Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 14


__ADS_3

"Hahaha," tawa Jacob. "Kalau iya, kenapa?" jawabnya sengaja berbohong.


Sebenarnya pria itu melepasnya setelah sampai Resort, karena gaun itu telah ternoda darah keperawanan Rose serta campuran cairan mereka berdua yang melimpah. Pria itu kembali birahi hanya dengan membayangkannya saja, betapa dahsyat nya pergulatan mereka tadi. Jacob membuka tangan Rose yang masih menutupi wajah polosnya. "Tidak perlu malu. Bukankah untuk itu kita pergi liburan, menikmati setiap momen."


"Tentu saja malu," rajuk Rose memonyongkan bibirnya.


Dengan gemas Jacob mencubitnya. "Aku tidak mungkin membiarkan orang lain melihat tubuhmu," jelasnya mengerti maksud Rose.


Hm, senyum Rose menarik nafas lega. Namun hanya sekejap karena Jacob kembali menyumbat mulutnya, ah. Gadis itu membalas tak kalah agresif, setelah putus urat malu semua menjadi mudah. Saling memandang dengan nafas memburu selesai berciuman. "Katanya mau makan," ujar Rose melihat Jacob malah melepas pakaiannya.


"Aku mau lagi Rose," jawab pria itu.


Keinginanmu adalah perintah bagiku dalam hati Rose yang dengan senang hati melayani Jacob. Perutnya kenyang hanya dengan bercinta. Jacob yang lembut, Jacob yang tegas. Jacob yang mengerti bagaimana membuatnya melayang, menikmati rasa sakit.


Bagaimana bisa aku melupakan pengalaman manis ini kelak, batin Rose. Ah sudahlah, nikmati yang sekarang sepuas-puasnya.


*


Dolken benar-benar tidak rela Rose Diana dimakan Jacob, tapi mau bagaimana lagi. Bukankah ia sudah siap dengan resikonya, toh dirinya juga bukan pria suci. Namun entah kenapa Dolken ingin sekali melakukannya dengan Rose Diana walaupun hanya sekali. Bukankah akan lebih mudah merayu gadis itu setelah ia mendapatkan pengalamannya. Ada hikmahnya juga, kan! Setelah merasakan kenikmatan, kemana mau disalurkan setelah putus dengan Jacob. Maka aku akan datang sebagai pelipur lara, hahahah tawa dalam hati Dolken kembali ceria.


"Mary, sebaiknya kamu jangan gegabah dalam bertindak. Tidak kah kamu berpikir kenapa Jack merubah destinasi liburannya?" Dolken menasehati Maria Lili.


Wanita itu tidak menghiraukan Dolken, keputusannya ingin melenyapkan Rose dari muka bumi semakin tak terbendung. Bukan kali pertama aku melakukannya, batin Maria Lili kemudian melakukan panggilan. "Bisa datang lebih cepat?" Ujarnya setelah beberapa saat terhubung.


"Sepertinya berhubungan dengan Jacob," tebak orang di seberang telepon.


"Ehm. Datang lah besok," jawab Maria Lili.


"As you wish, Bos."


"Saya akan email lokasi. Alamat pasti tidak diketahui, itu tugas anda untuk mendapatkannya."


"Asiap."


"Bye." Maria Lili menutup sambungan.


Kening Dolken berkerut. "Siapa yang kamu hubungi Mary?" Tanyanya khawatir.


"Ken!" Panggil Maria Lili serius menatap ke iris brondongnya itu.


"Uhm," jawab Dolken lebih serius.


"Kemungkinan Jacob telah mencurigaiku merencanakan sesuatu padanya, sudah pasti. Bisa jadi ia telah mengetahui hubungan kita, hanya dia pura-pura gak tau dan gak perduli lagi padaku."

__ADS_1


"Aku pikir juga begitu," jawab Dolken setuju. "Lalu apa rencanamu?"


Maria Lili memutuskan untuk tidak lagi menyembunyikan apapun dari Dolken. "Melenyapkan perempuan itu dari muka bumi." Katanya tegas.


What, Dolken membelalak. Mudah sekali bagi perempuan ini mengatakannya. Melenyapkan nyawa manusia seolah menepuk nyamuk. "Apa harus sejauh itu, Mary! Itu tindakan kriminal kelas berat, kamu bisa dihukum penjara jika ketahuan."


"Rahasiaku adalah rahasiamu sekarang, Ken. Karena kita di pihak yang sama," terang Maria Lili. "Kita tidak perlu turun tangan langsung, karena beberapa orang berpengalaman akan melakukannya. Kerja mereka bersih, jadi kamu jangan khawatir."


"Tapi,.." Itu dosa, Dolken tidak meneruskan kata-katanya.


"Kamu tenang saja. Karena aku sudah memakai jasa mereka lebih dari 12 tahun dan tidak ada masalah."


Gleg.


Jakun Dolken menggulung, ketakutan hampir kencing di celana. Dugaannya selama ini ternyata benar, Maura hilang 12 tahun yang lalu. Apakah itu artinya..


"Hei bocah! Sudah saatnya kamu dilibatkan dalam masalah seperti ini. Apa kamu pikir jacob manusia bersih bisa sampai ke posisinya sekarang?"


"Ehm," geleng Dolken. Ternyata dia belum mengenal siapa Keluarga JSP Investment yang sebenarnya.


"Mulai sekarang kamu belajar masuk ke dunia keras. Jangan taunya hanya bermanja-manja denganku. Jika Jacob memilih perempuan itu ketimbang aku, kamu bersiaplah jadi the next Direktur."


Ha!


"Hum iya, kamu! Tapi setelah kita menghancurkan mereka."


"Mary," desis Dolken.


"Ayo kita nikmati bulan madu disini saja, sepuluh hari nanti baru kita pulang."


Hehe, senyum Dolken melebar.


*


Rose bermanja-manja disisi Jacob. Selesai dinner yang hampir pagi, keduanya baring dikursi malas yang ada di luar peraduan utama. Menikmati pemandangan langit malam yang lengang. Diantara mereka tidak ada yang mau tidur, toh Rose juga baru bangun setelah kelelahan bercinta di Kapal. Diajak bercinta lagi di Resort ia juga hayuk, karena hanya sepuluh hari waktunya bersama Jacob. Tapi Jacob, Rose belum melihat nya tidur sepanjang perjalanan.


"Apa sakitnya masih terasa?" Tanya pria disampingnya, Rose tau maksudnya. "Ehm," geleng nya bergelayut manja di lengan Jacob. "Aku malahan kepingin lagi," bisiknya gak peduli malu.


"Hahaha," tawa Jacob. Ia tau sejak dari ruang kerjanya saat mereka mulai kontak fisik, birahi Rose cepat sekali terpancing. Perempuan ini mengerti bagaimana mengendalikan rasa sakit, padahal baru pertama kali. Kenikmatan yang diekspresikan Rose menjadi pemicu hasratnya juga, kan.


Resort yang didiami Jacob lebih besar dari semua Resort yang ada di sekeliling perairan itu, dan jauh ke tengah laut. Sebenarnya ini adalah miliknya pribadi, Jacob berinvestasi tanpa sepengetahuan Maria Lili. Jika harus lepas dari JSP, ia gak akan kehilangan kekuasaannya. Disini dia bos Perusahannya sendiri, bukan perusahaan milik istri.


"Sayang, ups!" Rose keceplosan dengan cepat mengatup bibirnya.

__ADS_1


"Hum," senyum Jacob. "Kamu sangat menyukaiku?"


Ah.


"Tidak juga," jawab Rose cepat. "Hanya menikmati setiap momen seperti katamu, hehe."


"Oke, ada apa sayang?" Balas Jacob lebih mesra.


"Bagaimana kalau terjadi gempa lalu sunami?"


"Astaga!" Seru Jacob mencubit bibir Rose.


Bodyguard yang berjaga di sekitar mereka ikut tertawa mendengar pertanyaan polos kekasih Bos.


"Kamu bisa berenang?" tanya Jacob.


"Berenang di bak," jawab Rose.


"Hahaha," kembali Jacob tertawa. "Aku pikir ingin membawamu menyelam, katanya pemandangan di bawah laut sangat indah."


Oh. "Kamu bisa menyelam?" Tanya Rose.


"Euhm..di tempat yang tidak terlalu dalam," angguk Jacob. "Tapi baru latihan. Langsung ke laut baru mau coba besok, kalau hari sudah terang."


"Waktu latihan butuh berapa lama?" Tanya Rose lagi.


"Aku hanya dua kali dalam minggu ini. Namun medan di laut buatan dan di lautan bebas berbeda adrenalin."


"Bawa aku kalau gitu," kata Rose.


"Hum." Jacob mengerut dahi. "Katamu gak bisa berenang."


"Di belakang Pasar Induk ada sungai. Seperti muara pertemuan antara air asin dan air tawar, lumayan besar dan dalam,


Sewaktu kecil aku suka berenang disitu."


"Ha." Pria itu terperangah. "Bukankah biasanya disitu banyak hewan berbahaya, seperti ular dan buaya?" tanya Jacob penasaran seperti apa masa kecil perempuannya ini.


"Memang banyak, tapi aku bisa mengelabui mereka dengan menyamar sebagai belut listrik," jawab Rose.


"Hahahaha." Jacob tak kuasa menahan tawa. "Aku juga punya belut listrik," katanya seketika menyengat bibir Rose dalam dan menghanyutkan.


"Akh." Meski kaget dan malu ada yang melihat..ia tak boleh membantah, kan. Dalam berciuman tatapan Rose nanar memandang sekeliling mencari keberadaan bodyguards. Pada kemana batinnya. Gadis itu tidak sadar telah di kode oleh Jacob agar mereka menjauh.

__ADS_1


*** to be continue.


__ADS_2