
"Aaaarggkh," lenguh Elisa kekenyangan. Ingin rasanya baring dilantai seandainya tidak ada Jacob. Perlahan teman Rose itu bersandar di dinding kaca, berselonjor kaki sambil melihat ke belakangnya. Meja yang mereka duduki tadi terlihat jelas dari ruangan ini, pantesan Jacob mengetahui keberadaan Rose batinnya.
Bedanya dengan Rose yang makan dengan santun, lebih pelan karena telah kehilangan nafsu makan. Melahap Jacob lebih menggugah seleranya sekarang ini. Pikiran jorok memenuhi otaknya, akh. Rose menggeleng agar keinginan itu hilang dari benaknya.
"Buruan," tegur Elisa pelan.
"Gak bisa habis aku ini," jawab Rose juga pelan.
"He," cibir Elisa mengerti pasti Rose gak kuku melihat Jacob yang aslinya lebih tampan tenyata. Membayangkan bahwa Rose telah mencium bibir seksi pria itu, pantes saja gak bisa move on.
"Kenapa gak bisa habis," tanya Jacob tanpa menoleh.
Rose melirik Elisa yang tersenyum mesum padanya. "Kenyang melihat Pak Direktur," jawab Rose asbun.
"Hihi." Elisa terkikik, dasar perempuan miang batinnya.
"Setelah ini pulang kemana?" tanya Jacob lagi.
"Ke kosan setelah ngantar Elisa ke bus Transjakarta," jawab Rose sambil mendorong mangkok makanannya ke sisi bekas Elisa. "Gak bisa telan," gumamnya.
"Hihi," kikik Elisa menggeleng malu melihat Rose benar-benar menunjukkan rasa cintanya.
"Sekarang mau pulang?" Tanya Jacob pada Elisa.
Sialan! Habis manis sepah dibuang gerutu gadis itu. "Iya Om," jawab Elisa paham dirinya diusir. "Saya takut kemalaman," alasannya cemberut.
Hah, Rose terhenyak. Aku masih rindu belum puas memandang Jacob dalam hatinya.
Jacob membuat panggilan bahasa inggris, seorang pria masuk ke ruangan. "Kamu ikut abang ini. Dia akan mengantarmu sampai ke Rumahmu," kata Jacob pada Elisa.
Oh, keren banget gua diantar supir pribadi. "Terima kasih Om ganteng," ucap Elisa sumringah. "Gue pulang duluan Rose," katanya mengerling mata genit, tak lupa menyambar 3 paper bag hape.
"Uhm," angguk Rose tersipu malu bercampur senang. Itu artinya ia dan Jacob akan tinggal berdua, dug dug dug jantung deg-degan. Bagaimana bisa kebetulan sih batinnya.
Jacob kembali menyibukkan diri dengan berkasnya. Lima belas menit dicuekin siapa yang gak gelisah. Hais, lebih baik aku juga pulang batin Rose. "Saya juga mau ke Kosan Pak Direktur," pamitnya.
Jacob mengangkat wajahnya merenung Rose. "Kemari," titahnya mengulurkan tangan agar Rose masuk ke pelukannya.
Gleg.
__ADS_1
Gadis itu meneguk ludah susah payah, tiba-tiba kerongkongannya kering. Bukankah kemarin sudah latihan menjauh, kenapa sekarang disuruh mendekat, hais. Namun begitu Rose nurut, perlahan menghampiri Jacob. Serta merta pria itu meraih pinggangnya, sehingga Rose terduduk di pahanya. "Kita mau ngapain?" Tanya Rose.
"Kamu mau ngapain?" Balas Jacob bertanya.
Memakanmu dalam hatinya. "Pulang," jawab Rose.
Jacob tau Rose tidak benar-benar ingin pulang. "Kenapa tidak selera makan?" Tanyanya.
"Tidak tau," jawab Rose grogi. Wajah mereka sangat dekat sehingga perempuan itu bisa merasakan hangat nafas Jacob.
"Mau makan aku?" Tanya pria itu seolah tau isi hatinya. "Apa boleh?" Tanya Rose balik, ups! Serta merta mengatup bibirnya yang lancang.
"Masih ada 2 malam 1 hari biar genap sepuluh hari," jawab Jacob. "Mau makan yang mana dulu," ujarnya serak bergairah karena pria itu juga sudah sangat berhasrat.
Dug dug dug, debaran dada bertambah kencang. Tunggu apa lagi mumpung dikasi lampu hijau dalam hati Rose menangkup wajah Jacob dengan kedua tangannya. Menempelkan bibir ke mulut prianya.
Jacob membiarkan Rose menikmati bibirnya. Ehm ah ehm desah perempuan itu menciumi dirinya semakin agresif.
Hah.. hah.. hah.., Rose ngos ngosan. Tak tau berapa lama ia ngemut bibir pria yang dirindukannya itu. Dari atas ke bawah naik lagi ke atas. Turun ke leher naik lagi ke bibir sampai entah ke berapa putaran. "Maaf," ucapnya mengusap mulut Jacob yang basah oleh liurnya.
"Aku siap jadi hidangan untukmu malam ini," jawabnya.
Bola matanya membesar. "Malam ini?" Tanya Rose. "Apa maksudnya aku gak akan pulang ke kosan."
Oh, dalam hati Rose bersorak, tapi. "Sebaiknya tidak usah. Semakin aku gak bisa move on nanti," tolaknya basa basi.
"Kewajiban kamu masih sisa sampai besok malam," tukas Jacob menjentik kening Rose.
"Aduh," pekiknya. "Siapa yang usul jaga jarak waktu di Resort," ujar Rose jutek. "Aku mau istirahat satu hari biar lusa masuk kerja terlihat fresh," katanya cemberut.
"Tugas kamu seterusnya hanya akan membersihkan ruangan kantor Direktur," jelas Jacob.
Ha, Rose tercengang mendengar perkataan Jacob. "Bukankah itu terlalu kelihatan kalau kamu memanjakan aku?"
Kening Jakob berkerut. "Kenapa? Kamu tidak mau dimanja olehku?"
Rose memandang mata indah Jacob, kemudian mengecupnya kilas. "Bukan tidak mau. Kamu tau mulut karyawan kantor, aku gak mau jadi bahan gosipan."
"Apa bibirmu ini hanya ahli berciuman!Kamu kan bisa menjawab terserah Pak Direktur dong, gitu."
__ADS_1
Hah. "Alasan apa itu, asal goblek."
"Asal goblek apa maksudnya. Gunakan bahasa Indonesia yang benar biar orang ngerti." Jacob menjentik hidung Rose.
Ih!
"Itu namanya asbun, asal bunyi cari berantam. Pokoknya aku mau tugas seperti biasa. Ini juga bingung lusa mau jawab apa kalau ditanya kemana kok baru masuk kerja sudah libur sepuluh hari," kata Rose cemberut.
Hum, jacob tersenyum. "Bilang saja baru pulang bulan madu."
Rose membelalak. "Ah! Tidak mau," ujarnya mencubit bibir Jacob, geram.
Hehe, tawa Jacob senang menggoda Rose Diana. Dia sangat menyukai kemanjaan gadis di pangkuan nya ini. "Apa kamu gak ingin makan lebih dari yang barusan?"
Deg deg deg, ya Tuhan. Gelenyar aneh itu, oh tidak. Rose langsung terkencing hanya membayangkan saja. "Ih, kamu kok mancing-mancing!" Perempuan belia itu memukul pundak Jacob kencang, pria yang membuatnya nikah diam-diam jadi janda diam-diam, ah. "Kamu gak konsisten bilang mau jaga jarak," marah Rose bergelayut manja di pelukan Jacob.
"Sanggup gak?" tanya Jacob.
Rose menggeleng. "Kamu?"
"Aku ada istri kalau kepingin."
Hah!
Jawaban Jacob mengiris hati Rose. Tapi mau gimana lagi, ini kenyataan pahit yang harus ia telan. "Tidak usah dilanjutkan lagi kalau gitu," ujar Rose sedih. "Biarkan aku pulang."
"Malam ini terakhir kamu boleh makan aku sepuas mu. Setelah itu puasa jangan pergi ke jalan yang salah."
"Itu urusanku!" Ketus Rose tersinggung. Emang gue cewek apaan. "Siapa saja yang mau aku gak akan menolak," tegasnya.
"Hei!" Jacob mencubit bibir Rose. "Jadilah anak baik, katanya mau kuliah. Katakan kamu mau universitas mana, nanti aku kasi surat rekomendasi agar kamu diperlakukan dengan baik."
Rose berbinar. "Jaguk Internasional," katanya cepat. "Tapi mungkin akan sulit tembus karena latar belakang," lanjutnya sedih.
"Keinginan Tuan putri akan terkabul. Bukankah 3 bulan lagi penerimaan Mahasiswa baru?"
Ehm, angguk Rose. "Wakil Direktur sudah menyetujui surat resign."
Bagus!
__ADS_1
"Makan aku sepuas mu malam ini kalau gitu. Ini perintah," kata Jacob serta merta menciumi Rose. Seyogyanya ia sudah gak tahan lagi setelah tadi susah payah menahan diri untuk tidak membalas perlakuan Rose padanya. "Kita pindah," ujarnya gak tahan lagi setelah pemanasan yang memakan waktu satu jam.
*** to be continued.