
Di malam hari yang indah ini, seluruh pemuda pemudi Indonesia pasti akan merayakan malam minggu bersama dengan kekasihnya. Tidak terkecuali dengan Dhea yang memaksa suaminya agar bermalam minggu di pasar malam.
Gadis itu memohon kepada Tyo dengan wajah memelas hingga membuat Tyo tak tahan melihatnya dan memilih menurut saja.
Sebenarnya Tyo tidak suka pergi ke tempat tempat ramai seperti itu, namun apalah daya bila istrinya terus mendesak.
Setelah mobil ter pakir rapi, mereka turun dan memasuki area pasar malam yang sudah ramai oleh para pengunjung.
"Uncle," Dhea terus menggandeng manja lengan Tyo.
"Hmm."
"Dhea mau makan itu," ucapnya menunjuk tempat penjualan kentang uring yang tak jauh dari mereka berdiri saat ini.
(Kentang uring terbuat dari kentang yang dipotong spiral dan dihidangkan ditusuk sate, dibumbui berbagai penyadap rasa seperti bawang, keju atau madu)
"Gak boleh! Nanti perut kamu sakit." ucap Tyo dengan penuh penekanan. "Yang lain aja, itu gak higenis," lanjutnya lagi.
Dhea memanyunkan bibir dan melipat tangan di depan dada, "Tapi Dhea maunya yang itu, gak mau yang lain." Tolaknya masam.
Tyo mengambil dagu Dhea agar gadis itu bisa menatapnya, "Sayang, kamu harus dengarin suamimu yang tampan ini, nanti kamu bisa sakit kalau makan makanan yang tidak sehat seperti itu."
"Itu sehat Uncle, karena semua makanan disini sudah lulus tes BPOM dan pastinya sehat- sehat semua."
"Benarkah?"
Dhea mengangguk dan berharap Tyo mengabulkan permintaanya. "Mau ya?" mohonnya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Yaudah ayok," pasrah Tyo lalu mengajak Dhea ke tempat penjualan kentang uring tersebut.
"Mbak, kentang uringnya 10 tusuk ya." ucap Tyo kepada tukang penjualnya.
"Iya den." ujar wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Setelah membayarnya, Tyo menerima pesananya dan memberi ketangan Dhea.
"Nih," katanya.
"Makasih suamiku."
"Emm"
"Nyam nyam, nikmatnya," gadis itu memakan kentang uringnya dengan rakus, "Uncle mau gak?" tawar Dhea.
"Gak usah, uda kenyang." tolak Tyo yang sebenarnya tidak menyukai makanan pinggiran. songong amat lu yo, batin author.
"Ish, dicoba dulu."
"Enggak, kamu aja yang makan, sayang."
"Coba gak?" desak Dhea yang sudah memasukkan paksa kentang uring ke dalam mulut Tyo.
Dengan terpaksa Tyo menerima dan melahapnya sampai habis.
"Biasa aja" Lumayan lah, rasanya sama kayak di **r**estorant tempatku biasa, batin Tyo.
"Idih, enak gini dibilang biasa aja." Dhea berucap sambil memasukkan sampah plastiknya kedalam tong sampah yang memang sudah tersedia disitu.
"Kesana yuk!" ajaknya menarik tangan Tyo ketempat pertunjukan tong setan.
Ditengah perjalanan, tiba-tiba ada seorang pria yang dengan sengaja hampir menabrak tubuh Dhea.
Untung saja Tyo cepat menarik tubuh gadis itu, jika tidak, maka Dhea akan tertancap pisau lipat yang sengaja di sembunyikan pria itu dibalik bajunya.
Tyo tak melihat jika pria itu membawa pisau lipat, ia hanya tahu jika orang itu sengaja ingin menabrak istrinya.
"Kamu tidak apa apa kan sayang?". Tyo yang cemas langsung memeriksa seluruh tubuh istrinya
__ADS_1
"Dhea baik baik aja,Uncle."
"HEY! JANGAN LARI!" teriak Tyo yang ingin mengejar pria itu namun dia keburu melarikan diri dan hilang dibalik kerumunan para pengunjung lain. Shit, Tyo kesal saat orang berhasil melarikan diri
"Kurang ajar," umpatnya kesal.
"Sudahlah Uncle, mungkin dia sedang terburu buru." ucap Dhea mencoba berpikir positif.
"Mungkin." Tyo kemudian menggenggam tangan Dhea dan melanjutkan langkahnya. Berusaha melupakan kejadian barusan.
Setelah membeli tiket, mereka naik dan menikmati tontonan yang ada dihadapan mereka saat ini.
Tong setan adalah permainan yang menampilkan atraksi dari sejumlah pengendara motor trail.
Menariknya, para pengendara tersebut mampu mengendarai motornya didalam sebuah tong raksasa dan berputar putar 360 derajat tanpa terjatuh sama sekali.
Bahkan, kita bisa mengulurkan tangan kita dan mereka akan berputar putar naik ke arahmu lalu mengambilnya.
Maksud nya menyentuh sekilas, bukan tangan kita yang dibawa pergi oleh mereka ya.
Seperti yang dilakukan Dhea saat ini. Dia memberikan tangannya dan disentuh oleh salah satu pengendara motor trail tersebut.
Tyo menarik tangan Dhea dan memasukannya ke dalam saku jaketnya.
"Udah genit ya?!"
"Biarin," godanya memeletkan lidah.
"Owh, uda berani melawan sekarang?"
"Uncle aja peluk-pelukan sama cewe lain, Dhea gak marah tuh."
Ucapan Dhea terakhir membuat Tyo terdiam. Kini tangan pria itu sudah mengepal dibawah ketika mengingat kejadian itu. Dirinya dengan terpaksa mau melakukan itu hanya demi keselamatan gadisnya.
__ADS_1
"Udah, pulang yuk." ajak Tyo menarik Dhea agar mau mengikutinya.
Dhea tak menjawab dan mengikuti saja. Dia tahu perubahan wajah Tyo itu karena ucapnya barusan.