Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Menghentikan rencana jahat pelakor


__ADS_3

Hari terus berlalu hingga tak terasa sudah tiga minggu lamanya setelah kejadian penculikan Dhea. Hubunganya dan Tyo juga semakin membaik.


Kemaren, Mami baru saja kembali ke London karena suaminya sedang sakit. Mau tak mau ia harus pulang dan merawat suaminya disana.


Beda dengan Ray, sebab pria itu masih menetap disini. Bahkan pria itu sudah memutuskan akan tetap tinggal di Indonesia dan melanjutkan kuliahnya di Universitas yang sama dengan Dhea. Bedanya hanya ia sudah semester 3 sedangkan Dhea baru anak kemarin sore. Atau biasa disebut MABA.


Kalian tahu alasannya Ray menetap di Indonesia?


Ya jelas karena si gadis berhijab yang sudah mencuri hatinya. Hubungan mereka masih dikategorikan PDKT, dan belum lebih.


Ray sempat menanyakan kenapa gadis itu tidak memilih pacaran, dan jawabnya adalah dia lebih memilih pacaran ketika sudah menikah.


Syifa bersikeras untuk dihalalkan dulu baru boleh pacaran. Ia tidak mau menentang aturan agama yang berujung ke dosa. Sungguh gadis yang mulia. Dan hal itu yang membuat Ray semakin bersemangat mengejar Syifa meski sudah ditolak beberapa kali.


Pernikahan Lia juga sudah didepan mata, hanya hitungan jam saja agar mereka berdua resmi menjadi pasutri.


Segala persiapan sudah 100% selesai dan hanya menunggu proses ijab kobul.


Dhea tak mau ketinggalan dalam persiapan itu,dan bahkan asal kalian tahu. Dhea lah yang memilih seperti apa bentuk dekorasinya, makanannya, sampai baju pengantinnya pun tetap dia yang bersikeras memilih.


Lia dibuat heran dengan tingkah konyol sahabatnya itu. Siapa yang nikah, siapa yang heboh? itulah pertanyaan Lia kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Namun ia memilih mengikuti saja karena memang apa yang dipilih Dhea sesuai dengan seleranya.


"Syif, tolong ambilin hp ku donk." pinta Dhea dikarenakan hpnya terus saja berbunyi dan kebetulan jaraknya memang dekat dari tempat duduk Syifa.


Saat ini mereka berdua sedang menyiapkan dekorasi kamar pengantin untuk malam pertama. Lia sengaja tak ikut atau lebih tepatnya dilarang oleh Dhea, ini kejutan katanya.


"Nih de, cepet diangkat nanti keburu mati telponya." Syifa segera menyerahkan hp itu ke tangan Dhea.


Dhea melihat nomor Tyo tertera di layar ponselnya.


"Hallo Uncle." ucap Dhea mengawali perbincangan setelah telponya diangkat.


📞"Hye bocah tengik, apa kabar kamu?" tanya orang di sebrang sana yang Dhea yakini berjenis kelamin wanita.


Dhea mengkerut kan kening karena heran dengan suara itu, dan Dhea tahu siapa pemilik suara itu.


Dia menatap layar ponselnya dan benar saja, ada nama Tyo tertera disitu. Lalu ini apa? kenapa hp suaminya ada ditangan orang lain?kenapa bisa bersama? dan sedang apa mereka? itulah sederetan pertanyaan yang muncul dibenak Dhea.


"Ini Kak Tania kan?" yaps, benar sekali. orang tersebut tak lain adalah Tania, alias si mantan yang tak bosan bosannya mengganggu kehidupan rumah tangga mereka.


"Wah, tebakan mu sangat berhasil ya." Dhea bisa mendengar tawa menggelegar dari sebrang sana.

__ADS_1


"Uncle Tyo nya mana Kak?" tanya Dhea sambil menyalakan GPS untuk melacak lokasi Tyo saat ini. Setelah mendapatkannya, dia dengan segera men-sreenshot nya lalu menyimpannya di galeri.


Sikap wanti wanti Dhea berjalan saat ini. Dhea sudah berpikir bahwa keamanan Tyo sedang terancam oleh keberadaan sang wanita pelakor.


📞"Dia ada di sebelahku. Saat ini Tyo sedang bermimpi indah tentang masa depan indah kami nantinya." Tania terkekeh malu di sebrang sana.


Dhea terkejut dan langsung mematikan hpnya. Ia hendak menyusul Tyo namun tangannya dicegat oleh Syifa.


"Ada apa?" tanya Syifa penasaran. Dia menduga ada yang tidak baik dengan Dhea, mengingat ekspresi wajah Dhea yang langsung berubah usai mematikan telponya.


"Nanti aku jelasin Sif, intinya kamu gak boleh kasih tau Lia kalau aku ada masalah yah." mengambil tangan Syifa, "Aku harus pergi, ini tentang keselamatan rumah tangga aku."


"Tapi kamu gak boleh sendiri De!" Syifa khawatir Dhea bisa kenapa napa kalau pergi hanya sendiri saja.


"Tenang aja, aku bakal nyuruh Kak Ray buat bantuin aku."


Syifa mengangguk dan menyuruh Dhea secepatnya pergi, "Kalian hati hati ya."


"Iya, makasih sif."


"Heem."

__ADS_1


__ADS_2