Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 10


__ADS_3

"Alhamdulillah," ucap dalam hati Rose.


"Ini dari Tuan Jacob," ujar wanita berambut pendek meletak nampan di atas meja. "Silahkan dinikmati." Perempuan berseragam itu duduk di sofa, diikuti oleh Rose yang tak sabar ingin mengisi perutnya.


Alhamdulillah, ucap dalam hati Rose. "Terima kasih," katanya pada si pengantar makanan. Yang ini lebih sopan dan bersahabat serta berperilaku resmi, mengenakan seragam bodyguard seperti pria di halaman rumah.


"Nama saya Mawar, yang akan menjadi pendamping anda sampai sepuluh hari ke depan," ujarnya memperkenalkan diri.


"Baiklah mbak Mawar. Kamu sudah sarapan kah?" Tanya Rose setelah meneguk susu hangat yang rasanya tidak terlalu manis.


"Jangan pikirkan saya, Nona. Anda makan saja. Nanti siang boleh request ke saya mau makan apa," kata Mawar.


Hum, sandwich nya juga enak batin Rose. Coklat keju perpaduan manis dan asin yang pas. "Jangan panggil anda-anda dong. Panggil aku Rose saja," usulnya.


"Maaf Nona, itu melanggar peraturan."


Oh. "Apa jabatan kamu sama seperti bodyguard di halaman luar?"


"Hum," angguk Mawar. "Menjaga keselamatan anda melebihi nyawa saya sendiri. Jadi menurutlah apa kata saya, demi kebaikan anda."


Gleg.


Tiba-tiba lehernya seret, sandwich nyangkut di tenggorokan. Susah payah Rose menelannya. "Bagaimana nasib istri yang diceraikan?" Tanyanya gak tahan lagi, penasaran. "Apakah mereka masih hidup?"


A


Mawar tercengang. "Kenapa anda bertanya setelah tanda tangan kontrak. Bukankah sudah terlambat untuk mundur?"


"Aku baru ngeh semalam waktu akad nikah. Waktu di kantornya Nyonya Direktur berkata sangat manis," jelas Rose. "Ternyata, hah!" Desahnya, teringat kebohongan yang nyata tentang alat reproduksi.


Hm, senyum bodyguard perempuan itu. "Tenang saja Nona. Sepertinya anda lebih beruntung dari mereka. Setahu saya, baru anda perempuan yang mendapat perhatian khusus dari Pak Direktur," jelasnya.


"Mereka?" Tanya Rose.

__ADS_1


"Hum," angguk Mawar. "Sebelum anda sudah enam perempuan."


Oh. "Kesemua mereka masih hidup, kan?" Tanya Rose. Karena yang penting baginya adalah nasib setelah kontrak berakhir bukan perlakuan Jacob padanya.


Mawar mengangkat bahu tanda tak tau. "Perempuan terakhir 4 bulan yang lalu. Ya sudah gak tau dong gimana kabarnya, lagipula bukan urusan kita."


"Heg!" Rose terhenyak. "Berarti aku, setelah sepuluh hari harus pandai-pandai jaga diri kalau mau hidup. Begitu kah?"


Hm, senyum Mawar geli melihat ekspresi ketakutan di wajah Rose. "Tenanglah Nona. Tuan Jacob tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada anda, karena anda dipilih langsung olehnya. Setelah sarapan saya antar anda ke spa."


Oh, syukurlah batin Rose. "Boleh kita mampir ke kosan sebentar, saya mau mengambil pakaian dalam."


"Bukannya di lemari disediakan?" Tanya Mawar.


"Saya gak mau bekas orang," terang Rose.


"Bekas?" Mawar mengerut dahi.


"Begitu kah? Nanti saya konfirmasi pada Mr. Jacob. Karena peraturan lama, wanita-wanita sebelumnya diurus oleh Miss. Mary. Sedangkan anda dibawah perlindungan Mr. Jacob langsung. Dan beliau berpesan agar memenuhi segala kebutuhan anda."


"Oh, apakah ada perkara yang serius menyangkut keselamatan saya sampai harus dijaga bodyguard?" Tanya Rose.


"Tidak! Anda tidak perlu khawatir. Hanya berjaga-jaga kerana semalam Mr. Jacob telah menyinggung perasaan istrinya. Apakah sudah saya katakan bahwa anda spesial?"


Rose menggeleng. "Tolong saya minta izin pada Pak Direktur ke kosan sebentar, please." Mohonnya.


"Kita lihat bagaimana nanti. Karena bukan kapasitas saya mengambil keputusan," tegas Mawar.


"Jadi masalah semalam itu serius," gumam Rose.


Hum, angguk Mawar. "Seperti membangunkan macan tidur yang kelaparan."


Gleg.

__ADS_1


Matilah saya dalam hati perempuan itu ketakutan.


*


Rose dibawa ke sebuah Mall daerah Jakarta Selatan, tidak diizinkan mampir ke kosan. Pakaian baru telah tersedia sekoper penuh lengkap dengan pakaian dalam. Sebenarnya tidak perlu perawatan, karena Jacob lebih suka bau Rose yang alami. Ia ingin mempercepat keberangkatan, namun Maria Lili bersikeras ingin merubah penampilannya Rose biar gak malu-maluin katanya. Terpaksa pria itu mengikuti kemauan istrinya, daripada Rose yang jadi sasaran kemarahannya.


Dari pukul 07.00wib sampai menjelang Ashar, Rose dipermak habis-habisan. Hasil akhirnya menakjubkan, tidak terlihat lagi Rose yang berkerak dan dekil. Gadis itu berubah seratus delapan puluh derajat, kinclong mengalahkan kecantikan para model-model terdahulu.


Maria Lili menghandle langsung proses perawatan ditemani Mawar. Bodyguard itu juga pangling melihat Rose. Memang uang bisa membuat perempuan biasa menjadikan luar biasa. Namun ada yang mengganjal dihatinya, pakaian Rose terlihat seperti perempuan panggilan tarif internasional.


Sebenarnya Rose juga tidak nyaman dengan pakaiannya, tapi ia tidak mau memperkeruh suasana setelah kejadian semalam. Maria Lili tidak ada ramah-ramahnya, sikap bahwa disini dialah yang berkuasa lebih dominan ia tunjukan.


Maria Lili puas dengan hasil kerja kerasnya. Setelah ini Jacob akan menjadi tidak berselera pada Rose batinnya. Ditambah ramuan yang diminum suaminya itu, Jacob akan semakin tak berdaya. Maria Lili pernah bersumpah, akan menghapus jejak setiap perempuan yang disukai Jacob. Kini giliran Rose, tunggulah kau perempuan busuk geramnya. Entah apa yang dilihat Jacob dari perempuan ini. Menyesal kemudian tidak berguna, salahnya sendiri karena ia yang membujuk Rose agar mau menemani Jacob ke Maldives.


Maria Lili tidak menyangka Jacob akan serius dengan perempuan dari kelas bawah ini. Kerena ketampanan suaminya itu ia lupa asal usulnya yang dikutip dari Panti asuhan. Dasar bedebah kau Jack, gerutunya.


*


Saat Jacob menyusul ke butik, pria itu tercengang melihat penampilan Rose. Namun ia tau bahwa semua ini bukan kemauan gadis itu. Ini perintah Mary yang membuat Rose jadi seperti perempuan jadi-jadian. Namun tak mengurangi kepolosan yang terpancar di wajahnya.


"Pak Direktur, bolehkah saya melepas sepatu bertumit ini. Gaun ini juga membuat saya risih," rengek Rose pelan saat Jacob mendekatinya.


Dengan lembut pria itu melingkarkan seutas kalung di leher Rose, kemudian menggeleng. "Tahanlah sebentar saja," ujarnya berbisik.


Namun masih bisa di dengar Maria Lili. Dalam hati ingin rasanya menjambak bibir Rose yang sok manja pada suaminya. Di depanku kamu berani bersikap mesra Jack, bersenang senanglah selama sepuluh hari ke depan sebelum ku kirim perempuan itu ke neraka!


*


Dari Spa, Jacob membawa Rose langsung ke Bandara. Ia sudah tidak tahan ingin melalap gadis pilihan hatinya itu. Kali ini ia memilih langsung pengawal pribadinya. Pria itu menolak saat Maria Lili menawarkan agar membawa Dolken ikut serta. "Kamu lebih membutuhkan nya. Selama ini juga tidak pernah kamu izinkan dia kemana-mana?"


Kata-kata Jacob seolah menyindirnya, Maria Lili menahan diri sekuat tenaga meski dadanya hampir meledak. Tidak mungkin Jacob mengetahui perselingkuhan nya, karena ia dan Dolken sudah sangat hati-hati membungkus nya.


***to be continued

__ADS_1


__ADS_2