Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Hanya Seandainya


__ADS_3

Tyo masih tak percaya atas semua yang terjadi.


Di satu sisi Tyo masih sangat merindukan Dhea, dia benar benar tak percaya dengan papan nisan yang ada dihadapannya kini bertuliskan nama sang istri tercinta nya. Tapi sisi lain sebagai seorang ayah, Tyo harus berusaha sabar karena masih ada anak mereka yang membutuhkan belaiannya.


Deo juga sama seperti Tyo, merasakan kehilangan dari seorang yang sangat dicintainya.


"Ayo kita pergi nak. Ini sudah hampir malam, kau masih bisa berkunjung kesini besok. Sekarang kamu pulang ya, Deo membutuhkan mu." bujuk Mami menyentuh pelan pundak Tyo.


Tyo tersadar dan segera mengangguk.


"Assalamualaikum, istriku. Aku pulang dulu ya, besok aku janji akan datang menjenguk mu. sekarang aku harus menenangkan Deo yang juga merasakan hal yang sama sepertiku. Kamu tenang disana ya, Aku mencintaimu Dhea sayang!" Tyo tersenyum hambar dan segera bangkit berdiri.


Dengan enggan, Tyo mengikuti langkah mami dan pergi meninggalkan gundukan tanah yang masih basah milik mu cintaku.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah, Tyo langsung mengambil Deo dari gendongan Lisa dan memeluknya erat. Tyo merasa sangat bahagia karena bisa menggendong putra nya. Sampai sampai, dia tidak sadar kalau dia sudah menitikkan air mata ketika melihat Deo mengeluarkan lidah untuk meminta asi.


Hal itu kembali membuat Tyo terisak, dan karena tangisannya nya Bayi Deo yang ada di dekapannya juga ikut menangis. Mereka sama sama saling menyalurkan rasa pedih atas kehilangan seseorang yang teramat sangat mereka cintai.


Tyo kembali mengingat tentang kebahagiaan yang pernah dilalui nya bersama Dhea. Semua itu terus saja berputar dipikirannya.


Tyo menggeram kesal ketika teringat apa yang dikatakan Ryan kalau yang menabrak istrinya adalah kakak dari Tania. Kini wanita itu juga sedang dirawat di Rumah sakit dalam keadaan koma. Atau bisa saja sebentar lagi meninggal. keadaannya tak beda jauh dari Dhea.


Andai, Andai, Andai... Semua ini tidak akan pernah terjadi. Tyo kembali terisak mengingat semua itu, dia menyesal telah melakukan semuanya. tapi ia tahu, penyesalan itu sama sekali tidak ada gunanya. Ini semua sudah menjadi jalan takdir Tuhan dan kita tidak bisa mengelaknya.


Hanya kata se andai nya saja. Ya begitulah, semua penyesalan akan selalu datang diakhir kalau di awal itu namanya pendaftaran.


¤¤¤¤¤¤

__ADS_1


Tyo POV


Kini gelap sekali rasanya, tak ada sepercik cahaya pun di samping saya. Karena cahaya itu telah kau bawa pergi bersama kehilanganmu untuk selama lamannya.


Dhea, sebisa mungkin saya akan berusaha untuk mengikhlaskan mu bahagia di alam sana. saya benci pada mu De, kau datang untuk mengajari saya tentang cinta dan pergi tanpa memberi tahu cara menghapus luka.


Ada rasa pedih yang teramat didalam dan disertai rasa kesepian. Semua perasaan yang rumit itu seakan mengisyaratkan bahwa kita sedang merasa kehilangan.


Terima kasih karena telah banyak memberiku kebahagiaan, kini aku paham betul jika salah satu bentuk dari cinta adalah merelakan orang itu pergi meninggalkan kita.


Terima kasih sudah datang ke hidupku dan membuatku bahagia, terima kasih sudah mau mencinta ku dan mau membalas cinta ku. Tapi yang terpenting adalah, terima kasih karena sudah menyadarkan ku bahwa ada waktu dimana pada akhirnya aku harus bisa merelakan mu pergi.


Kehilangan yang berat adalah dimana aku belum bisa membahagiakan mu sebelumnya. Waktu yang singkat mengingatkan tentang kebahagiaan ku yang pernah memiliki mu walau hanya sementara. Aku tidak akan mengingat mu sebagai pelajaran tapi sebuah kenangan, karena hari ini aku membicarakan rasa kehilangan dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2