
Sudah sebulan sebulan pas lamanya semenjak Deo kecil lahir ke dunia. Tak ada yang berubah, hanya anggota keluarga mereka yang bertambah, dan jangan lupakan kebahagiaan yang ciptakan oleh kehadiran Deo dalam rumah tangga Tyo dan Dhea.
Siang ini, Dhea berniat keluar rumah untuk membeli susu bayi Deo yang baru saja habis. sebenarnya dia ingin menyuruh Bik Nur saja yang membelinya, namun karena Bik Nur sedang sakit jadilah dia yang keluar sendiri menggunakan mobilnya.
Setelah menitipkan Bayi Deo kepada Lisa, Dhea segera berangkat menuju salah satu Mall yang letaknya lumayan jauh dari rumah mereka.
Ketika mobil berhenti karena lampu merah, Ponsel Dhea berbunyi. Dan Tyo lah yang menghubunginya. mungkin pria itu ingin menanyakan kabar bayi mereka saat ini. yah, itu sudah menjadi kebiasaan Tyo ketika sedang berada di kantor. dia akan selalu menghubungi Dhea sekedar melihat wajah bayi Deo melalui video call.
Dhea menekan tombol hijau dan mengangkat panggilan Tyo. "Hallo Bi."
"Hallo sayang, putra kita dimana?" tanya Tyo yang tak melihat keberadaan Bayi Deo didekat Dhea. "Kamu sedang berada di mobil ya?" tanyanya lagi.
"Iya bi. Dhea baru aja pulang beli susu Deo yang sudah habis."
"Kenapa harus kamu yang membeli, bukankah di rumah ada Bik Nur?"
"Bik Nur sedang sakit bi, Dhea gak tega."
"Ooh,okelah kalau begitu kamu hati hati ya. hubungi aku lagi kalau sudah sampai di rumah."
"Siap Hubby!" ucap Dhea lalu mematikan teleponnya. Dia meletakkan kembali ponsel kedalam saku celana dan kembali melajukan mobil.
***
"DHEA!" Tyo berteriak histeris di samping tubuh Dhea yang sudah menjadi mayat. Tubuh yang biasa ceria itu kini tidak memberikan respon dan pergerakan sama sekali.
Seseorang yang sangat sangat Tyo cintai kini telah pergi meninggalkannya. Sebegitu tega kah Dhea pergi tanpa pamit sedikitpun kepada suami dan anak nya.
Jahat kah Dhea bila meninggalkan Tyo dan anaknya yang sangat membutuhkan dirinya. jahat kah Dhea ketika tidak lagi bisa mendampingi Tyo menjadi istri dan merawat anak mereka sampai tumbuh menjadi dewasa.
Sekuat tenaga, Tyo terus saja mengguncang tubuh Dhea meski tak ada hasil sama sekali. Dhea sudah menghembuskan nafas terakhir dan kembali kepangkuan sang pencipta.
__ADS_1
"Sayang, hiks, hiks, bangun, jangan tinggalkan kami, hiks, hiks." Tyo memeluk erat tubuh yang berlumuran darah dihadapannya sekarang. dia tidak peduli dengan pakaiannya yang ikut kotor dan terus saja menitikkan air mata ketika melihat gadisnya yang sudah tak bernyawa.
Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi. Akan kah Tyo bisa menjadi tegar meski tak ada Dhea disampingnya.
Tyo tersentak ketika sebuah tangan menyentuh bahunya. dia menoleh, ternyata itu adalah tangan Ray sang adik yang juga ikut menangis ketika mendengar jika Dhea sudah meninggal dunia.
"Ray, bangun kan Dhea, bangunkan istriku Ray!" mohon Tyo menyatukan kedua telapak tangan dihadapan Ray.
Ray memegang kedua bahu Tyo dan mengguncangnya pelan, "Kak, sabar kak. Dhea sudah tenang di alam sana. Dhea sudah pergi meninggalkan kita semua Kak. Kakak harus kuat. Masih ada Deo yang membutuhkan mu Kak!"
"Kau gila ya! Dhea belum mati! Dia masih bernafas, apa kau tidak melihatnya?!" ucap Tyo tegas sambil menunjuk mayat Dhea yang sudah berubah menjadi pucat.
Kepala Dhea bocor disebabkan kecelakaan itu, dan dokter sudah menjahitnya meski tidak bisa menyelamatkan nyawa wanita itu. Benturan yang kuat membuat dia merenggang nyawa ditempat.
Flassback On
"Siap Hubby!" ucap Dhea lalu mematikan teleponnya. dia meletakkan kembali ponsel kedalam saku celana dan kembali melajukan mobil.
"Braaakkkk!"
Dhea yang belum siap, tidak bisa mengelak dan terjadilah kecelakaan naas tersebut.
Tidak sampai disitu, mobil Dhea juga masuk ke jurang yang otomatis tubuhnya ikut terbawa dan terlempar begitu saja di atas batu besar yang kebetulan ada dibawah jurang tersebut.
Persimpangan yang menyialkan, Lampu merah yang menyesakkan, Jurang yang mematikan, Mobil yang menyebabkan, orang yang dilenyapkan.
Semua peristiwa itu terekam jelas di pikiran wanita itu sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. dengan baik hatinya, Tuhan memberikan kesempatan kepadanya untuk mengucapkan kata, "Laa illahi illlaallah," sebanyak 3 kali. Barulah dia menutup mata dengan damai menghadap sang pencipta.
Fllasback Of
"Dhea kumohon bangunlah, hiks, kami tidak bisa apa apa jika tidak ada kamu di samping kami, hiks."
__ADS_1
Tyo sudah tidak bisa menopang tubuhnya dan jatuh dilantai, tanganya masih kuat menggenggam tangan pucat dan dingin milik wanita itu.
Tyo yang biasa terkenal kuat sekarang berubah menjadi seorang pria yang sangat lemah. Tubuhnya berada di tempat itu, tapi tidak dengan jiwanya.
"Hiks, hiks, Deo tidak akan bisa hidup tanpamu sayang, hiks"
"Kak, Kakak yang sabar ya. Ini sudah jalan takdir. ikhlaskan Dhea kak,kita harus memakamkan Dhea sekarang juga Kak" bujuk Ray terus menerus.
Tyo tak menjawab dan masih sibuk menciumi punggung tangan istrinya.
Tak lama kemudian, masuklah Bastian dan Lisa keruangan tersebut. Bastian memeluk bahu Lisa agar dia kuat berdiri karena Bayi Deo ada di gendongannya.
"Hiks, hiks, Dhea, kamu jahat banget nak. Kamu tega ninggalin kita semua, hiks, hiks."
"hiks, hiks, Nak, bagaiman nasib putra mu bila tidak ada kamu yang mengurusnya, kau harus bangun nak, hiks."
Ya Tuhan, bagaimana ini. Bagaimana nasib Bayi Deo jika tak ada Dhea yang merawatnya. Bayi Deo masih sangat kecil dan sangat membutuhkan seorang ibu disisinya.
Siapa yang akan memberi asi kepada Bayi Deo, siapa yang akan memandikannya, siapa yang akan memberi kasih sayang, siapa yang akan menemani masa masa kecilnya Bayi Deo nanti, Siapa? Siapa? Siapa?.
Sekejam ini kah dunia. Setega itukah Tuhan yang tidak berpihak kepada Tyo. Se suram itukah nasibnya nanti.
Apa? Apa yang harus Tyo lakukan jika tidak ada Dhea.
Baru saja dia akan menikmati kebahagiaan , tapi selalu saja ada berbagai cobaan yang menguji imannya. Iman? kuatkah imannya nanti sehingga bisa bertahan kembali.
Memang nasib tidak ada yang pernah tahu, siapapun dia, apapun pekerjaannya. Dia akan tetap meninggal dan kembali kepangkuan sang pencipta.
Siap tidak siap, mau tidak mau, kita harus berusaha merelakan orang terdekat kita pergi.
Marilah kita panjatkan doa bersama sama, berharap semoga Dhea bisa tenang di alam sana. Semoga dia diterima disisi ilahi dan semua dosa dosa nya bisa diampuni!!! Amin.
__ADS_1