Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Rencana jahat


__ADS_3

Tyo POV.


Pukul sepuluh pagi, mungkin lebih sedikit kayaknya, aku baru berangkat bekerja. Itu saja tidak tidak ke kantor, tapi langsung pergi salah satu Restoran sebagai tempat untuk pertemuanku dengan investor.


Ku langkahkan kaki masuk Restoran, retina mataku langsung bisa melihat sudah ada Mr.Hyun yang menungguku. Lantas segera ku datangi dia, dan mengambil posisi duduk di hadapanya.


"Hello Mr.Hyun, How are you?" tanya ku berbasa basi.


"Owh, Am fine Mr. Tyo and You?"


"Am fine to."


Setelah percakapan pendek tadi, aku langsung masuk ke inti yaitu memulai rapatnya.


Waktu terus berjalan hingga saat Mr. Hyun pamit undur diri karena masih ada pertemuannya dengan kliennya yang lain.


Sepeninggalan Mr. Hyun, aku masih tetap stay di bangku ku hingga kusadari seorang wanita datang dan langsung duduk di hadapanku.


Emosiku seketika meluap kala melihat siapa wanita itu, dia adalah Tania. Terkadang aku berpikir apakah gadis ini tidak mempunyai urat malu lagi.


"Ada urusan apa kau menemui ku?" ucapku dengan nada sarkas.


"Emm, tadi aku mengikuti mu dan melihat kau sedang sibuk dengan klien mu. lantas aku menunggu dipojok sana," menunjuk meja paling pojok Restoran tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, jadi sekarang katakan apa mau mu?" aku mengulang kembali pertanyaan ku.


Tania berusaha menggenggam tanganku namun kalah cepat saat aku langsung menarik tanganku.


"Aku mau kita kembali lagi seperti dulu, Yo." katanya dengan wajah memelas.


"Jangan mimpi kamu!"


"Apa salahnya? bukankah kau hanya terpaksa menikah dengan Dhea?"


"Terpaksa? justru, aku merasa bersyukur telah menangkap basa kau yang sedang selingkuh hinga akhirnya aku bisa menikahi Dhea."


"Dan, sekarang aku sudah bahagia bersama Dhea, jadi jangan pernah berniat menghancurkan pernikahan kami." tambah ku lagi.


Namun gadis itu tidak mau dan malah memelukku lebih erat, bahkan kini kemejaku sudah basah karena tangisannya. Ingin sekali rasanya aku lempar dia, tapi aku takut dihajar pengunjung Restoran lainya atas tuduhan menyakiti seorang wanita.


Mau tidak mau, kubiarkan dirinya menangis di dekapanku. Aku tidak membalas pelukannya dan hanya menunggu sampai kapan air mata buayanya itu bertahan.


"Aku mencintaimu Tyo." katanya setelah melepaskan pelukannya.


Aku tak menjawab dan memilih meninggalkannya begitu saja. Masa bodoh dengan dirinya yang teriak teriak dan terus memanggil namaku.


***Tanpa mereka sadari, sedari tadi sudah ada seorang pria yang terus menyaksikan setiap pergerakan yang dilakukan oleh Tania. Pria itu menggeram marah karena Tania memeluk tubuh Tyo, namun lebih marahnya lagi ia ketika Tania mengatakan cinta kepada Tyo***

__ADS_1


¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Disebuah gudang besar yang bisa dibilang markas orang orang bandel dan terletak ditengah tengah Kota yang tempatnya sangat sepi, terdapat seorang pria tampan sedang melamun duduk ditengah tengah ruangan yang ada didalam gedung itu.


Walaupun berada ditengah tengah kota, tempat ini terbilang sepi. Gudang tersebut tampak Tua dan memang tidak digunakan. Banyak orang yang tidak berani kesana sebab pendapat warga sekitar, katanya di gudang itu ada banyak hantu. Am Seriously readers!!!


Bimo yang sedari tadi melamunkan sesuatu di kursinya sudah bangkit berdiri dan menghadap total kepada seluruh bawahannya yang berjumlah kira kira 16 orang.


Orang orang disitu nampak menundukkan wajah, tidak berani menatap wajah bosnya.tak lupa juga mereka semua lengkap menggunakan jaket hitam khas genk 'Black'.


Itulah nama dari genk mereka yang memang sudah lama ada dan dipimpin oleh Bimo.


"Aku punya tugas untuk kalian." Ucap Bimo tersenyum licik.


"Aku ingin kalian menculik seorang gadis yang menjadi kekuatan dari Tyo bajingan itu." tambahnya lagi lalu melempar foto Dhea yang entah dari mana didapatnya.


Salah satu bawahannya mengambil lalu memasukan kedalam saku jaketnya.


"Lakukan pekerjaan kalian sekarang, dan tidak boleh lewat dari 2 jam." melirik jam tangannya.


"Jika kalian tidak berhasil membawanya ke hadapanku saat itu juga, maka nyawa kalianlah sebagai penggantinya."


"Sekarang pergi!" pria itu mengibaskan tangannya.

__ADS_1


4 orang bawahannya memohon undur diri untuk segera melakukan perintah bosnya itu.


__ADS_2