya.


"Ini makanannya uncle?" tanya Dhea membuat Tyo tersadar dan langsung mematikan hpnya.


"Iya, mari makan." Akhirnya mereka makan setelah lelah dengan kegiatan yang sangat tidak berguna tadi.


*****


"Sini duduk!" ucap Tyo menunjuk pahanya.


Saat ini mereka berdua berada diruang televisi dan berniat menonton, namun Tyo dibuat salah fokus dengan pakaian yang digunakan Dhea.


Dhea menurut dan duduk dipangkuan Tyo. Gadis itu membuka sedikit kakinya agar bisa berhadapan mendapatkan posisi yang pas. Kini mereka saling berhadapan satu sama lain.

__ADS_1


Tyo memiringkan kepalanya lalu mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum milik Dhea. Ia melakukan ciuman dengan sangat lembut dan Dhea juga mulai membalas ciumannya.


Tak cukup hanya dibibir gadisnya, Tyo mulai memainkan lidahnya melilit lidah Dhea. Tyo juga semakin mempercepat tempo ciumannya sehingga membuat Dhea mengalungkan tangannya dileher Tyo.


Dhea bisa merasakan sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana, namun ia tidak peduli dan terbuai dengan ciumannya dengan Tyo.


Tyo seakan hilang kendali, namun ia kemudian tersadar sesuatu. Pria itu melepaskan ciumannya dan menatap Dhea sendu.


"Dhea uncle bolehkan minta Hak uncle?, soalnya saya sudah tidak bisa menahannya lagi." katanya.


Meski malu-malu, Dhea tetap mengiyakan permintaan Tyo.


Setelah mendapat lampu hijau, Tyo melanjutkan ciumannya sambil menggendong Dhea menuju kamarnya.


Mereka terus berjalan tanpa melepaskan pangutan. Hingga saat sampai dikamar, Tyo mulai membaringkan pelan tubuh gadisnya dengan dia menindih tubuh kecil itu.


Dhea sedikit syok ketika Tyo melepaskan kaos yang melekat di tubuhnya, menampakkan perut kotak kotaknya. Melihat itu justru malah membuat Dhea menjadi gugup dan mengalihkan pandangan ke arah samping. Berbeda dengan Dhea, Tyo justru menikmatinya.


Tyo beralih mencium leher jenjang Dhea, dan mengecupnya. Bahkan Tyo sudah memberikan tanda kiss mark dibeberapa tempat. Dhea tak mampu menahan rasa gelinya, hingga tanpa sadar ia mengeluarkan desahannya.


"Ahh, Uncle!"


Suara yang terdengar sexy itu membuat Tyo semakin bersemangat saja. Bahkan sekarang ia sudah mamasukkan tangannya menangkup kedua gundukan milik Dhea dan bermain main di daerah itu.


"Ahh!" desahan itu lolos dari bibir Dhea.


Tangan Tyo masih bermain disana. Kemudian turun dan masuk Ke CD Dhea.


Tyo berpura pura tuli dan melanjutkan permainannya.


Setelah puas, ia membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuh gadisnya itu. Namun ketika melihat CD Dhea, ia dibuat tertawa setengah mati.


"Hahaha, kenapa kamu memakai CD milik ku sayang?" goda Tyo.


Pipi Dhea memanas malu, "Dhea gak bawa baju." katanya polos.


"Tidak masalah, saya juga gak keberatan. Malah senang," balasnya lalu melanjutkan kegiatannya membuka CD Dhea.


Setelah terbuka, Tyo tersenyum menatap milik Dhea yang selama ini dinantikan olehnya. Pria itu sudah menunggu sejak lama dan malam ini akhirnya penantian itu tiba. Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, ia juga melucuti pakaiannya.


"Dhea malu," ucapnya menarik selimut menutupi tubuhnya yang sudah bug*l, namun langsung disingkirkan oleh Tyo.


"Ngapain malu, saya kan sudah pernah melihat kamu telanjang sebelumnya." goda Tyo membuat Pipi Dhea semakin memanas.


Kemudian pria itu mensejajarkan wajahnya dengan dada Dhea. Ia lanjut menciumi benda kenyal itu dan memainkan lidahnya di bagian yang sudah mengeras tersebut.


"Uncle, kata orang orang ini bakalan sakit nantinya." lirih Dhea saat Tyo hendak memasukan senjata pamungkasnya ke milik Dhea.


Sebenarnya Dhea agak ngeri melihat Milik Tyo yang tergolong raja itu. Ia tak tahu nasib apa yang akan menimpanya setelah ini.


"Itu hanya sebentar sayang, setelahnya kau akan merasakan kenikmatan."

__ADS_1


"Apakah uncle sudah pernah mencobanya?" tanya Dhea penasaran.


"Tidak. Ini juga yang pertama buat saya, sama sepertimu." ucap Tyo jujur.


"Trus belajarnya dari mana?"


"Dari situs."


"Oooh." Dhea memaklumi ucapan Tyo.


Kemudian Tyo mengecup kening Dhea, lalu memasukan senjata pamungkasnya ke milik Dhea.


"Arghh!" ringis Dhea saat milik Tyo mendorong berusaha masuk menembus dinding keperawanannya.


"Tahan sayang, ini masih setengah." ucapnya menenangkan. Setelah Dhea tenang, ia langsung menghentakkan miliknya dan akhirnya berhasil menembus dinding rahim Dhea.


"Arghh, Sa--kit!" ucapnya terbata bata karena merasakan sakit yang luar biasa dibawah sana. Seperti di robek paksa hingga membuat nyeri yang teramat sangat.


Tyo menjadi kasihan melihatnya. Ia berhenti bergerak dan mengusap air mata Dhea yang jatuh di pipi mulusnya.


"Maafin Uncle ya sayang," mencium pipi Dhea, "Masih sakit?"


"Masih, tapi sedikit." ucap Dhea. Merasa ada yang mengganjal karena milik Tyo masih berdiam didalam sana dan sepertinya makin membesar saja.


"Tahan sebentar ya, setelah ini pasti tidak akan sakit." ujarnya mulai menghentakkan miliknya.


"Ahh, pelan pelan uncle."


Tyo hanya dia. mendengar seruan istrinya. Masih terus bermain ditubuh istrinya dan mendesahkan kenikmatan surganya duniawi.


Beberapa jam berlalu membuat Dhea kewalahan dengan kekuatan Tyo. Tubuhnya bahkan sudah hampir remuk namun berbeda dengan Tyo.


kalau pria itu jangan ditanya, sampai satu hari pun ia tetap bersemangat. Tetapi karena melihat kondisi Dhea yang melemah, mau tidak mau kegiatannya harus dihentikan sampai disini.


"Uncle udah." mohon Dhea.


"Sebentar sayang," Tyo mulai mempercepat gerakannya, sebentar lagi ia akan melakukan pelepasan.


"Ahh," erang Tyo setelah mencapai puncak dan menumpahkan benihnya di rahim milik Dhea.


Ia berharap secepatnya agar dikaruniai seorang bayi mungil. Tyo menjatuhkan dirinya di samping Dhea lalu memeluk erat tubuh gadisnya itu.


"Makasih sayang." mengecup kening Dhea.


Dhea tak membalas karna sudah tertidur sangking lelahnya. Bayangkan saja betapa tidak lelahnya ia setelah melakukanya selama 3 jam berturut turut.


Ingin sekali memang ia menghentikannya, namun merasa kasihan kepada Tyo. Jadilah ia pasrah pasrah saja. Dhea juga sudah berjanji kepada Mami untuk memberinya Cucu yang menggemaskan nantinya.


**Mohon maaf kepada readers karna cerita ini lama diup. sebenarnya sih bukan aku yg lama Up nya, tapi pihak noveltoonnya yang lama meriview.. 😢2 hari loh aku nunggunya.


Tiba tiba aku dapat nontifikasi karna katanya part ini terlalu Vulgar, mau gak mau aku harus merevisi ulang ceritanya deh.

__ADS_1


Makasi loh, buat yang masih setia sama novel aku ini. jangan lupa juga buat baca novel aku yang berjudul "Dipaksa menikahi Presdir playboy**"


__ADS_2