Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 41


__ADS_3

"A ku be lum men-talaknya," tegas Jacob. Dan gak akan pernah sambung dalam hati pria itu. "Ayo pergi! Tunggu apa," marahnya pada Rose sembari menarik tangan perempuan itu kasar.


Rose pasrah diseret keluar oleh Jacob. Saat melewati Maria Lili lengan yang satunya ditahan oleh wanita itu. Langkah mereka terhenti. "Jack," desis Wakil Direktur itu sedih. Matanya kelilipan seperti mau menangis.


"Jangan lagi Mary. Aku sudah muak dengan semua sandiwara mu," sinis Jacob menyentak lengannya segera berlalu diikuti Tiger dan Bear mengawalnya sampai ke Mobil di Parkiran khusus Direktur Utama.


Bukan ke Koperasi Perusahaan.. "Kita mau kemana?" Tanya Rose. Perempuan itu duduk gemetar di samping Jacob.


"Pulang ke Hotel."


Jacob mengebut seperti pembalap lagi racing formula one. Hanya lima belas menit tiba di tujuan.


Sampai di kamar langsung melempar Rose Diana ke kasur. Jacob menciumnya bertubi-tubi dengan rakus dan kasar. Seluruh tubuhnya di absen tidak terkecuali selangkangannya. Rose khawatir Jacob akan memasukinya namun tak berani membantah. Saat ini bekerjasama lebih baik. Perempuan itu melayani Jacob melampiaskan kemarahannya. Semoga sayangku masih waras tidak nekad menerobos masuk, batin Rose. Sekedar porplay gak apa-apa tapi apa Jacob akan puas..


Ahh, akhirnya berhenti. Jacob terkulai gemetar di atas Rose. Perempuan itu memeluknya erat-erat. Menenangkan dengan menepuk-nepuk pundaknya. Lima menit berlalu. "Jacob. Biarkan aku pakai pembalut please," mohonnya.


"Nanti saja," desis Jacob pelan. Hatinya hancur melihat liang benar-benar tertutup darah merah. Jadi tidak ada rekayasa untuk membohonginya.


Sebelum itu.


Pagi-pagi setelah mengantar Rose ke kantor. Mawar mendapat perintah dari Jacob memanggil petugas hausekeeping. Bodyguard perempuan itu juga ditugaskan mengawasi sampai kamar selesai dibersihkan. Semua sampah diperiksa sesuai dengan instruksi Jacob dan menemukan tespack dengan garis dua dari tong sampah di kamar mandi. Seketika itu juga Mawar segera melapor pada Jacob.


Jacob menjadi tidak konsen saat bertemu klien. Pertemuan selanjutnya setelah jam makan siang segera dicancel nya karena tak sabar ingin bertemu Rose Diana. Guna meminta Konfirmasi mengenai alat pendeteksi kehamilan yang ditemukan di kamar mereka.


Garis dua...


Alangkah senangnya Jacob mendengar kabar itu. Namun kini harapannya hancur seketika dengan datangnya bulan sialan itu. Teringat Maura yang dulu beberapa kali keguguran dan juga surat vonis dokter yang menyatakan dirinya mandul. Apa memang benar benihku bermasalah dalam hati pria itu sedih.


Terdengar Jacob menarik ingusnya seperti orang menangis, Rose kaget. "Sayang. Kamu gak apa-apa kan," panggil nya. Jacob bergeming pundaknya gemetar.


Sekuat tenaga Rose membalik tubuhnya. Mengubah posisi mereka menjadi dirinya di atas Jacob. Laki-laki dewasa itu benar-benar menangis tenyata, oh. Rose terperangah. Begitu sedihnya. "Sayang," panggilnya lembut mengusap wajah pria yang dicintainya itu. Mencium pipinya yang basah oleh airmata pilu.

__ADS_1


"Hanya satu minggu libur kamu sampai sesedih ini, Oh my God. Jacob! Jangan kekanakan please," ledek Rose.


Heg. Jacob terhenyak memandang Rose geram. Pingin digenjot nya sampai pingsan jika tak ingat perempuan ini lagi datang bulan. Siapa yang nangis karena libur main. Dasar perempuan gak peka batin Jacob. "Gak punya perasaan!" Kesalnya.


Hehe, tawa Rose. "Aku masih bisa memuaskan mu dengan ini." Perempuan itu memeletkan lidah sembari mengedip mata genit.


"Ihhhh!" Jacob mencubit bibir Rose geram.


"Aaaa," jerit perempuan itu dimanja-manja.


Jacob memeluk Rose. Menciumnya gak puas-puas. Nanti berusaha lagi batin pria itu. Kalau sempat garis dua berarti masih ada harapan untuk bulan berikutnya...


*


Rose benar-benar membuktikan kata-katanya. Meskipun lagi mens Jacob tetap gak dibuat nganggur olehnya. Rose tau Jacob agak over dari pengalaman sepuluh hari lebih mereka bersama. Sehari bisa selusin kali jika diturutkan.


Dari pada prianya ini pergi ke Maria Lili lebih baik aku yang ekstra kerja keras batinnya. Sebelum kontrak memang Rose merasa iri pada keberuntungan Maria Lili memiliki suami tampan seperti Jacob dan sekarang semakin parah. Setiap kali wanita itu mendatangi Jacob, Rose cemburu tak tertolong meski sikap Jacob gak pernah baik pada istri pertamanya itu.


Ah, desah Rose. Aku gak akan sanggup dimadu batinnya. Untungnya hanya kontrak dan itu tiga bulan lagi. Setelah 3 bulan kalau Jacob mau lanjut aku harus tegas. Pilih aku atau Maria Lili. Dan bukankah memang Jacob ingin pisah dari istrinya.


"Sayang," panggil Rose lagi.


Jacob yang berselonjor di sofa dengan komputer tablet di tangannya itu sebenarnya mendengar panggilan Rose. Namun sengaja ia berlagak budek. Ngapain manggil-manggil bukannya bisa masuk batin pria itu kesal karena harus puasa seminggu. Cis, kenapa harus datang bulan sih kesalnya.


Jika terbukti Maria Lili ada kaitannya dengan hilangnya Maura. Apa yang harus ku lakukan batin Jacob. Mereka bersaudara. Bahkan Juan Sandy tidak mempermasalahkan hilangnya putri pertamanya itu.


Sebenarnya apa yang membuat Maura meninggalkan Hotel 4 jam sebelum malam pergantian tahun 2012. CCTV menunjukkan Maura menaiki taksi dari Lobby ke arah utara gedung.


Karena area kamar VVIP merupakan area privasi jadi tidak ada kamera CCTV yang menunjukkan aktivitasnya sebelum meninggalkan kamar. Hanya kelihatan saat Maura berada di dalam lift turun ke area tunggu taksi.


"A aaaa aa," erang Jacob terkejut merasa perih pada kelaminnya.

__ADS_1


"Hehe," tawa Rose.


"Apa yang kau lakukan padanya," marah pria itu.


"Aku geram padanya karena kamu gak dengar saat ku panggil," jawab Rose santai. Perempuan itu mengusap-usap batang itu dengan lembut guna meringankan sakit akibat gigitannya.


"Kalau kamu gigit sampai putus, tidak ada lagi yang bisa kamu mainkan. Aku bersumpah tidak akan membiarkan orang lain menggantikannya."


"Hehe." Rose tertawa geli. "Sudah ada kemajuan?" Tanyanya menunjuk berkas ditangan Jacob dengan memonyongkan mulutnya.


Pria itu menggelengkan kepalanya. "Belum," jawabnya lemah.


Semakin rumit karena wajah Maura tidak kelihatan di rekaman CCTV yang saat itu masih standard. Di tambah lagi kekasihnya itu memakai topi lebar sampai menutupi wajah. Hanya karena Jacob mengenali pakaian yang dikenakan Maura adalah pakaian yang disenanginya untuk kegiatan sehari-hari. Serta bentuk tubuhnya memang mirip Maura juga cara jalannya.


Ketika polisi mengatakan bisa saja bukan, Juan Sandy dan Maria Lili ikut bersaksi menguatkan pendapatnya. Kedua orang itu bersikeras mengatakan bahwa gambaran perempuan yang ditangkap oleh CCTV itu adalah Maura.


Kasus dibuka dengan pasal penculikan karena taksi yang ditumpangi Maura bernomor polisi palsu. Dan memang tahun itu kasus pencurian organ lagi marak-maraknya di Kepolisian Singapura. Tapi biasanya korban ditemukan dalam keadaan mati lemas di bathtub sebuah kamar mandi Hotel kelas ekonomi. Dan sampai hari ini belum ditemukan jasad yang menguatkan kasus Maura termasuk pada kasus pembunuhan.


Hah, desah Jacob.


*


Di Juan Sandy Resident, Maria Lili diam mematung sendirian di ruang kerja Jacob. Namun pikirannya tidak diam. Otaknya sedang berputar-putar mengatur rencana bagaimana cara melenyapkan Rose Diana sementara perempuan sialan itu berada dalam pengawasan 24 jam.


Dulu saja saat zaman alat-alat elektronik masih standard, susah payah bagi Maria Lili merealisasikan rencananya. Butuh waktu hampir tiga tahun dirinya memikirkan cara untuk melenyapkan saudara kandungnya sendiri.


Bagaimana dengan sekarang. Di jaman informasi teknologi modern telah berkembang pesat. Hanya hitungan menit bagi anak buah Jacob mendeteksi Agen Pemusnah yang dikirimnya ke Maratua. Hum, desah wanita itu menarik nafas berat.


Dolken masuk menghampiri Maria Lili. "Mary, kamu belum tidur?" Tanyanya.


Pemuda itu makin betah aja di samping Mary dan Mary memang tidak mengijinkannya pergi.

__ADS_1


Di atas meja tergeletak surat gugatan cerai dari pengadilan yang telah ditandatangani Jacob. Tadi sore diterimanya dari seorang kurir yang dikirim oleh pria yang masih berstatus suaminya itu. "Jack benar-benar ingin lepas dariku Ken," ujar wanita itu sedih.


***to be continued.


__ADS_2