
Hah!..hah...hah!
Rose bernafas besar-besar setelah ciuman yang makin lama makin membuatnya ketagihan. "Sayang. Kamu sangat lihai," rajuk nya.
"Kamu cepat pintar," senyum Jacob mengusap bibir merah Rose. Terlihat sedikit bengkak dari sebelumnya. "Aku selalu ingin memasuki mu," serak Jacob di wajah perempuan yang ditindih nya.
Rose menatap Jacob sayu, jemarinya mengusap lembut rahang kekar pria itu. Ada bulu-bulu kasar bekas cukuran baru tumbuh. "Dimasuki kamu adalah kenikmatan bagiku," desisnya.
Jacob senyum menggeleng, apa pesona Rose bisa ia tepis setelah sepuluh hari kebersamaan mereka. "Sayangku." Dengan suara berat pria itu kembali melabuhkan bibirnya, dua gunung kembar yang jadi tujuannya.
Rose menggeliat nikmat saat Jacob menyentuh salah satu titik kelemahannya. Melakukan di tempat terbuka lebih menantang bagi Rose, syukurnya langit masih gelap batin gadis itu.
Kursi malas tempat memadu asmara, berderit-deret menahan goncangan tubuh mereka. Nanti aku letakkan yang permanen batin Jacob. Namun begitu tak mengurangi hasratnya yang menggebu, menghentak cepat saat mendekati puncak. Jacob terkulai untuk kesekian kalinya. Seperti remaja baru pertama kali jatuh cinta, pria itu sangat excited dan puas. Selalu ingin lagi dan lagi, tidak sia-sia memilih gadis ini.
*
Menjelang siang, Jacob benar-benar mengajak Rose turun ke laut. Itu karena gadis itu tidak mau ditinggal tidur meski terlihat lelah setelah percintaan nonstop mereka. Dari kapal sampai ke Resort, belum 24 jam hampir selusin kali dirinya pelepasan, bagaimana dengan Rose, bisa jadi lebih. Sebuah rekor baru bagi Jacob. Ia pernah melakukan nya dulu dengan perempuan dari masa lalunya. Namun tidak se gairah ini. Bagi Jacob bergadang adalah hal biasa menyelesaikan tugas kantor, tapi Rose...
Hum, belajar olah nafas dan cara menggunakan tabung udara sudah dikuasainya. Tinggal menyelam, learning by doing judulnya. Tidak ada sesi latihan di laut buatan, langsung praktek di lautan lepas. "Sayang," rengek Rose manja.
"Jangan takut, sayang. Aku tidak akan melepaskan mu."
"Hum," angguk Rose. "Agar selalu di dekatmu lautan luas pun akan ku selami."
"Hahaha." Jacob tak kuasa menahan tawa mendengar gombalan Rose. Begitu juga dengan bodyguard yang mendampingi mereka, gak kuku jadi pengen punya pasangan. Namun apa daya mereka terikat perjanjian, harus jomblo sampai habis masa jabatan.
Rose dan Jacob saling berpegangan tangan, hadap-hadapan siap-siap hendak menyelam. Dipandu mentor profesional, yaitu para bodyguard yang serba bisa. Siapa lagi kalau bukan Tiger di sebelah Jacob dan Mawar di sebelah Rose.
"Hitungan ke tiga," seru Tiger Wang.
Gluup!
Mereka berempat serentak tenggelam, di ikut beberapa bodyguard junior lainnya.
*
__ADS_1
Maria Lili tak tenang memikirkan Jacob yang telah berani menentang dirinya. Dari laporan seorang hacker yang dihubungi nya, sebuah Resort di Lautan lepas pantai Pulau Maratua adalah milik seorang pengusaha bernama Mr. Stuart.
"Stuart? Bukankan itu nama tengah Jacob."
Perempuan itu meradang semakin dendam pada Rose Diana. Namun pembunuh bayaran yang dihubunginya baru akan sampai malam ini dari Kanada. "Aaaaaaa!" jeritannya membangunkan Dolken yang kelelahan setelah pergulatan panjang mereka.
"Mary! Ada apa?"
"Aaah! Aku benci padamu, Jack!" Jeritnya semakin histeris.
Dolken memeluk perempuan telanjang disampingnya itu. "Tenangkan dirimu Mary," pujuk pemuda itu.
"Aku telah baik hati mengangkat derajatnya dari karyawan biasa menjadi Direktur di perusahaan Juan Sandy. Kenapa dia tidak tau berterima kasih."
Hum, desah Dolken jadi kasihan pada Maria Lili. "Siapa yang pertama mengusulkan Jacob boleh berhubungan dengan wanita lain selama sepuluh hari?" Tanya pemuda itu penasaran.
"Aku," jawab Maria Lili pelan penuh penyesalan.
"Kenapa kamu begitu pintar."
"Brengsekk kau!" Maki Maria Lili, ia tau maksud Dolken yang sebenarnya bahwa otaknya bodoh tak tertolong. "Papa ingin aku menceraikan Jacob karena tak kunjung hamil dan yang membuat kesal, Jack tidak keberatan sama sekali."
Hm, angguk Maria Lili tidak membantah. "Jacob bukan menantu idaman Papa, Ken. Bukan hanya karena latar belakang, membawa lari....," Maura adalah kesalahan fatal ditambah saat,...ah. Maria Lili tak meneruskan kata-katanya.
"Tapi apa dia mencintaimu?" Tanya Dolken tau ke mana arah kalimat berikutnya. "Bukankah dulu ia kekasih saudarimu, Maura." Lanjut pemuda itu hati-hati.
Maria terhenyak. "Kamu tau dari mana, saat itu kamu masih bocah!"
"Mary, kita ini saudara. Keluarga Juan Sandy yang paling populer di keluarga besar Purnomo, makanya sering jadi bahan pembicaraan."
Akh, kesal Maria Lili.
"Bagaimana kamu bisa menikah dengan Jacob tanpa restu Almarhum Om Juan?" Tanya Dolken mulai berani mengorek masa lalu Mary.
Tentu saja setelah aku menyingkirkan Maura batin Maria. "Kamu tau alasannya," jawab perempuan itu yakin bahwa Dolken juga pasti sudah mendengar gosipnya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa terjebak hubungan terlarang di Hotel bersama Jacob?" Tanya Dolken semakin antusias.
"Ya, karena aku menjebaknya!" Ketus Maria Lili gak tahan lagi menyimpan rahasia itu lebih lama.
Hum, sudah ku duga dalam hati Dolken. Setahunya Jacob hampir jadi tersangka, namun setelah ditemukan zat perangsang di urinnya serta sisa pelepasan Jacob di kewanitaan Maria Lili, Polisi menyimpulkan bahwa benar malam itu Maria Lili telah di gagahi Jacob. Jadi kedua mereka tidak ada hubungan dengan hilangnya Maura.
"Mary, kamu nekad sekali. Menikah tanpa restu orang tua asal sama-sama cinta bisa bahagia tapi kamu, tanpa cinta juga tanpa restu. Hais, aku salut pada kegigihanmu. Katamu Jacob gak mandul kenapa kalian belum memiliki keturunan?" Tanya Dolken tambah penasaran.
"Sudah berapa kali kita berhubungan?" tanya Maria Lili balik.
"Gak terhitung lah! Sudah hampir dua tahun."
"Pernah pakai pengaman?"
Oh, Dolken tersadar. Benar juga, kenapa dengannya Mary gak takut berhubungan meski tanpa pengaman. "Sebenarnya kamu yang,..."
"Ehm," angguk Mary. "Diagnosa infertilitas yang tidak dapat dijelaskan sialan itu...aaaaaaaa." Tangis perempuan itu pecah.
"Sudah sudah." Dolken mendekap Maria Lili. Sedih mendengar tangisan pilu perempuan itu. "Banyak cara untuk bisa memiliki anak sekarang. Jangan putus asa."
"Si brengsek itu tidak mau program bayi tabung yang merepotkan."
"Itu alasannya saja, sebenarnya Jacob tidak mencintaimu. Jadi ada anak atau tidak denganmu gak masalah baginya, kalau boleh gak usah ada."
"Aaaaaa," tangis Maria Lili semakin kencang. "Kenapa kalau ngomong kamu suka benar."
"Agar kamu mau menerima kenyataan, Mary."
"Tidak Ken! Sebelum aku menghancurkan hidup perempuan itu."
"Bukankah liburannya dengan berbagai perempuan, itu usul kamu sendiri. Lihat saja dulu apakah setelah ini Jacob berpaling darimu. Tindakan kriminal itu tidak direstui oleh yang Maha Kuasa, ngerti tidak?"
A
Maria Lili terhenti dari tangisnya, sudah berapa banyak tindak kejahatan yang telah ia lakukan aman-aman saja. Hari akhirat, aku tidak percaya batinnya. "Aku tidak perduli, Ken. Pokoknya perempuan itu harus dilenyapkan."
__ADS_1
Hais, ku cekik juga perempuan ini geram dalam hati Dolken. Heh, perempuan busuk! Tidak akan ku biarkan batinnya.
***to be continued.