
Hidangan yang sedap dipandang mata belum tentu sedap di lidah mungkin inilah maksudnya. Rose Diana tidak sanggup menelan makanan lezat melewati tenggorokan yang panjangnya lebih kurang hanya 15 centimeter.
Mana Jacob terdiam tidak memandang kepadanya kecuali lirikan. Bersuara hanya jika ditanya. Pria itu bahkan tidak bisa menolak saat Maria Lili melayaninya makan. Mengambilkan sayur maupun lauk yang dirasa menjadi favorit pria itu.
"Apa makanannya tidak sesuai dengan selera kamu?" Tanya Alisha lembut pada Rose Diana.
Perempuan termuda di meja makan itu menoleh tersenyum canggung. Bagaimana bisa selera di depan mata ada dua sejoli yang merasa dunia milik berdua batinnya. "Hm," angguk Rose. "Saya kepingin makan iga rusa bakar," katanya asbun semoga bisa menjadi alasan yang masuk akal dari pada dikata cemburu melihat kemesraan di depannya.
Barulah Jacob menoleh pada Rose Diana dengan raut khawatir terpancar jelas di wajahnya. Wahai bayiku yang masih embrio, kenapa merepotkan ibu kalian dengan keinginan yang sulit. Panganan rusa bukan lah sesuatu yang lazim di Indonesia, jadi please jangan resek kata dalam hati Presiden Direktur itu. Kemudian menoleh ke belakang dimana 2 pengawalnya, Tiger dan Bear yang siaga berdiri tak jauh darinya.
Tiger memberi kode dengan matanya bahwa Bear, asisten merangkap bodyguard itu sedang browsing di internet mencari restoran yang menjual iga rusa. Aih, Nyonya Rose Diana ada-ada saja ngidamnya, keluh Kepala pengawal lulusan termuda di satuannya itu.
Akhirnya ada alasan dalam hati Alisha tersenyum ramah memandang Rose Diana. "Jangan panik dulu Tuan," katanya menenangkan Jacob yang terlihat gelisah.
"Saya punya solusi hanya jika belum dicoba belum tau apakah akan berhasil. Sebentar ya," ujarnya kemudian memanggil asistennya. "Samsir!"
"Ya Nyonya," jawab Samsir datang menghadap.
"Minta tolong Moni anda Choi datang kemari," titahnya.
Hah.
Maria Lili membuka mata lebar mendengar nama Moni and Choi. Pemilik dua Mansion yang tidak boleh dijual. Dua orang yang menjadi tujuannya kemari akan datang menghadap, oh betapa beruntungnya aku hari ini batin wanita itu deg deg deg.
"Baiklah," kata Samsir kemudian pergi.
Sedikit lega mendengar perkataan Alisha, Jacob melirik Rose dengan ekor matanya. Perempuan hamil memang suka minta yang aneh-aneh dan sulit dalam hatinya bahagia dan yakin bahwa tidak lama lagi akan punya keturunan. Tak sanggup menahan rasa penasarannya. "Apa Nyonya menyimpan iga rusa?" Tanya pria itu.
"Bukan saya. Tapi cucu saya membawanya dari luar negeri. Menyisakan sekantong mungkin bisa diminta sedikit untuk Nona cantik ini," jawab Alisha.
Oh, berapapun akan ku bayar demi anak yang dikandung Rose Diana dalam hati Jacob haru bercampur bahagia.
"Kalau hanya sekantong sebaiknya tidak usah Nyonya. Mungkin cucu anda sengaja menyimpannya karena susah mendapatnya di Indonesia saat kepingin," kata Rose Diana jadi segan atas kebaikan Alisha.
__ADS_1
"Sebaiknya kita tanya dulu baru mengambil kesimpulan. Oke," senyum Alisha menyentuh jemari Rose Diana.
"Ehm," angguk Rose tersenyum haru melihat kebaikan Alisha yang tulus. Bagaikan seorang ibu penuh kasih sayang yang lama ia rindukan.
"Itu mereka datang," lanjut Nyonya cantik itu. Raut bahagia dan bangga terpancar dari wajahnya melihat 5 balita keriting dengan wajah yang sama persis.
What!
Maria Lili terhenyak. Jadi Nona Muda Moni anda Choi masih balita. Dan bukan kembar 2 tapi 5, oh my God. Aku akan melakukan kontrak sewa menyewa Mansion seharga triliunan dengan bayi di bawah lima tahun dalam hatinya pesimis bisa sabar. Secara ia tidak menyukai anak-anak terutama Balita. Apa mereka bisa diajak komunikasi masalah bisnis sementara bicara saja belum fasih.
Oh, no.
Wanita itu memandang Dolken dengan wajah minta tolong. Pemuda itu hanya bisa tersenyum melihat ekspresi ngenes Maria Lili.
"Nena!" Pekik 5 balita menghampiri Alisha dengan berlari kecil. Alisha tersenyum lebar menyambut kelima Balita keriting yang mencium pipinya satu persatu.
"Ini kembar dua Moni and Choi, putri dari Presiden Direktur grup WJ. Dan yang tiga ini cucu saya putri dari Asisten Direktur Yudian Wahyudi," jelas Alisha.
Jacob telah mendengar nama besar kedua orang petinggi grup WJ itu. Sungguh beruntung bisa bertemu dengan keturunan mereka disini. "Senang berkenalan anak-anak," katanya. "Om berharap anak-anak Om kelak bisa sebaik hati kalian," lanjut pria itu memberikan pujian dengan harapan Rose bisa makan iga rusa bakar.
Kelima Balita memandang Rose lalu mereka saling pandangan seperti berkomunikasi dengan pikiran. "Berilah dua ruas yang paling panjang," kata Baby Choi memandang kembarannya Baby Moni.
"Pihak aku dan Moni satu ruas. Dari pihak keluarga Lara satu ruas, oke." Lanjutnya pada kembar tiga tersisa.
"Oke," jawab ketiga kembar Lara anak Yudi bersamaan.
Hah.
Jacob terperangah. Bagaimana ke 5 Balita tahu sementara Alisha belum menyampaikan maksudnya. Samsir juga tidak diberitahu untuk apa mereka dipanggil. Begitu juga Tiger, Mawar dan Bear memandang kagum dan terpesona pada bayi-bayi, jadi tak sabar ingin buat anak juga.
Tidak terkecuali Maria Lili. Wanita itu shock saat mendengar mereka bicara dengan fasih, tidak ada yang cadel saat menyebutkan huruf R. "Berapa usia cucu anda Nyonya?" Tak tahan ia bertanya.
Alisha mengerti ekspresi keheranan di wajah para tamunya namun tidak mengerti bagaimana menjelaskannya. "Belum 2 tahun," jawabnya.
__ADS_1
"Lihat. Kamu beruntung," senyum nenek dari ke 5 Balita itu pada Rose Diana.
Baby Choi mendekati Rose. "Ayo ikut kita ke belakang. Beritahu chef masak yang sesuai dengan selera kakak," ujarnya.
"Uhm," angguk Rose melirik Jacob kilas. Apakah ada raut keberatan di wajahnya. Ternyata ada saudara-saudara. Bodo amatlah! Dari tadi ingin kabur akhirnya ada kesempatan.
"Jangan lama-lama ya. Kakak harus pulang sebelum gelap," tegur Jacob sekalian mengingatkan Rose Diana.
"Tenang saja Paman. Bukankah kita tetanggaan? Pinjam kakak sampai besok oke," ujar Baby Choi menarik tangan Rose bangun dari duduknya.
"Eh eh, jangan!" Tak sadar Jacob teriak keberatan.
Rose terkikik dalam hati. Rasain lu dalam hatinya puas. Rasa sakit hatinya karena dicuekin dibayar tunai oleh bayi usia belum dua tahun.
"Tante boleh ikut ya," kata Maria Lili cepat. Kesempatan di depan mata jangan sampai terlewat. "Please," mohonnya.
"No way," geleng ke 5 bayi serentak.
Hah.
Maria Lili terperangah.
Hm.
Senyum ketiga bodyguard yang berdiri di belakang antara Rose dan Jacob terpesona pada kekompakan serta ketegasan 5 Balita. Cocok masuk Akademi Intel and Spy tingkat internasional.
"Hanya usia 20 tahun ke bawah," kata salah satu Baby Lara putri dari asisten Yudi yang biasa dipanggil Sevi.
Heg.
Maria lili terhenyak. "Tapi tante juga ada urusan dengan kalian," mohon wanita itu dengan wajah memelas.
Kembali ke 5 bayi menggeleng kompak. "Tidak boleh, ya tidak boleh!" Ketus Lara Sevi.
__ADS_1
***to be continued.