Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Kemenangan Tyo


__ADS_3

Tyo masih terdiam sejak masuk kedalam ruang kerjanya. Dia duduk bersandar dan terdengar suara tawa dari mulutnya, tawa itu merupakan tawa yang cukup menyeramkan dimata Ryan.


Karena Ryan tak pernah melihat sebelumnya tawa kemenangan atas bosnya itu. Alhasil, bulu kuduknya berdiri mendengarnya.


Ryan sudah duduk di kursi yang ada dihadapan Tyo saat ini. Mereka masih diam, kemudian Tyo berucap.


"Ternyata semua kerja kerasku tidak sia sia, kau tentu tau itu kan Ryan?!" ucap Tyo menarik sedikit sudut bibirnya.


"Anda benar pak."


"Mana berkasnya?" memajukan tangan dan menerima sebuah map berwarna merah dari tangan Ryan.


"Jadi, semua aset aset milik Wanita itu sudah kau ambil kan?"


Ryan mengangguk, "Sudah pak, sekarang dia sudah tidak memiliki apapun lagi, kecuali kakak perempuan dan tubuhnya tentunya."


"Apakah dia memiliki kakak perempuan?" tanya Tyo. Karena selama berpacaran dengan gadis itu, dia tidak pernah melihat atau mendengar sekalipun kalau Tania memiliki seorang kakak.


"Benar pak, Tania memiliki seorang kakak perempuan yang sudah menikah. Mereka tinggal di kota ini juga. Menurut info yang saya dapatkan, suaminya adalah seorang yang cukup sukses juga dan bahkan sudah memiliki sebuah Cafe yang cukup terkenal di kota ini. Hubungan kakak beradik mereka agak renggang dikarenakan sang kakak yang menentang pekerjaan buruk Tania, pak." Ryan menjelaskan secara rinci tentang kehidupan saudara perempuan Tania.

__ADS_1


"Tidak usah pedulikan kakaknya yang terpenting adalah sekarang aku sudah mengambil semua aset aset berharga milik Tania, ahaha."


"Aku memang bodoh pernah mencintai si jalang itu dan tidak pernah mendengarkan saran mu, but, setelah aku mengetahui semuanya, Aku berniat membuat wanita itu menderita sama seperti menderitanya aku yang telah mencintainya."


"Selama ini aku sengaja membiarkan si kalang itu berkeliaran, dan inilah alasanku atas semuanya. Aku berhasil memindah tangankan seluruh harta yang dimiliki wanita itu menjadi atas namaku," ujar Tyo panjang lebar.


"Akan ku transfer setengahnya kepada mu, Ryan. Semuanya tidak akan berhasil jika tanpa bantuan mu!" mereka bersalaman ala ala pria dewasa pada umumnya.


Yaps, Sekarang Tyo sudah berhasil menguasai seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Tania. Mulai dari hotelnya, vila, restoran, tanah, emas batangan, kapal allure of the seas dan beberapa aset lainya.


Tania bisa memiliki itu semua setelah hasil berhubungan dengan para pengusaha luar negeri. Dengan kelicikannya wanita itu bisa menguras habis semua kekayaan para korban.


"Aku sudah lelah membiarkan wanita itu menghantui hidupku. Bagaimana jika aku buang saja dia kedalam laut?" tanya Tyo meminta pendapat Ryan.


"Jangan pak. Sebab jika kau benar membuangnya, maka dia tidak bisa menderita lagi. Biarkan saja dia hidup sengsara terlebih dahulu dan mati dengan penuh penyiksaan."


"Apakah itu tidak terlalu berlebihan?"


"Tidak pak, justru itu akan menyenangkan dengan membiarkan dia menjadi gembel di jalanan sana atau bahkan menjadi jalang kembali, hahaha."

__ADS_1


"Kau betul Ryan."


Kedua orang itu menertawakan tentang bagaimana nasib Tania kedepannya seperti apa. Pasti wanita itu sudah gila sekarang karena semua hartanya sudah lenyap tak bersisa.


Sungguh, dibalik sifat Tyo yang baik, terselip diri Tyo yang harus diakui begitu cerdik. Ternyata selama ini dia mendiamkan Tania yang berbuat sesukanya hanya untuk mengambil harta wanita itu.


Tania bekerja sebagai model hanya sebagai sampingan untuk melancarkan aksinya. Dia menjual tubuh kepada pria kaya yang berhidung belang. Setelah mendapatkan kemauannya, maka dia akan meninggalkan si korban dan mencari korban baru lainya.


"Nanti malam aku akan mengadakan acara makan malam untuk merayakan kemenangan kita, jadi kuharap kau bisa datang dan ajak Lia bersamamu." ucap Tyo lalu menyerahkan kartu hitam/ the black card kehadapan Ryan.


"Ini untuk apa pak?" tanya Ryan heran karena Tyo memberikan kartu elit tersebut.


"Ini hasil kerja kerasmu Ryan."


"Bukankah bapak sudah mentransfernya?"


"Itu tidak cukup. Sudahlah, terima saja. Lagian kau juga sudah seperti saudaraku dan kau pantas menerimanya kam? "


"Iya pak." mengambil kartu itu lalu memasukannya ke saku jasnya, "Terima kasih banyak pak."

__ADS_1


"Sama sama."


__ADS_2