Menikahi Paman CEO-ku

Menikahi Paman CEO-ku
Membawa pulang


__ADS_3

Perlahan tapi pasti, Dhea membuka mata dan heran dengan pemandangan di depanya. Hampir saja jantungnya akan segera copot saat tanpa disuruh, Bimo sudah berada didepan wajahnya.


Pria itu menatap dengan pandangan aneh kepadanya. Tentu saja Dhea bingung, kesal, sekaligus marah.


Ia kesal karena pria itu muncul tepat di hadapannya, bingung dan tidak tahu siapa pria itu, dan marah karena dirinya telah diculik.


Ingin rasanya Dhea menendang wajah tampan di hadapannya ini, tapi kakinya sedang terikat. Sekarang ia bisa apa?


"Mphhh!" ingin berbicara namun mulutnya disegel rapat rapat.


"Kau tidak usah berbicara gadis cantik. Biarkan aku yang berbicara dan kau harus mendengarnya." mencolek dagu Dhea.


"Kau pasti bingung aku siapa, dan kenapa aku menculik mu? " tanya Bimo tersenyum.


Dhea menganggukkan kepalanya cepat. Ia ingin mengetahui siapa pria di hadapanya ini dan apa motiv nya menculik dirinya.


"Baiklah, perkenalkan namaku Bimo Frederic Hyun. Kemudian tujuanku menculik mu adalah, aku ingin Tania kembali kepadaku." terangnya lalu membuka penutup mulut Dhea.


"Hubungannya dengan aku apa?" tanya Dhea tak mengerti.


"Tadi pagi aku tak sengaja bertemu Tania yang menjumpai Tyo di restoran, dan kau tahu apa yang mereka lakukan?" tanyanya membuat Dhea menggeleng.


"Mereka berpelukan, dan lebih parahnya Tania malah mengatakan kalau dia mencintai Tyo." Bimo tersenyum kecut.


Dhea bisa melihat perubahan ekspresi di wajah Bimo, dan itu membuat Dhea merasa kasihan. Dia berpikir kalau pria di hadapanya sangat mencintai Tania yang note banenya masih mencintai Tyo.


"Apakah kau benar benar mencintai Tania?" Tanya Dhea hati hati.


"Ya! aku sangat sangat mencintai Tania. Aku mencintai gadis itu semenjak duduk di bangku SMA dan aku merasa sangat bahagia ketika dia mau menerima cintaku 2 tahun yang lalu."

__ADS_1


"Dia hanya mengatakan iya, tetapi hatinya bukan untukmu." ujar Dhea sarkastik.


"Apa maksudmu?" mengerutkan kening


"Kak Tania memang menerimamu menjadi kekasihnya, tapi hatinya tidak untukmu. Selama ini hanya kau yang mencintainya tapi dia, bahkan dia sudah berhubungan dengan banyak pria."


"Itu tidak mungkin, dia mengatakan hanya pernah berhubungan dengan Tyo saja itupun hanya berniat balas dendam."


"Dia bohong Kak. Asal kau tahu, dia juga telah menipu sahabat Uncle Tyo."


"Apakah kau berniat menipuku?" kata Bimo mencoba mencari kebohongan dimata Dhea namun nyatanya tidak ada.


"Untung apa aku jika menipumu. Disini aku hanya mengatakan fakta dan berniat menyadarkan mu untuk tidak dibutakan oleh cinta. Kau telah salah memilih Kak Tania sebagai orang yang kau cintai."


"Jadi?"


Baru saja Bimo ingin membalas perkataan Dhea, namun tiba tiba Tyo datang sambil menarik Tania disampingnya.


"Kau lepaskan istriku bajingan!" teriak Tyo sambil melemparkan Tania dihadapan Bimo.


Dengan tidak berperasaannya Tyo melempar Tania kuat dan Untung saja Bimo cepat menangkapnya, jika tidak maka wanita itu pasti sudah geger otak dibuatnya.


Tyo malah dengan santainya membuka semua ikatan Dhea dan langsung memeriksa seluruh tubuh gadis itu. Setelah memastikan aman, pria itu memeluk erat tubuh wanita yang dicintainya.


"Huhu, ternyata kau sangat mencintai gadis kecil ini rupanya." ada nada mengejek di kalimat Bimo.


"Bukan urusanmu. Lebih baik kau urus saja jalang mu itu." menunjuk Tania.


"Tyo!" bentak Tania, " Tega sekali kau berbicara seperti itu." sekarang tangisnya pecah begitu saja.

__ADS_1


"Bukankah aku benar. Kau kan memang wanita murahan dan tidak punya malu," sindir Tyo.


Mendengar itu, Bimo tampak berpikir sejenak. Entah apa yang sedang dipikirkan pria itu, namun beberapa detik kemudian senyum sinis terbit di sudut bibirnya.


"Uncle," Dhea mengelus punggung Tyo, "Gak boleh kayak gitu, bagaimanapun Kak Tania juga punya perasaan." ucapnya lembut.


"Tidak sayang, dia itu bukan manusia tetapi jelmaan iblis." balik menatap lembut wajah gadisnya itu.


"Jangan becanda, Uncle!"


"Saya serius sayang."


"Wah, pemandangan yang sangat indah sekali rupanya," melirik Tania, "Aku sebenarnya ingin seperti kalian, tapi karena wanitaku tidak ada jadi aku bisa apa." Kata Bimo memasang wajah yang patut dikasihani.


"Apakah kau lupa dengan wanita jalang di sampingmu itu?"


"Aku sudah tidak membutuhkannya lagi, jadi lebih baik aku pergi saja." memberikan pandangan jijik kepada Tania, "Berangkat!" serunya kepada seluruh bawahannya.


Tyo juga mengajak Dhea menuju mobilnya. Ia menggendong gadis itu ala bridel style memasuki mobil dan pergi meninggalkan tempat terkutuk itu.


Kini tinggal lah Tania yang sudah menangis sejadi jadinya dan merutuki semua tindakannya.


Detik kemudian ia tersadar kalau saat ini ia berada ditempat yang seram, ia memutuskan pergi meninggalkan tempat itu dan memilih melanjutkan tangisannya dirumahnya saja. Hahaha.


Terima kasih untuk readers yang setia memberiku dukungan Like, komen dan juga vote.


Entah kenapa, hari ini aku sangat semangat menulis. dan itu semua berkat komen komen kalian, loh.


Uwuwu, adek terharu deh.

__ADS_1


__ADS_2