Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Terbongkar


__ADS_3

Terima kasih buat Readers yang uda banyak komen dan kasih aku vote.


Gimana ya? aku tuh seneng baca baca komen kalian.


Jadi Pliss!!!


Komen sesuka kalian, mau itu kritik, saran, promosi juga gak papa. Biar saling mendukung.


"Hye bro!" Sapa Bram kepada Tyo lalu bersalaman ala pria pria pada umumnya.


"Yoi." balas Tyo.


"Hye Dhea!" Katanya yang baru menyadari kehadiran Dhea.


"Hye Uncle Bram. Uncle Bram apa kabar? " tanya gadis itu, menarik kursi dan mendudukkan diri di kursi yang ada dihadapan Bram.


"Baik baik donk, sayang."


"Mana kekasihmu itu?" tanya Tyo yang sudah tak sabaran dan ikut duduk disebelah Dhea.


"Sebentar lagi dia datang."


Bram dengan santai membuka botol salah satu minuman alkohol, menuangkan wine itu kedalam gelas, lalu memberikannya kepada Tyo.


"Nih, kamu minumnya ini aja ya," kata Tyo memberikan segelas jus mangga kehadapan Dhea.


"Heem."


Dhea kemudian merogoh sesuatu dari dalam tas selempang miliknya. Iamengeluarkan hp dan melihat banyak pesan masuk dari Lia dan teman teman lainya. Dengan segera gadis itu membalasnya satu persatu.


"Nah itu dia!" Bram menunjuk kepada seorang wanita yang sedang melangkah dengan anggunnya mendekat kearah mereka.


"Hye, maaf terlambat," sapa kekasihnya Bram.


Tyo yang tadinya sibuk memainkan minuman yang ada didalam gelasnya, tersentak kaget saat merasa begitu familliar dengan suara barusan.

__ADS_1


Kemudian pria itu menoleh dan betapa terkejutnya ia saat melihat wanita yang sudah berdiri didepannya.


Ternyata wanita itu juga sama terkejutnya dengan Tyo, "Kau!" syok wanita itu. Seketika itu pula, Tyo menaruh kasar gelasnya, sehingga menimbulkan suara yang cukup keras.


Tlak,


"Bram, ini kah yang kau maksut kekasihmu itu?" tanya Tyo yang sudah bangkit dari duduknya.


Sontak Dhea yang sedari tadi sibuk memainkan ponselnya, dibuat terkejut setengah mati ketika menoleh dan mendapati Tania sudah ada di hadapanya.


"Wow, ternyata kalian sudah saling mengenal rupanya." ucap Bram yang juga ikut kaget.


"Sangat kenal. Bahkan, argghh... sudahlah!" ujar Tania yang sudah mulai frustasi.


"Sebaiknya kau putuskan hubunganmu dengan wanita murahan ini, Bram!" ucap Tyo memperingati membuat Bram bingung mendengarnya.


"Apa maksud dari ucapanmu yo?"


"Apa kau tau siapa dia sebenarnya?" tanya Tyo balik dan mengabaikan pertanyaan Bram barusan.


"Tyo kumohon jangan katakan, hiks hiks." kata Tania yang sudah melipat kedua tangannya didepan muka sambil menangis tersedu sedu.


"Hahaha, kau masih punya rasa takut ternyata."


Tyo sangat senang melihat keadaan Tania yang begitu takut seperti sekarang.


"Ada apa ini? kenapa kau menangis sayang?dan kau Tyo, ada apa denganmu?" Menurunkan tangan Tania, kemudian menggenggam erat jari jemari wanita itu.


"Sekarang coba jelaskan, ada hubungan apa kau dengan Tyo, sayang?" masih dengan suara lembut dan tenang.


"Aku, hiks, ak--" ucapan Tania terpotong kala Tyo mengatakan,


"Dia merupakan gadis yang seharusnya aku nikahi waktu itu Bram, tapi akhirnya tidak jadi karena kedapatan selingkuh dikamar hotel bersama dengan kekasihnya." ucap Tyo menjelaskan.


"APA?!" Bram syok dan melepaskan genggamannya dari tangan Tania. Dia juga sudah melemas hingga tubuhnya yang tadi berdiri kini sudah terduduk di kursinya semula.

__ADS_1


Dirinya tidak menyangka atas semua yang didengarnya.


"Bram, aku minta maaf . Waktu itu aku khilaf," mohon Tania yang sudah berlutut dihadapan Bram. Wanita itu terus saja memohon namun tidak dihiraukan oleh Bram.


"Bram sebaiknya kau berhenti berhubungan dengan wanita ular ini, dia itu bukan wanita yang baik baik." ucap Tyo berusaha meyakinkan Bram untuk segera menjauhi Tania.


"TYO CUKUP!" teriak Tania berdiri hendak menampar Tyo namun ditahan oleh Dhea. Tania tak terima dirinya dikatakan wanita ular, padahal sebenarnya kenyataan.


"Kenapa? kau tidak terima ya, kan aku mengatakan hal yang benar dan tidak mengada ngada seperti kau." tunjuk Tyo dengan senyuman liciknya.


"Aku tidak menyangka sama sekali, Tan," Kata Bram yang juga ikut menyalurkan segala kekecewaannya.


Bram tidak menyangka bahwa selama ini dia telah berpacaran dengan seorang wanita yang statusnya adalah 'Murahan' dan telah berhubungan dengan banyak lelaki.


"Kau?" menunjuk Tania, "Ternyata selama ini kau telah menipuku dan dengan bodohnya aku percaya kepadamu bajingan!"


"Kenapa Hah? Kenapa kau melakukan itu?" Bram sudah emosi mendengar semuanya, tak tanggung tanggung ia menggenggam gelas kaca di tangannya sampai pecah berkeping.


"Bram, hiks, hiks, maafkan aku. Aku bisa jelasin semuanya," mohon Tania. Hendak menyentuh wajah Bram namun segera ditepis kasar oleh Bram.


"Jangan sentuh aku, kau tidak pantas mendapatkan ku!"


"Aku salah Bram, aku minta maaf, aku mohon maafin aku. Aku janji bakal berubah." kini Tania sudah terduduk begitu saja dilantai dengan tangisan yang penuh Drama.


"Berubah katamu?" tersenyum kecut, "Kau pikir dengan semudah itu kau berubah, kau kira aku tempat sampah apa yang begitu mudahnya mau menampung sisa sisa dari orang?"


"Tapi Bram?"


"Tidak ada tapi tapian, mulai detik ini kita putus!" tegasnya. "Dan jangan pernah dekat atau menghubungiku lagi, aku benar benar begitu jijik melihat mu." ucapnya, mengambil Kunci mobil di atas meja lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Bukan hanya Bram, Tyo juga segera mengambil kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan Tania yang sudah menangis sejadi jadinya.


Sedangkan Dhea?


Gadis itu hanya mengikuti kemana Tyo pergi. sebenarnya ada rasa kasihan terhadap Tania. Tapi ia berpikir, mungkin itu adalah karma atas semua kelakuan Tania yang selama ini suka mempermainkan banyak pria.

__ADS_1


__ADS_2