Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 22


__ADS_3

"Puas?" Tanya Jacob.


Mereka kini berada di kamar Hotel WJ di lantai 3, baru saja melepaskan hasrat dengan sukses.


"Ehm," angguk Rose namun perempuan itu kembali menciumi prianya agresif. Siapa suruh bilang boleh makan kamu sepuasnya dalam hatinya.


"Kamu membangunkan nya lagi," serak Jacob kembali gairah.


"Uhm." Rose tersenyum mesum sembari mengusap bibir prianya. "Kenapa gak pulang ke Mansion?" Tanyanya. Suatu pertanyaan yang dari tadi ingin di lontarkan perempuan itu.


Diingatkan rumah Jacob kembali kesal. Seyogianya memang rencananya akan di Hotel dulu beberapa saat sampai menentukan hunian baru. Perasaan ingin lepas dari Mary tidak bisa dibendung lagi. "Menghabiskan waktu sepuluh hari yang tersisa yang tidak bisa kita lakukan di Mansion," jawabnya.


"Ehm." Rose menekuk bibirnya.


"Tidurlah kalau ngantuk," kata Jacob. Ingin bangun dari atas Rose serta merta ditahan oleh perempuannya itu.


"Gak mau! Katamu boleh makan sepuasnya," rajuk Rose.


Cis, dengus Jacob. "Kamu sangat bernafsu."


"Yang harus disalahkan itu kamu! Siapa suruh kamu terlalu keren," Rose cemberut.


Ku akui memang aku keren, karena itu Mery tidak mau melepas ku batin Jacob.


"Apa masalah pengintaian itu serius," tanya Rose. Tak ayal ia khawatir karena di wajah Jacob terlihat resah meski tetap hangat padanya.


Jacob mengerut dahi, ia sudah berusaha menyembunyikan dari Rose. "Dari mana kamu tau?" Tanya pria itu.


"Aku punya indra keenam," jawab Rose, kening Jacob semakin berkerut.


"Di tangan Tiger saat membangunkan kita malam itu alat pengintai jarak jauh kan, spy ya namanya. Aku ngintip, hehe maaf kebanyakan baca novel fiksi ilmiah saya,"


Percuma dalam hati Jacob. "Tidak serius. Kamu hanya hati-hati terhadap orang asing yang sok akrab seperti di restoran bawah tadi sore. Janji, tidak akan melayani orang-orang seperti mereka!"


"A ku ber janji," ucap Rose mengangkat kedua jari telunjuk dan tengah.


"Sekarang baru jam sebelas lebih. Sebaiknya aku pulang ya," mohon Rose khawatir makin lama makin sakit saat berpisah.


"Tidak boleh!" Tegas Jacob. "Apa kamu lupa masih terikat perjanjian sampai lusa pagi," marah pria itu.


Rose merengut. "Disini ada kamu mana bisa tidur! Yang ada makin melek pingin makan kamu sampai pagi, itu sangat menyiksa you know."

__ADS_1


"Menyiksa bagaimana! Aku lihat kamu menjerit-jerit keenakan," senyum Jacob lebar.


Hais.


"Maksudnya saat nanti habis kontrak. Bagaimana aku memadamkan hasratku saat kepingin," sedih Rose.


Hum. "Kamu boleh meminjamnya," kata Jacob.


"Gratis seumur hidup," sambung Rose.


Hum, geleng Jacob tersenyum sumringah. "Gratis," ujarnya.


"Janji ya." Rose menautkan kelingkingnya pada kelingking Jacob.


"Dasar bocah," gerutu pria itu. Kemudian menciumi Rose seluruh tubuhnya tak ada yang luput, lebih lama di kelopak mawarnya yang ranum mekar mewangi. Jacob mengisap sari manis yang keluar dari kenikmatan yang diciptakan oleh sensasi kulumannya.


*


Rose benar-benar begadang, dipelukannya Jacob tertidur pulas. Wajahnya tampan innocent seperti bayi. Baru kali ini melihatnya tidur dalam 9 hari kebersamaan mereka.


Sayangku desah dalam hati Rose mengusap pelan kening Jacob yang berkeringat. Bibirnya merah semerah cabe, ingin dikecup takut membangunkan pria itu.


Ponsel sialan siapa yang bunyi keluh Rose. Malam-malam begini ganggu orang tidur aja, kesalnya.


Hais, Rose mengurai pelukan saat menyadari nada dering itu milik ponselnya. Perlahan ia turun mencari tas kecilnya yang ternyata ada lantai tergeletak bersama pakaiannya dan pakaian Jacob yang berserakan. Tak lupa Rose meletakkan guling di pelukan Jacob sebagai pengganti dirinya.


Siapa sih! Kalau gak penting awas kau, gerutunya tanpa melihat nama pemanggil karena suasana lampu kamar yang redup. "Hallo," jawab Rose.


"Gimana sukses?"


"Astaga, Lisa!" Pekik Rose tertahan. "Kamu tau jam berapa ini?"


"Udah empat lebih, woi! Bentar lagi subuh lo mau bangkong," jawab Elisa.


Rose bertambah kesal. "Yang ada gue mau buat perhitungan ke elo, ya Lis. Gara-gara lo tiba-tiba minta makan di Hotel WJ, gue jadi tertahan disini gak tidur semalaman. Tau gak!"


"Cie cie...bukannya lo terima kasih malam ini bisa bersama yayang," goda Elisa.


"Lisa, makin sakit tau! Ini benar-benar perpisahan yang akan sulit gue lupa seumur hidup. Eh, kenapa kita jadi lo lo gue, sih!"


Hahaha, dasar lawak. "Salahkan lah mataku yang hijau melihat duit ini," ujar Elisa.

__ADS_1


"Maksud kamu?" Tanya Rose terbit curiga ada sesuatu yang disembunyikan Lisa.


"Aku pun gak bisa tidur gegara merasa bersalah," ujarnya.


"Apa hubungannya kamu gak bisa tidur dengan mata hijau melihat duit?"


"Maaf," ucap Elisa pelan. "Tadi waktu di Mall ini kita ke toilet kan sebelum makan? Nah, seseorang menghampiriku saat kamu masih di dalam. Menawarkan uang segepok jika berhasil membawamu ke Hotel WJ."


Ah, seketika Rose tercerahkan. "Perempuan, apa dia menyebut nama?" Tanya Rose curiga pada satu orang.


"Bodyguard lo namanya Mawar, kan."


Sudah ku duga dalam hati Rose. "Tadi aku juga curiga. Tapi karena dalam rangka nyenengin lo, hah! Ya sudah gak apa, tapi lain kali jangan mata duitan ya Lisa. Please," mohon Rose.


"Iya, maaf ya Rose."


"Hum, udah dulu ya. Jacob tidur, entar keganggu kasihan. Aku belum melihatnya tidur selama di Resort."


"Cieee.. yang lagi jatuh cinta," goda Elisa.


Ck.


"Bye!" Rose menutup sambungan. Kembali ke kasur berbaring di samping Jacob, senyuman lebar menghiasai bibirnya. "Cis! Sok cuek," toel nya di hidung Jacob. "Ternyata kamu juga gak tahan pisah denganku."


*


Rose tersentak, melihat jam 07.10wib tidak ada siapa-siapa di sampingnya, namun ada suara air di kamar mandi. "Jacob," gumamnya. Menggeliat manja di kasur yang empuk, enaknya jadi orang kaya batin gadis itu teringat kasurnya di rumah paman serta di kosan. Tipis setipis kue lecker.


"Jam kantor Direktur 10.30wib, cepat sekali dia bersiap dalam hati Rose kembali memejamkan mata.


Lebih baik aku tidur, gak mau melihat Jacob berangkat kerja biar kayak di drama-drama. Saat seorang pria meninggalkan kekasih gelapnya di kamar hotel dengan sebuah tulisan di kertas memo yang diletakkan di atas meja. Hah, desah Rose. Mendengar pintu kamar mandi dibuka, tak ayal ia deg degan. Kenapa aku cepat sekali terbangun, sih! Baru tidur dua jam sudah tersentak, ck. Tiba-tiba kasur menjadi berat, ia dipeluk serta dikecup keningnya. Bau nafas segar mint odol gigi menyeruak indra penciumannya.


"Sudah bangun?" Tanya Jacob.


Oh, tidak boleh ketahuan. Rose bergeming pura-pura lelap.


"Hahaha," tawa Jacob. "Apakah orang tidur matanya bergerak-gerak," desis pria itu tepat di bibir Rose. Sebuah kecupan lembut mendarat.


CK, serta merta Rose membuka mata pasang tampang judes. "Pura-pura gak tau aja, boleh gak!"


***to be continued.

__ADS_1


__ADS_2