Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Perhatian Dhea


__ADS_3

Dhea mengerjapkan matanya. Ia menatap ke sekeliling isi kamar, Gelap. Gadis itu berjalan menghidupkan lampu kamarnya.


Lampu pun menyala, dan ia baru sadar kalau ini bukan kamarnya. Dhea kemudian mengetuk-ngetuk kan jari di dahinya, tampak sedang berpikir.


*A*h iya, kok gua pelupa sih,


*N*i kan kamar baru gua plus rumah baru gua,


*Ta*pi bareng uncle Tyo, hahah.


Pikir Dhea.


Dia melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi dan melakukan aktifitas mandinya.


Usai mandi, ia keluar dari kamar dan turun kebawah. Dhea melihat tidak ada satu orang pun dimeja makan.


Kemana uncle Tyo. pikirnya


Tadi sewaktu melewati kamar Tyo, Dhea melihat kalau pintu kamarnya tertutup. Yasudah lah Dhea tak mau ambil pusing, ia terus berjalan mencari keberadaan Bik Nur.


Mata nya tak sengaja menangkap sosok Bik Nur yang sedang mencuci piring. Dia pun berjalan mendekat,


"Bik, Uncle Tyo mana yah?" Tanya gadis itu.


Bik nur menoleh, "Hmm, Tuan Tyo belum keluar dari kamarnya sejak tadi, non"


"Ya, Baiklah." Bik Nur mengangguk paham.


"Bik, uda masak makan malam kan?" Tanyanya. Dia memang sedari tadi belum makan, alhasil perutnya sekarang bersorak sorak ria.


"Udah kok non, non mau saya ambilin?" Tawar Bik Nur setelah selesai dengan pekerjaanya.


"Gausah bik, Dhea punya tangan kaki kok. Sebenarnya Dhea mau kasih makan uncle dulu, baru setelahnya Dhea makan. Tagan kanan uncle kan sakit, gak bisa makan sendiri dia."


"Ohh iya non."


"Bik, saya boleh minta tolong gak? " Tanya Dhea lagi.


"Boleh non."


"Tolong siapin Perban dan lain lainya buat ganti perban luka uncle Tyo Bik. Habis itu bibik langsung antar ke kamar uncle ya, biar nanti Dhea yang gantiin."


"Siap non!"


Dhea tersenyum, dan segera melaksanakan tugasnya menyiapkan makanan Tyo. Setelah semuanya selesai, ia membawanya kelantai atas.


Ceklek


Dhea membuka pintu kamar Tyo. Dia mengedarkan pandanganya keseluruh kamar, ternyata lampu masih mati.


Dhea berjalan ke arah saklar untuk menghidupkan lampu dengan tangan yang masih memegang nampan berisi makanan dan minuman.

__ADS_1


Tlek.


Kamar Tyo yang semula gelap menjadi terang.


Dhea dapat melihat kalau Tyo masih tertidur di atas ranjang nya dengan Tangan kanan yang berada di atas bantal.


Dhea berjalan kearah sisi ranjang, menaruh nampan di atas nakas. Dia tersenyum memandangi wajah tampan sang suami.


Dhea perlahan mendekat kearah Tyo,


"Uncle bangun," bisiknya pelan ditelinga Tyo.


Membuat Tyo yang semula bermimpi jadi harus membuka perlahan kedua bola matanya. Setelah matanya terbuka sempurna, hal yang pertama dilihat nya adalah wajah cantik Dhea yang juga memandangnya sambil tersenyum.


Dhea membantu Tyo duduk bersandar pada sandaran kasur king size milik Tyo.


"Uncle makan ya, biar Dhea suapin." Tyo mengangguk.


Dhea pun mulai menyuapi Tyo.


"Kamu udah makan?" Tanya Tyo disela sela makannya.


"Udah uncle," Kata Dhea berbohong. Tyo yang tak tahu hanya mengangguk saja.


Setelah selesai menyuapi Tyo, dia mengambil beberapa butir obat dan memberikanya kepada Tyo. Tyo menerimanya sambil terus memandangi wajah Dhea. Pria itu sangat senang dengan perhatian Dhea yang seperti ini. Menurutnya ini sangat manis. Padahal kan itu memang kewajiban Dhea.


Usai Meletakan gelas di atas nampan, Dhea berjalan masuk ke kamar mandi. Mengisi baskom dengan air dan membawanya keluar.


Tyo bingung untuk apa baskom yang ada ditangan Dhea sekarang. "Untuk apa itu? "


Dari tadi Tyo hanya tersenyum sambil memandangi gerak gerik gadisnya itu. Sangat suka perhatian manis Dhea kepada dirinya.


Katakanlah itu norak atau apalah itu, tapi memang itu kenyataanya.


Dhea mengambil handuk kecil dari sana dan membawanya menuju ranjang. Namun belum sempat ia menduduk kan diri, suara ketukan pintu terdengar.


Dhea tahu itu siapa. Ia membuka pintu dan terlihat Bik Nur sudah membawa apa yang dimintanya tadi.


"Tunggu sebentar bik!"


Dhea mengambilnya dan berjalan masuk kembali ke kamar Tyo.


Gadis itu menaruh Perlatan obat tadi di atas kasur dan membawa nampan kosong keluar kamar.


"Sekalian ya Bik." Bik nur tersenyum dan menerimanya dari tangan Dhea. "Mari non,"


Setelah Bik Nur pergi, Dhea kembali masuk ke kamar Tyo.


"Uncle bisa buka baju sendiri?" Tanya Dhea. Tyo menggeleng pelan.


Dhea hanya menghela nafas pelan. "Gak papa kan kalau Dhea yang bukain?"

__ADS_1


"Gapapa sayang," ucapnya sambil tersenyum manis.


Gadis itu melihat baju Tyo yang sedikit basah dengan keringat. Perlahan lahan dia melepaskan kaos yang melekat ditubuh Tyo.


Setelah kaos terbuka, Dhea Terkagum. Ia meneguk salivanya setelah melihat perut kotak kotak milik suaminya.


Detik kemudian Dhea tersadar, ia menggelengkan kepalanya kuat.


Tyo yang melihat Dhea pun hanya bisa terkekeh. "Kenapa? suka?" katanya menggoda.


Dhea menggeleng. "Enggak, biasa aja tuh." katanya sok jual mahal.


"Kalau suka juga gak papa, ini kan juga milik kamu."


"Apasih uncle, ada ada aja." kata Dhea malu. Masih berusaha menyembunyikan pipinya yang sudah seperti Tomat busuk.


"Hahah, pipi kamu itu bikin gemes saya,"


Ucap Tyo sambil mengecup pipi Dhea.


Sedangkan Dhea? pipinya malah semakin merona saja.


"Auah, udah sini biar Dhea lap." ucap Dhea mengalihkan pembicaraan.


Dia memasukan Handuk kecil itu ke dalam baskom yang berisi air, kemudian meremasnya. Dhea mulai mengelap seluruh tubuh Tyo, tapi tidak termasuk yang dibawah perut itu ya.


Setelah selesai mengelap tubuh Tyo, Dhea mengganti perban luka ditangan lelaki itu. Ia sangat cekatan dalam mengerjakan segala hal.


"Selesai!" Ucapnya tersenyum puas setelah selesai mengerjakan seluruh tugasnya.


"Dhea!" panggil Tyo.


"Hmm"


"Uncle boleh minta sesuatu gak?"


"Dengan senang hati tuan."


"Uncle mau Dhea temanin uncle tidur," Katanya penuh harap.


Dhea tampak berpikir. "Emm, gimana ya?"


Tyo mengerjapkan kedua matanya, membuat siapa saja tidak tega melihatnya.


"Iya iya." Ucap Dhea pasrah. Sangat tidak tahan melihat wajah menggemaskan Tyo barusan.


"Kalau gitu Dhea mau ke dapur dulu ya uncle, ngembaliin ini." Katanya beralasan. Sebenarnya tujuannya ke dapur hanya ingin makan.


Tyo mengangguk. "Cepat!" katanya.


"Hooh," Dhea kemudian melangkah keluar kamar Tyo.

__ADS_1


Thaks buat readers yang masih setia denganku. semoga kalian selalu diberi kesehatan ditengah pandemi ini.


tetap stay dirumah ya, no keluar keluar. awokawok.


__ADS_2