Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Pengganggu!


__ADS_3

Tyo keluar ruangan rapat dengan wajah kesal. Bagaimana ia tidak kesal karna para investor terlihat begitu mengundur waktu. Bahkan rapatnya selama kurang lebih 2 jam 15 menit.


Tadi dia berjanji kepada Dhea bahwa rapat akan selesai dalam waktu 1 jam. Tapi ini, dia bahkan telat selama 1 jam lebih.


Ia merasa bersalah karena telah membuat Dhea menunggu.


Ceklek


Tyo membuka pintu dan seketika wajah kusutnya berubah menjadi ceria saat mendapati istri kecilnya itu sedang tertidur pulas di sofa.


Ia berjalan dengan langkah pelan ketempat Dhea saat ini.


Tyo mendudukkan dirinya dilantai tepat dihadapan Dhea. Pria itu terus menatap wajah teduh Dhea saat tertidur. Mulai dari mata, alis tebal yang menyatu, Hidung kecil yang mancung, kemudian berhenti dibibir mungil Dhea yang berwarna pink itu.


Tyo meneguk salivanya ketika melihat bibir mungil Dhea, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Dhea. Baru saja ia akan mencium bibir Dhea, namun suara ketukan pintu lagi dan lagi mengusik dirinya.


Dengan cepat ia berdiri untuk melihat siapa yang sudah mengganggunya.


"Masuk!"


Pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik dengan tubuh yang seksi membahana. Siapa lagi kalau bukan Delisa.


"Ada apa?" tanya Tyo ketus.


"Saya hanya ingin memberi laporan tentang hasil rapat tadi pak," ucap Delisa menerangkan.


Dhea terbangun setelah mendengar suara orang yang sedang berbincang didekatnya. Usai semua kesadarannya terkumpul, ia melihat Tyo berdiri didekat kursi kebesaranya dan dihadapannya ada sekretaris Delisa.


"Dia siapa pak?" Tanya Delisa yang baru menyadari keberadaan Dhea.


Tyo menoleh, dan mendapati Dhea yang sudah bangun sambil sesekali menguap.


"Bukan urusanmu. Kau cepatlah keluar!" perintah Tyo.


Delisa keluar dari ruangan Tyo dengan wajah cemberut. Ia kesal terus terusan dijutekin oleh bosnya. Padahal menurutnya ia tak kurang suatu apapun. Hanya menurutnya.


"Maaf mengganggumu," Tyo yang merasa tidak enak, memilih ikut duduk disebelah Dhea.


Lelaki itu membelai lembut kepala Dhea dengan tatapan yang fokus memperhatikan wajah cantik istrinya.

__ADS_1


"Uncle, kita pulang yuk. Dhea bosen," kata gadis itu dengan wajah memelas.


Tyo mengangguk lalu bangkit untuk merapikan barang barang kerjanya yang ada diatas meja.


Setelah rapi, dia mengajak Dhea keluar dari ruangannya. Mereka berdua turun menggunakan lift VVIP yang dikhususkan untuk Tyo.


"Uncle, ini Liftnya hanya untuk uncle seorang kah?" Dhea bertanya setelah mereka berada di dalam Lift.


"Enggak, Ryan juga lewat sini."


Dhea mengangguk paham "Uncle?" Tanyanya lagi.


"Hmm," balas Tyo sambil mencubit pelan pipi kanan Dhea.


"Maafin Dhea ya uncle. Tadi Dhea tidurnya terlalu lama, pasti uncle bosen nungguin Dhea bangun," terangnya merasa bersalah.


"Enggak sama sekali, sewaktu kamu bangun tadi itu uncle baru masuk juga. Soalnya ada beberapa masalah yang membuat rapatnya sedikit lebih lama."


"Ohh, Dhea kirain uncle bosan nungguin Dhea."


"Kebalik sayang, uncle juga mengira kamu yang bosan nungguin uncle."


Pintu lift terbuka dan mereka segera keluar dari sana.


Tyo berjalan dengan gaya coolnya diikuti Dhea yang tinggi hanya sebahu itu disampingnya.


Semua karyawan Tyo memandang takjub atas ketampanan Tyo, namun setelah melihat Dhea yang berjalan disamping bosnya, mereka semua bertanya tanya bingung.


"*Siapa gadis kecil itu?"


"Ada hubungan apa dia dengan pak Tyo"


"Tidak cocok sekali berdampingan dengan pak Tyo."


"Bukankah pak Tyo sudah memiliki kekasih? Lalu siapa gadis disampingnya itu?"


"Mungkin keponakanya, atau siapalah itu,"


"Ada urusan apa dia datang ke kantor Tyo?*"

__ADS_1


"Seharusnya buk Tania lah yang berada disamping pak Tyo. "


Seperti itulah kira kira gosip yang beredar dari beberapa mulut karyawan wanita kantor Tyo.


Dhea hanya menganggapnya angin yang cuma sekedar numpang lewat.


Tyo menatap tajam kearah pegawainya yang sedang menggosipkan dirinya itu. seketika itu membuat semua karyawan yang bergosip tadi langsung menutup mulut.


Bisa bisanya mereka menggosipkan bosnya sendiri, malah itu langsung dihadapan orangnya pula. kan barbar.


Kembali keTyo and Dhea.


Tyo masuk kemobil sportnya diikuti Dhea disampingnya. Pria itu mulai melajukan mobil meninggalkan parkiran kantor T. E.O Group.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Langit senja berganti dengan gelapnya malam dihiasi indahnya bulan dan ribuan bintang yang bertaburan diangkasa.


Usai makan malam tadi, Tyo pamit kepada Dhea untuk melanjutkan kerjanya diruang kerja yang ada dirumah tersebut.


Pekerjaan Tyo belakangan ini sedikit agak menumpuk karena sewaktu tanganya sakit, ia lebih banyak libur. dia harus mengerjakan beberapa berkas yang tidak bisa dihandle langsung oleh Ryan sang asisten. Jadilah sekarang ia harus lembur.


Saat ini Dhea sudah berada didalam kamarnya sambil rebahan rebahan cantik. sedari tadi matanya belum mau terpejam, ia sudah mencoba golek sana dan sini untuk mencari posisi ternyaman. Namun hasilnya nihil, matanya tak kunjung tertutup padahal jam sudah menunjukan pukul 23:00.


Akhirnya gadis itu memutuskan untuk minum kedapur. Namun saat melewati ruang kerja Tyo, ia melihat pintu ruangan tersebut sedikit terbuka dan lampunya yang juga masih menyala.


"Ternyata uncle Tyo masih belum tidur juga." gumam Dhea


Ia melanjutkan langkahnya menuju dapur dan mengambil air minum lalu meneguknya.


Kemudian ia membuatkan kopi untuk Tyo, selagi ia berada didapurkan jadi sekalian saja.


Dhea hendak berbalik setelah selesai membuat kopinya, namun seseorang sudah berdiri lebih dulu dihadapannya.


Hai readers, jangan lupa kasih vote ya,


like dan komenya juga.


Tetap setia dinovelku ya... ☺

__ADS_1


__ADS_2