Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Tak menyangka


__ADS_3

Hening


Hening


Untuk beberapa saat mereka berdua sama sama diam dan tak membuka suara. sampai si wanita itu menangis dan merentangkan tangan dihadapan Tyo.


"Hubby... Dhea rindu!" ucap Wanita itu melompat ke pelukan Tyo.


Tyo masih diam karna sangking tidak percayanya. Dia benar benar syok. detik kemudian dia tersadar dan membiarkan Dhea memeluknya erat.


Karena tak kunjung mendapatkan balasan, Dhea melepaskan pelukannya dan segera mengambil Deo dari Tyo, lalu menggendongnya. Sebelah tangannya digunakan untuk menepuk pelan pipi Tyo.


"Hubby, ini Dhea!" ucapnya meyakinkan.


Tyo mengangguk kuat dan memeluk Dhea, "Ini gak mimpi kan sayang?" tanya Tyo bodoh.


"Iya Hubby, Dhea masih hidup!"


"T-tap-"ucapan Tyo terpotong karna Deo lebih dulu menyelanya.


"Papa, Tante cantik ini siapa?" tanya Deo yang tak mengerti drama dihadapannya sekarang.


"Ini Mama mu sayang, dia yang melahirkan mu," jelas Tyo sambil mencium pipi Dhea. Tyo kembali menitikkan air mata bahagia.


"Benarkah? Bukan nya papa bilang kalau mama Deo itu sudah meninggal ya?"


"Tidak sayang, mama hanya pergi keluar kota untuk bekerja dan sekarang mama sudah kembali," Dhea mengusap lembut kepala Deo. Dia benar benar tidak menyangka jika putra nya sudah tumbuh sebesar ini.


"Asyikk.. Deo bisa punya mama!" teriak Deo gembira dan membalas pelukan Dhea.


"Sayang, bagaimana bisa kau masih hidup kembali? Apakah kau mereinkarnasi?"


"Tidak Hubby, nanti saja Dhea jelaskan di rumah. Sekarang Dhea ingin kembali ke rumah kita."


Tyo menghapus Kasar air matanya dan segera menarik Dhea kearah mobil nya, "Egh egh, Dhea mau dibawa kemana? "


"Pulang!"


"Tapi Dhea bawa mobil sendiri. Gimana kalau kita pisah mobil aja, biar Deo sama aku pulangnya?" tawar Dhea.


Tyo menaikkan satu alisnya ketika Mendengar Dhea memiliki mobil, "Mobil?"


"Iya, mobil. Mobil aku hubby," ulang Dhea.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku saja yang ikut di mobil mu, biar mobilku Ryan yang nanti mengambilnya."


"Okeh baiklah!"


***


Setelah menidurkan Deo di kamarnya, Dhea menyusul Tyo ke kamarnya dan ikut duduk di samping pria itu.


"Sayang, sekarang jelaskan semuanya," pinta Tyo tak sabaran. Dia merebahkan kepala di atas paha Dhea dan memainkan ujung kain jilbab Dhea.


"Jadi cerita sebenarnya seperti ini,


Fllashback On


Waktu itu, tepat dimana hari kecelakaan Dhea.


Ada seorang gadis yang seumuran dengan Dhea dan wajahnya tak ada beda dengan wajah Dhea.


Masih ingatkah kalian, ada ilmuwan yang mengatakan kalau kita memiliki kembaran 7 orang di seluruh dunia. Dan itu telah dibuktikan oleh Dhea sendiri. Karena dia memang mengalaminya.


Gadis itu berkuliah di kota jakarta tapi orang tuanya berada diluar kota. Dia datang ke ibu kota hanya untuk menuntut ilmu. Dan naasnya, ketika dia hendak bertemu dengan salah satu saudara nya yang kebetulan berkunjung ke ibu kota. Mereka berjanjian akan bertemu disalah satu taman yang ada didekat lampu merah serta jurang tersebut.


Namun mobilnya tiba tiba mogok membuat dia mau tak mau harus berjalan karena letak tamannya yang hanya 70 meter didepan.


Kemudian,


Gadis itu terlempar kedalam jurang. Kepalanya terbentur kuat batu besar sehingga menyebabkan kepalanya bocor dan tidak bisa tertolong lagi.


Berbeda dengan Dhea. dia hanya terlempar dari mobil dan kepalanya terbentur pohon tumbang yang ada dipinggir jalan. Hal itu membuat adanya kerusakan saraf dan efeknya adalah Amnesia sementara.


Kejadian itu terjadi begitu cepat, sampai saudara gadis itu sudah bosan menunggu dan ingin menghampirinya namun malah tak sengaja melihat Dhea terletak begitu saja dipinggir jalan.


Dengan cepat, dia membawa Dhea ke rumah sakit dan segera menghubungi orang tua gadis itu. Dia mengira Dhea adalah gadis tersebut karena wajah nya sangat mirip dengan Dhea.


"Mas, sekarang Diana masuk rumah sakit. tadi dia kecelakaan dijalan. Untung saja aku datang cepat dan segera membawanya ke Rumah sakit," ucap Pria yang tak lain adalah adik dari ayahnya.


Fllasback


"Jadi seperti itu."


"Nah, kan dokter memvonis kalau kamu amnesia, trus kamu kok bisa ingat Hubby?" tanya Tyo yang masih penasaran.


"Dokter memang mengatakan kalau Dhea lupa ingatan.. Tapi itu hanya sementara. Setelah kecelakaan itu, aku dirawat di rumah orang tua gadis itu yang ada diluar kota. Mereka menganggap ku sebagai anaknya. Bahkan sangat menyayangiku karena mereka mengira aku adalah Diana."

__ADS_1


"Seiring berjalannya waktu...ketika melihat sesuatu yang familier dengan Hubby, aku mulai mengingat nya pelan pelan. Aku terus memaksa ingatanku untuk kembali lagi. Dan akhirnya aku berhasil."


"Setelah mengingat semuanya, aku meminta izin kepada orang tua Diana untuk kembali kesini dengan alasan untuk kembali kuliah."


"Dhea sengaja tidak langsung ke rumah, tapi berkunjung terlebih dahulu ke danau itu. Dan tanpa disengaja, aku melihat Hubby yang memangku Deo dipinggir danau."


"Lebih beruntungnya, aku ada kesempatan untuk menculik Deo dan Memeluknya. Hiks, hiks, Dhea rindu kalian. Dhea selalu menangis dimalam hari hiks, karena selalu mengingat Hubby dan Deo, hiks, hiks."


"Sayang... maaf kan aku. Ini semua karena kesalahanku yang tidak becus menjagamu." Tyo membawa Dhea kedalam pelukannya.


Sekarang sosok yang sangat dirindukannya sudah kembali, dan dia berjanji akan selalu menjaga Dhea.


"Hiks, hiks, Dhea takut bi, Dhea benar benar takut."


"Tidak usah takut sayang, aku akan selalu mendampingi mu sekarang."


"Hiks, hiks, bukan itu."


"Lu?"


"Dhea takut kalau orang tua Diana tahu aku ini bukan anak mereka. Tidak bisa kubayangkan betapa sedihnya nanti keluarga mereka ketika mengetahui Semuanya, hiks,"


"Mereka sangat baik, bi. Dhea benar benar gak tega." lanjutnya lagi.


"Kamu tenang sayang, biar Hubby yang menyelesaikan semuanya. Kamu tidak usah takut ya... Minggu ini kita akan menemui mereka dan menjelaskan semuanya." bujuk Tyo


"Janji?" Dhea menatap Tyo dan menunggu jawaban pria itu.


"Janji!" balas Tyo. Dia memajukan bibirnya hendak mencium Dhea.


Tyo menindih Dhea dan mulai melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuh mereka.


Dhea tak menolak dan membiarkan Tyo menciumnya, menyatukan bahkan melilit lidahnya. Dhea juga sangat merindukan sosok Tyo selama ini.


Malam ini mereka jadikan malam yang penuh kenikmatan. Menyalurkan rindu dengan penyatuan. Suara desahan desahan mulai terdengar. Ac yang dingin sudah tidak terasa lagi dikarenakan kegiatan panas kedua insan yang sudah lama berpisah tersebut.


-----


***Ayoh,, siapa yang berhasil kena prank. Sini sini, kita kumpul.


Yang biasanya gak pernah komen, jadi komen kan. Mengkritik bahkan menghina, huwa... aku syedih degh.


Tapi gak apa, itu semua bentuk kepedulian kalian terhadap alur cerita novel ku ini.

__ADS_1


Aku juga peduli logh sama kalian. Merelakan semua tugas tugas sekolah ku hanya untuk menulis 2500 kata hari ini. Capek? tentu saja.


Yaudah ya... itu aja kok. Minta maaf atas prank nya ya... aku cuma pengen tahu siapa siapa aja sih yang masih peduli dengan novel ini. heheh***


__ADS_2