
Please yang jomblo menghindar, walaupun saya jomblo hehhe..
semoga kalian suka ya ceritanya.
kasih like nya donk, vote nya apalagi.
"Paman masuk saja, Dhea nya ada didalam kok." terang Lia, membukakan pintu untuk Tyo.
"Terima kasih." ucap Tyo kemudian masuk kedalam kamar Lia.
Pria itu hanya geleng geleng kepala ketika melihat Dhea tertidur dengan nikmatnya dibalik selimut.
"Saya akan langsung membawanya pulang, bisakah kau bantu untuk membawakan barang barang Dhea kedalam mobil saya?" tanya Tyo memastikan dan dibalas anggukan oleh Lia.
Sesudah mengambil barang barang milik Dhea, Lia keluar mendahului Tyo yang masih ada di kamarnya.
Dengan segera pria itu menyingkirkan selimut yang ada ditubuh Dhea, dan langsung menggendong gadis itu ala bridel style.
Tyo menggendong Dhea sampai di mobil dan memasukan tubuh Dhea kedalam, kemudian dirinya pamit kepada Lia dan segera melajukan mobil nya meninggalkan pekarangan luas milik keluarga Lia.
Tyo baru sadar kalau gadisnya itu hanya memakai kemeja tipis yang menampakkan paha putih mulusnya ketika hendak menggendong Dhea ke kamarnya.
Pria itu meneguk Saliva nya kasar menatap Dhea yang kini terbaring di atas ranjang. Ia terus menatap Dhea sampai Dhea tersadar dan membuka matanya,
"Uncle." ucap Dhea lirih dengan suara khas orang baru bangun tidur. Membuat Tyo jadi tergoda.
__ADS_1
"Dhea, saya mau itu." ujar Tyo sambil menunjuk bibir merah Dhea.
Sungguh, ia sudah tidak bisa menahan diri lagi. Bibir ranum Dhea seakan mengusik pikiran pria itu sepanjang malam. Tidak bisa dipungkiri kalau dia adalah pria normal yang membutuhkan kebutuhan biologis.
Dhea mengerutkan keningnya pertanda ia bingung dengan ucapan Tyo. Dan dengan polosnya ia malah bertanya,
"Uncle mau apa?"
Tyo tak menjawab, ia malah naik ke atas tubuh Dhea dan menindihnya. Ia menatap intens manik mata Dhea dan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Dhea.
"Saya mau kamu!" seru pria itu tepat di telinganya.
Bulu kuduknya mulai terangkat merinding karena wajah Tyo yang sangat dekat dengan wajahnya. Nafas berat Tyo pun terasa meniup telinganya.
"Unc-"
Belum sempat Dhea melanjutkan kalimatnya, saat ketika Tyo mencium bibirnya secara paksa.
Pria itu mencium lembut dengan penuh perasaan.
Dhea terdiam mematung dan tak membalas, namun ketika Tyo mengigit bibir bawahnya, akhirnya ia membuka mulutnya dan membiarkan lidah Tyo mengabsen setiap inci didalam sana.
"Balas saja," ucap Tyo dengan nafas beratnya, kemudian mencium kembali bibir Dhea.
Perlahan lahan Dhea membalas ciuman Tyo meski tidak ahli di bidangnya.
__ADS_1
Kemudian ciuman lembut Tyo berubah menjadi lebih dalam lagi hingga lidahnya sudah membelit lidah Dhea.
Dhea tak menolak, karena ia juga sedikit menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Tyo.
Lama mereka saling berpangutan, hingga Dhea kehabisan nafas dan melepaskan paksa ciumannya.
Tapi tidak dengan Tyo, pria itu melanjutkan kembali aksinya dengan mencium, menjilat bahkan menggigit leher jenjang milik Dhea. Hingga Dhea mendesah secara tak sadar.
"Ahh, uncle, sakit!"
Tangan Tyo yang tanpa diperintahkan sudah membuka satu persatu kancing kemeja milik Dhea.
Cukup lama Tyo menciumi leher jenjang milik Dhea, sampai sampai Dhea ikut menikmati permainannya dan larut dalam suasana. Namun baru saja Tyo akan menjamah kedua gundukan milik Dhea, dengan cepat Dhea tersadar dan mendorong paksa tubuh Tyo.
"Uncle maafin Dhea, tapi Dhea belum siap." ucap gadis itu merasa bersalah sambil memasangkan kembali kancing kemejanya.
Tyo hanya bisa terdiam, lalu sesaat kemudian ia mengacak rambutnya frustasi atas sikapnya yang diluar kendali. Dia menatap wajah sendu Dhea, dan berusaha memaksakan senyumnya.
"Maafin uncle ya." ujarnya mengecup sekilas kening Dhea kemudian masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar tersebut.
Dhea tertegun ditempatnya dan menatap pintu kemar mandi yang telah tertutup. Kemudian telinganya tak sengaja mendengar suara gemericik air dari dalam sana.
"Mungkin uncle lagi mandi." batin Dhea.
Gadis itu beranjak dari tempatnya kemudian melangkahkan kaki keluar dari kamar Tyo.
__ADS_1
Dhea turun kelantai bawah dan membuka kulkas. Ia mengambil minuman bersoda lalu meminumnya. Setelah selesai dengan kegiatannya, Dhea berniat kembali ke kamarnya namun bel pintu rumah menginstruksi untuk dibuka.